Bogor, Gontornews – Bupati Bogor Ade Yasin mendorong lulusan perguruan tinggi tidak hanya mencari kerja tapi juga berupaya untuk menjadi entrepreneur, berwirausaha, mengembangkan ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja bagi dirinya dan masyarakat di sekitarnya. Ade Yasin mengatakan hal itu pada Wisuda IV Program Sarjana (S1) dan Wisuda I Program Magister (S2) Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor, di Kampus INAIS, Gunung Menyan, Pamijahan, Bogor, Senin (29/11/2021).
INAIS mewisuda 172 wisudawan/wisudawati Program Sarjana Strata Satu (S1) dan Program Magister (S2) Tahun Akademik 2021/2022. Mereka terdiri dari 37 orang lulusan Program Studi Perbankan Syariah (PBS), 38 lulusan Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), 19 lulusan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 12 lulusan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), 19 lulusan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), 12 lulusan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan 36 lulusan Magister Ekonomi Syariah.
Lebih jauh Ade Yasin menyebutkan, saat ini banyak pemuda yang berhasil mengembangkan kemampuannya sesuai skill di bidang ekonomi kreatif. “Saya lihat sendiri, temui sendiri, ada seorang anak muda di Kabupaten Bogor yang sukses dalam budidaya tanaman hias di daerah Ciseeng. Dia mengembangkan ilmunya, pengetahuannya, hanya dengan membaca buku,” terang Ade.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pemuda di Kabupaten Bogor untuk berprestasi. “Tahun ini kami membuka 1.200 beasiswa untuk pemuda berprestasi. Alhamdulillah dari 1.200 yang mendaftar 8.000 berarti peminatnya cukup banyak,” ujarnya pada Sidang Senat Terbuka INAIS.
Menurutnya, mereka berprestasi tidak hanya di bidang akademik, meski itu jadi salah satu syarat, melainkan prestasi menghafal Alquran lima juz sudah bisa mendapat beasiswa, lalu berprestasi di bidang seni, olahraga dan lain-lain, termasuk bidang sosial. “Semua ini untuk memudahkan para pemuda mengakses beasiswa,” terang Ade yang menjabat Bupati Bogor sejak 30 Desember 2018 itu.
Ia menjelaskan, beasiswa ini untuk seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia, tapi untuk perguruan tinggi swasta mmasih dibatasi hanya untuk di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor. Termasuk INAIS yang juga ada di Kabupaten Bogor. “Silakan diakses pada tahun 2022 ini, mudah-mudahan ada kesempatan untuk mendapatkan beasiswa, gratis uang kuliah selama empat tahun,” paparnya.
Pada bagian lain sambutannya, Bupati Ade Yasin mengingatkan wisudawan INAIS untuk siap bersaing dan menghadapi bonus demografi tahun 2045 mendatang. Sebab, pada tahun 2045 akan terjadi bonus demografi atau meledaknya para pencari kerja pada umur-umur seperti lulusan S1 dan S2. “Jika kita persiapkan dari sekarang, bonus demografi itu tidak perlu ditakuti. Bonus demografi itu adalah tantangan, kita harus siap menghadapinya dengan bekal ilmu yang cukup, dan keinginan yang kuat untuk sama-sama maju.”
Ia menyebutkan, para lulusan INAIS telah banyak ditempa sehingga memiliki kapasitas intelektual sekaligus spiritual yang baik. Jadi in syaa Allah siap menghadapi tahun 2045. “Jangan lupa taburkan juga ilmu dan kebaikan serta berikan manfaat bagi masyarakat. Sehingga keberadaan sebagai sarjana dapat benar-benar memberi makna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Hal ini sesuai dengan hakikat Tri Dharma Perguruan Tinggi,” papar wanita kelahiran 29 Mei 1968 itu. []


















