pesanan-majalah-edisi-khusus
31 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 19 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Transkrip Wawancara Prabowo-UAS

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
12 April 2019
in Wawancara
0
Transkrip Wawancara Prabowo-UAS

PRABOWO SUBIANTO:  Terimakasih Ustadz, bisa jumpa dengan saya. Saya mengikuti, ustadz sudah banyak berkeliling di Indonesia. Nah, apa yang ustadz lihat selama keliling di Indonesia, akhir-akhir ini.

USTADZ ABDUL SOMAD:  Saya susah saya bilang mengawali ceramah itu. “Mari kita dengar tausiyah dari Al-Mukarram Abdul Somad”. Begitu saya naik ke atas, semua orang (mengangkat dua jari simbol Capres 2 sambil bilang): “Ustadz…”. Saya bilang; “kalian kan punya jari sepuluh. Kenapa yang diangkat cuman dua”.(PS dan UAS tertawa kecil)
USTADZ ABDUL SOMAD:  Itu saya ucapkan untuk menetralisir. Karena ini kan ada Panwaslu, Bawaslu.
(PRABOWO SUBIANTO
:  Iya benar)
USTADZ ABDUL SOMAD:  Saya tidak ingin Tabligh Akbar itu menjadi politik. Udah turun, sampai protokol bilang; “Jamaah, tolong jangan acungkan jari”.
——————————————–PRABOWO SUBIANTO:  Itu dimana-mana, Ustadz?USTADZ ABDUL SOMAD:  Dimana-mana pak. Bapak bisa lihat rekaman (ceramah saya). Nanti ketika saya sampaikan; “Mari kita bershalawat”. Kan untuk merubah suasana. “Shalalahu ‘ala Muhammad”, umat begini lagi (UAS menunjukkan dengan menggoyangkan tangan dan mengacungkan dua jari).
——————————————–PRABOWO SUBIANTO:  Rata-rata dimana-mana ya Ustadz?.USTADZ ABDUL SOMAD:  Rata-rata. Dari mulai ujung Aceh sampai ke Pulau Madura, sampai ke Sorong. Jadi, saya melihat ini, umat sedang berharap besar pada bapak. Itu yang saya lihat.
Jadi ada satu keranjang amanah, Ijtima Ulama mengamanahkan ini amanah Allah taala, melalui firasat Ijtihad Ulama. Tapi umat juga. Jadi ada dua dukungan, ulama dengan umat. Mereka berikan.
Dalam keranjang ini, ada pisau, ada bunga, ada buah, ada pena. Maka dua pesan Allah:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yang layak menerimanya…” (potongan QS An-Nisa’: 58)
Bapak letakkan amanah ini, yang pisau bapak beri ke anak-anak muda, karena mereka akan pergi ke hutan berburu. Yang buah, bapak berikan ke anak-anak, agar mereka makan buah supaya fresh. Yang bunga bapak berikan kepada anak gadis, agar mereka berikan kepada suaminya yang sudah menikah. Sedangkan pena bapak berikan kepada ulama supaya menulis.
Jangan bapak berikan pisau kepada anak kecil. Dia akan melukai. Letakkan amanah ini sesuai dengan tempatnya.
Dan pesan Allah yang kedua:
وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ
“Dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil…” (sambungan QS An-Nisa’: 58)
Begitu Ijtima Ulama berkumpul dan umat menyambut, ini amanah sedang di pundak bapak, bapak (mesti) adil. Adil. Jangan bapak beri (ke salah satu pihak) terlalu besar, (tapi ke yang lainnya kecil). Bapak lihatlah. Dengan keadilan. Hadits Rasul:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ…
“Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yang pertama, Imam (pemimpin) yang adil… (Hadits shahih, diriwayatkan salah satunya oleh Bukhari (No. 660, 1423, 6479, 6806))
Mudah-mudahan bapak termasuk (kedalam golongan pemimpin yang adil)
——————————————–PRABOWO SUBIANTO:  Aamiin. Jadi saran Ustadz, apa yang harus saya lakukan?USTADZ ABDUL SOMAD:  Buah durian, kalau hanya sekedar berputik, orang cuek. Tapi kalau dia sudah berbuah harum ranum, maka ada orang akan melempar, monyet akan naik. Sekarang buahnya sedang harum. Maka bapak (harus) tabah, kuat, serahkan pada Allah. “Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah”.
Ini jihad yang paling besar. Jihad menjadi pemimpin. Sampai-sampai kata Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan:
“Seandainya doamu makbul dan doa itu cuma satu, maka mintalah pemimpin yang adil” (tertulis dalam Al-Furu’, 2:120).
——————————————–PRABOWO SUBIANTO:  Itu doa dari?USTADZ ABDUL SOMAD:  Imam Ahmad bin Hanbal atau Imam Hambali. Seandainya doamu makbul dan doa itu cuma satu, maka mintalah untuk Republik Indonesia itu pemimpin yang adil.Kalau bapak adil, seluruh negeri ini akan mendapatkan keadilan.
——————————————–PRABOWO SUBIANTO:  Mungkin ada lagi pesan-pesan atau harapan-harapan perjuangan kita?USTADZ ABDUL SOMAD:  Saya kan dulu selalu mengatakan kalau saya ikut Ijtima Ulama. Lalu setelah ulama berijtima dan berkumpul, jatuh pilihannya kepada bapak. Kemudian (saya) keliling-keliling kemana-mana, saya melihat umat meneriakkan; “Prabowo! Prabowo!”.Tapi saya masih…..(UAS diam tak melanjutkan kalimatnya).

