California, Gontornews — Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Proceedings of the National Academy of Sciencees of the United State of America (PNAS) menjelaskan bahwa tanda-tanda vital kehidupan hutan dapat ditinjau dari jumlah nitrogen dalam daun pohon, area daun atau kepadatan kayu. Tanda-tanda fungsional ini yang lantas membuktikan bahwa hutan merespons perubahan iklim.
Penelitian yang dipimpin oleh peneliti asal Department of Ecology and Evoluitonary Biology University of California, Daniel J Wieczynski, ini juga melibatkan ahli ekologi Van M Savage dan sejumlah kolega berusaha untuk menganalisa sifat hutan untuk melihat pergesaran iklim global.
“Salah satu tantangannya adalah anda membutuhkan banyak data untuk mengukur keragaman fungsional secara akurat,” kata Wieczynski sebagaimana dilansir Science Daily.
“Jadi, ide kami adalah mengambil data fungsional dari yang kami miliki serta menyandingkannya dengan data lapangan yang dikumpulkan secara lokal serta data tentang kelimpahan spesies untuk mengetahui hubungan antara iklim keanekaragaman hayati yang tidak bisa kami katakan sebelumnya,” tambah Wieczynski.
Dalam penelitian ini, peneliti berhasil mengumpulkan 421 komunitas pohon dari seluruh dunia termasuk 2.701 spesies pohon untuk memeriksa berbagai sifat fungsional pohon yang mempengaruhi pertumbuhan pohon seperti tinggi tanaman, kepadatan kayu, luas daun, jumlah karbon, nitrogen dan fosfor dalam daun.
Dari analisa sejumlah data yang berhasil diperoleh, peneliti menemukan bahwa terdapat 2 faktor iklim yang mempengaruhi hutan yaitu variabilitas suhu dan tekanan uap. Mereka juga menemukan bukti bahwa hutan saat ini mampu mengubah sifat mereka sebagai respons terhadap pemanasan global.
“Dengan menghitung hubungan yang lebih akurat antara keragaman fungsional dan iklim dengan metode yang kami gunakan, kami dapat memprediksi perubahan itu secara lebih akurat di masa mendatang,” katanya.
“Saya pikir, hasil penelitian ini berguna untuk menentukan efek perubahan iklim pada sistem ekologi,” pungkas Wieczynski. [Mohamad Deny Irawan]






















