Jakarta, Gontornews — Sengkarut masalah calon jamaah umrah yang ditelantarkan oleh biro umrah hingga detik ini belum terselesaikan. Ribuan bahkan puluhan ribu calon jamaah umrah tidak/belum diberangkatkan biro umrah, dan untuk menarik dananya kembali (refund) juga bukan perkara gampang.
Menurut Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, data per 6 Juni 2017, YLKI telah menerima 6.678 pengaduan jamaah umrah, dan 3.825 pengaduan di antaranya adalah calon jamaah First Travel. Selain First Travel, biro umrah yang banyak diadukan konsumen ke YLKI adalah PT Ustmaniyah Hannien Tour (1.821 pengaduan), PT Kafilah Rindu Ka’bah (954 pengaduan), PT Komunitas Jalan Lurus (122 pengaduan), PT Basmallah Tour and Travel (33 pengaduan) dan PT Mila Tour Group sebanyak 24 pengaduan.
“Sampai detik ini semua pengaduan konsumen jamaah umrah di YLKI belum mendapatkan respon konkret dari biro umrah, dan Kemenag seperti ‘tuna wicara’ dengan persoalan yang dihadapi calon jamaah umrah,” jelasnya dalam pers rilis yang diterima Gontornews.com.
Menurut Tulus, Kementerian Agama (Kemenag) praktis tak berdaya menghadapi biro umrah yang kian jemawa. Terbukti, undangan mediasi oleh Kemenag, Senin (10/7), tidak dihadiri oleh First Travel. Padahal, itu adalah undangan mediasi yang ke-3. Bahkan pihak Kemenag membuat pernyataan bahwa sebenarnya, Kemenag tidak bisa ikut intervensi masalah wanprestasi biro umrah kepada calon jamaah umrah.
“Ini jelas pernyataan konyol dan memalukan, bagaimana mungkin Kemenag tidak bisa ikut intervensi terhadap biro umrah nakal, sementara Kemenag adalah regulator yang memberikan izin operasi biro umrah? “ tanyanya.
Karena itu, YLKI meminta Presiden Joko Widodo agar mengevaluasi Menteri Agama atas ketidakmampuannya menangani permasalahan yang dihadapi calon jamaah umrah. Ini merupakan kegagalan Menteri Agama dalam mengawasi kinerja anak buahnya (Dirjen Haji dan Umrah), plus kegagalan Menteri Agama mengawasi biro umrah.
“Seharusnya Menteri Agama bisa menghentikan upaya promosi/penjualan paket umroh dari biro umroh bermasalah tersebut kepada calon jamaah, yang hingga kini masih terus berlangsung,” paparnya.
YLKI menyarankan kepada masyarakat agar jangan sekali-kali melakukan pendaftaran diri pada biro umrah bermasalah, karena banyak menelantarkan calon jamaahnya. “Jangan percaya iming-iming paket murah, apapun bentuknya,” ujarnya. [Fathurroji]






















