Shabwa, Gontornews — Sejumlah warga Yaman turun ke jalan di Provinsi Shabwa setelah serangan pesawat tak berawak AS membunuh setidaknya tujuh warga sipil.
Serangan pesawat tak berawak 28 Januari itu menghancurkan sebuah mobil yang membawa setidaknya enam anggota laki-laki dari keluarga yang sama dan seorang lainnya saat mereka mencari “anak yang hilang” di distrik Said Shabwa, kata penduduk.
Saleh al-Aishi al-Ateeqi, seorang kerabat salah satu korban yang mengorganisir demonstrasi tersebut, mengatakan kepada media setempat bahwa “korban adalah semua warga sipil tak berdosa yang tidak berhubungan dengan organisasi politik atau agama manapun.”
Berbicara di sebuah demonstrasi di kota Ateq pada hari Ahad (4/2), al-Ateeqi menyalahkan koalisi Arab dalam perang dengan Yaman atas kematian tersebut, dengan mengatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas wilayah udara negara tersebut dan melindungi kehidupan warga sipil.
Amerika Serikat adalah satu-satunya kekuatan yang diketahui mengoperasikan pesawat bersenjata di Yaman dan biasanya tidak berkomentar mengenai operasinya.
AS telah meningkatkan penggunaan serangan drone di bawah Presiden Donald Trump. Biro Investigasi Jurnalisme melaporkan, tahun lalu setidaknya terjadi 125 serangan pesawat tak berawak di Yaman. [Rusdiono Mukri]





















