pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 6 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Dakwah

Tiga Potensi Manusia yang Kerap Tak Disyukuri

Pendengaran dan penglihatan merupakan mukjizat besar bagi manusia, dan titik masuk segala informasi dan pengetahuan yang dimiliki manusia.

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
22 May 2022
in Dakwah
1
Tiga Potensi Manusia yang Kerap Tak Disyukuri

Bandung, Gontornews – Ada tiga potensi dalam diri manusia namun kerap terlupakan dan sedikit sekali yang menyukurinya. Padahal ketiga potensi inilah yang akan menyelamatkan manusia, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sebaliknya, kehinaan akan menerpa manusia akibat tidak memanfaatkan ketiga potensi itu.

“Kehinaan ini akibat ulah manusia itu sendiri yang tidak pandai bersyukur kepada Allah, karena tidak memanfaatkan karunia Allah dan tidak mau memfungsikan serta memberdayakan pemberian Allah,” terang Prof Dr H Sofyan Sauri, MPd dalam kajian Ahad (22/5) pagi ba’da Shubuh dari Masjid Al-Falaq, Gegerkalong Tengah, Kota Bandung.

Pengajian yang dilangsungkan secara hybrid ini mengusung tema “Kajian Surat Al-Mulk Ayat 23: Menggali Tiga Potensi dalam Mengembangkan Kehidupan yang Harmoni.” Sekitar 450 jamaah menghadiri kajian melalui aplikasi Zoom. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan daerah lain.

Lebih jauh guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu menyebutkan, Allah menciptakan manusia dengan tiga potensi, yaitu: Pendengaran (As-Sam’u), Penglihatan (Al-Absharu), dan Hati (Al-Af’idah). “Potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan,” paparnya.

BACA JUGA

Rumil Al-Hilya Gelar Kajian ‘Ketentuan dalam Harta Warisan’ Bersama Ustadzah Aini Aryani Lc

Shafar Keadilan

Menjaga Semangat Qurban dan Ketaatan Setelah Hari Raya

Idul Adha: Membuktikan Cinta kepada Allah Melalui Ketaatan, Pengorbanan, dan Ketakwaan

Haflah Silaturahmi Idul Fitri, DDII Tegaskan Komitmen Bangun Indonesia Adil Makmur 2045

Setiap manusia memiliki kemampuan dan potensi dalam dirinya, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Qur’an Surat At-Tin ayat 4, yang artinya: “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk dan raga yang begitu indah, namun kemudian Allah menjatuhkan manusia pada martabat yang paling rendah (QS. At-Tin: 5). Ini akibat ulah manusia yang tidak pandai bersyukur kepada Allah, tidak memanfaatkan karunia Allah, serta tidak mau memfungsikan dan memberdayakan pemberian Allah.

Sebaliknya yang dilakukan hanyalah pelanggaran-pelanggaran terhadap aturan Allah. Mereka hanya mengikuti selera nafsunya. Mereka hanya memunculkan sifat-sifat buruknya. Perilaku-perilaku inilah yang akan membawa kehancuran manusia. Namun, tidak semua manusia akan mengalami kejatuhan martabat, sebab Allah memberikan pengecualian, yaitu orang-orang yang beriman dan bertakwa, yakni mereka yang menyelaraskan antara keimanan dan amal shalih.” (QS. At-Tin: 6).

Mengutip Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Prof Sofyan memaparkan bahwa pendengaran dan penglihatan merupakan mukjizat besar bagi manusia, dan titik masuk segala informasi dan pengetahuan yang dimiliki manusia. Melalui dua indera tersebut, kebesaran dan keagungan ciptaan Allah dapat dinikmati dan diteliti oleh manusia sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan dan sains.

Dalam Tafsir al-Azhar disebutkan bahwa nikmat pendengaran dan penglihatan merupakan jembatan penghubung antara manusia dengan dunia luar, dan hati atau akal lebih kepada mengolah informasi sehingga menghasilkan ilmu pengetahuan dan perkembangan peradaban manusia.

Sedangkan hati sebagaimana yang diungkapkan dalam Al-Qur’an sebagai kekuatan untuk memahami dan mengetahui hal-hal yang bersifat abstrak dan keyakinan. Maka barangsiapa yang tidak menggunakan pendengaran, penglihatan dan hati atau akal sebagaimana mestinya (mencari keridhaan Allah) akan sia-sia. “Dengan kata lain, ia termasuk orang yang merugi karena tidak dapat mengambil manfaat dari ketiga piranti penalaran tersebut,” jelas Guru Besar kelahiran Cianjur, 20 April 1956, itu.

