Jakarta, Gontornews — Doa menjadi kekuatan dahsyat yang melengkapi perjuangan umat Islam. Dengan berdoa, umat Islam menyadari bahwa Allah adalah Zat yang Mahakuat lagi Mahaperkasa. Untuk mengajak umat Islam selalu berdoa secara masif, sejumlah alumni Parade Tauhid Indonesia dan alumni Aksi Bela Islam 212 mendeklarasikan berdirinya “Parade Munajat 212”.
“Berusaha dan berjuang adalah satu hal. Sedangkan berdoa adalah hal lain. Keduanya harus saling melengkapi. Islam mengajarkan bahwa hanya kepada Allah SWT yang Mahakuat lagi Mahaperkasa kita menyandarkan diri. Itulah sebabnya, hari ini kami deklarasikan Parade Munajat 212 sebagai gerakan Indonesia Berdoa,” ujar Ketua Parade Munajat 212 Edy Mulyadi, di Jakarta, Jumat (14/7).
Ketua Dewan Pembina Parade Munajat 212 Ustadz Muhammad Yusuf Marta mengatakan, umat Islam adalah pejuang tangguh. Aksi Bela Islam berjilid-jilid karena penistaan al-Qur’an yang melibatkan jutaan massa adalah bukti nyata ketangguhan umat Islam Indonesia.
Setahun sebelumnya, dengan izin dan kehendak Allah umat Islam menggelar Parade Tauhid Indonesia yang melibatkan 300 ribu massa. Potensi ini akan semakin dahsyat jika dilengkapi dengan doa terus-menerus.
Aksi-aksi tersebut sekaligus membuktikan umat Islam Indonesia adalah umat beradab. Adalah fakta bahwa umat Islam mampu bersatu dan berkumpul dalam jumlah amat besar tanpa berbuat anarkis.
“Semua itu menunjukkan potensi umat Islam yang luar biasa. Parade Munajat 212 bermaksud menjadi perekat sekaligus menginisiasi kegiatan berdoa yang melibatkan umat secara masif. Tidak hanya di Jakarta, kami juga berharap kegiatan serupa bisa diselenggarakan di daerah-daerah. Kelak, dengan izin Allah, akan dibentuk perwakilan-perwakilannya di daerah,” ungkap Ust Yusuf.
Kelahiran Parade Munajat 212 dibidani sejumlah alumni Parade Tauhid Indonesia pada 2015 dan alumni Aksi Bela Islam 212. Selain Edy Mulyadi, ada aktivis gerakan Islam Budhi Setiawan sebagai Wakil Ketua dan jurnalis Bilal Muhammad sebagai Sekretaris. Ustadz Muhammad Yusuf Marta duduk sebagai Ketua Dewan Pembina. Selain itu juga ada Ust Zaid M Bachmid dan Ust M Zainal Muttaqin sebagai anggota Dewan Pembina. [Fathurroji]






















