Kabul, Gontornews — Kelompok bersenjata Taliban Afghanistan melarang masuk Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) untuk beroperasi di wilayah-wilayah yang dikuasai Taliban tanpa persetujuan lebih lanjut.
WHO dan ICRC mengadakan kampanye vaksin polio di sejumlah wilayah Afghanistan. Namun Taliban mencurigai tindakan vaksinasi tersebut.
“Mereka tidak terjebak dalam sebuah komitmen yang dibuat dengan pemerintah. Mereka bertindak secara mencurigakan selama kampanye vaksinasi,” ungkap jurubicara Taliban, Zabihullah Mujahid sebagaimana dilansir Reuters.
Lebih lanjut, Zabihullah mengatakan bahwa pertempuran yang terjadi di Afghanistan telah membuat situasi di Afghanistan menjadi sangat kompleks sehingga beberapa organisasi amal seperti WHO dan ICRC tidak dapat beroperasi tanpa persetujuan Taliban. Namun, selain dua lembaga tersebut, Taliban memperbolehkan mereka untuk beroperasi seperti biasa.
Sementara itu, Jurubicara ICRC, Sanel Bajrambasic mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan klarifikasi kepada pihak yang terkait seraya menyatakan komitmen ICRC untuk membantu Afghanistan.
“Apa yang dapat kami katakan pada saat ini adalah bahwa kami telah melihat pernyataan yang serupa di laman mereka. Kami akan berusaha untuk terlibat secara bilateral dengan Taliban,” ungkap Bajrambasic.
“Mereka terus menanggung beban permusuhan dan ada kebutuhan yang jelas untuk bantuan kemanusiaan serta komitmen untuk mewujudkan keinginan semua pihak,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