Sementara itu merujuk Al-Zamakhsyari, Prof Sofyan memaparkan, kata af’idah menunjuk pada sesuatu yang sedikit, tidak seperti abshar yang menunjuk pada sesuatu yang banyak. “Af’idah bermakna sesuatu yang sedikit sebab hati diciptakan untuk memahami hakikat dan keyakinan, sementara kebanyakan manusia memiliki hati namun disibukkan dengan perkara yang sia-sia, seakan-akan hati mereka bukanlah hati yang sesungguhnya, karenanya kata af’idah dalam bentuk plural menunjukkan pada sesuatu yang sedikit,” kata dosen Pendidikan Bahasa Arab UPI itu.Tiga Potensi Manusia yang Kerap Tak Disyukuri

Sedangkan Al-Maraghi, jelas Prof Sofyan, menandaskan bahwa pendengaran merupakan alat untuk mendengarkan nasihat dan hikmah, sedangkan penglihatan untuk melihat keelokan ciptaan Allah dan hati berfungsi untuk mentafakuri keagungan ciptaan-Nya. Namun, amat sedikit manusia yang menggunakan kemampuan dan kekuatan yang telah dianugerahkan oleh Allah untuk ketaatan dan mengerjakan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Akibat tidak memanfaatkan potensinya manusia akan terjerumus dalam neraka. Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 179).

Terkait hal ini Imam Al-Ghazali mengelompokkan manusia menjadi empat golongan. Pertama, golongan “Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri”, yaitu golongan orang yang mengetahui (berilmu), dan mengetahui kalau dirinya berilmu. Golongan pada tingkatan ini memiliki kedalaman pengetahuan (ilmu) dan ilmu ini benar-benar menjadikannya dekat dan takut kepada Allah serta mengajarkan kebaikan, dan menentang permusuhan.

Kedua, golongan “Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri”, yaitu golongan orang yang mengetahui (berilmu), tapi tidak mengetahui kalau dirinya berilmu. Golongan kedua ini sering dijumpai dalam kehidupan bermasyarakat. “Orang ini sebenarnya memiliki potensi atau kemapanan ilmu, akan tetapi tidak menyadari atau mengoptimalkannya untuk keperluan umat,” jelas Prof Sofyan.

Ketiga, golongan “Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri, yaitu golongan orang yang tidak mengetahui (tidak berilmu) dan mengetahui bahwa dia tidak tahu. Menurut Imam Ghazali, jenis manusia ini masih tergolong baik. Sebab, mereka menyadari kekurangannya. “Golongan ini bisa dikatakan belum memiliki kapasitas ilmu yang memadai, akan tetapi dia tahu dan berusaha keras untuk belajar dan mengejar ketertinggalan,” paparnya.

Keempat, golongan “Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri” yaitu golongan orang yang tidak mengetahui (tidak berilmu) dan tidak mengetahui bahwa ia tidak tahu. Menurut Imam Ghazali jenis manusia keempat ini paling buruk. “Celakanya, model manusia seperti ini susah diingatkan, ngeyelan, selalu merasa tahu, merasa memiliki ilmu, dan berhak menjawab semua persoalan padahal ia tidak mengetahui apa-apa,” ujar dosen Program Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor itu.

Lalu bagaimana agar kita memiliki iman yang kuat? Mengutip Imam Al-Haddad dalam kitab Risalatul Muawanah, Prof Sofyan menyebutkan tiga cara untuk mempertebal iman. Pertama, membaca, mendengar serta memahami Al-Qur’an dan Hadis. Kedua, memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT lewat alam. Ketiga, selalu beramal shalih.

Pada kesempatan itu Prof Sofyan juga menjelaskan empat cara untuk mengembangkan potensi demi kehidupan yang harmoni di antara manusia. Pertama, potensi yang kita miliki jangan digunakan untuk melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Kedua, banyak bersyukur. Allah berfirman, yang artinya: “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (QS. As-Sajdah: 9).

Ketiga, menggunakan dan memanfaatkan potensi yang diberikan oleh Allah SWT. Keempat, meningkatkan potensi dalam berbagai aspek kehidupan. “Kesempatan mengembangkan diri merupakan salah satu rahmat Allah SWT sehingga manusia harus selalu semangat meningkatkan potensi dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 139, yang artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”

Kajian pagi ini ditutup dengan doa:  اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُوَّاتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا

“Ya Allah, berilah kami manfaat pada pendengaran kami, penglihatan kami dan kekuatan kami selagi kami hidup, dan jadikanlah itu semua tetap dengan kami dan terpelihara.”  (HR. At-Tirmidzi No. 3502).[]

Tags: Potensi manusiaProf Sofyan SauriUPI
Share286Tweet179Send
Previous Post

WHO Seriusi Penyebaran Virus Cacar Monyet

Next Post

WHO: Monkeypox Menyebar Seperti Infeksi Menular Seksual

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Comments 1

  1. Bunda sofy says:
    4 years ago

    Alhamdulillah masyaa Allah ilmunya jazakallah khair pa prof.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

1 September 2026
Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

0
PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

0
GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

0
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

0
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

0
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

6 September 2026
PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

6 September 2026
Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

6 September 2026
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

5 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result