USTADZ ABDUL SOMAD:  Karena mata kita kadang tertipu. Di sungai kita lihat ada tongkat bengkok. Tapi ketika kita tarik, ternyata lurus. Mata menipu. Saya khawatir jangan-jangan saya tertipu dengan bapak.
Oleh sebab itu, saya cari ulama yang tidak masyhur, tidak populer. Yang sekarang ini ulama yang masyhur. Yang di Youtube yang di TV.
Tapi ini (yang saya cari), ulama yang tidak dikenal orang. Tapi mata batin (bashirah)nya bersih. Allah bukakan hijab kepada dia. Ini ulama-ulama yang tidak perlu materi. Mungkin bapak tidak kenal mereka.
Dan saya tidak pernah tanya kepada mereka; “kira-kira saya pilih yang mana”. Ngga. Saya biarkan dia baca hati saya. Ngerti ngga dia dengan hati saya.
Dan ketika datang, saya dekati telinga saya ke dia. Apa kata dia; “Saya mimpi 5 kali ketemu dia”. Saya tanya; “siapa?”. Dia jawab; “Prabowo”.
Kalau mimpi satu kali, boleh jadi dari Syetan. Lima kali dia mimpi dia lihat bapak. Itu sinyal dari Allah.
Saya jalan lagi, saya cari lagi ke tempat lain. Ketika salaman, dekati telinga saya, dia bisiki; “Prabowo”. Nama bapak dia sebut.
Ini ulama-ulama yang tidak dikenal karena hebatnya di tengah masyarakat. Bukan viral seperti saya.
Saya datang ke satu tempat. Ini unik, aneh. Dia tidak mau makan nasi kalau berasnya dibeli di pasar. Berasnya ditanam sendiri. Karena kalau beli di pasar, (khawatir ada unsur) riba. Dia hanya minum kalau sumurnya digali sendiri. Dan tidak mau menerima tamu perempuan. Dan pernah menteri datang, diusir.
Menteri datang, dia usir: “pulang”, katanya.
Saya khawatir, begitu datang saya, dianggap niatnya Somad tidak baik, diusir pulang. Malu saya. Tapi saya tetap nekat datang.
Biasanya tamu kalau kesana, dua menit tiga menit, minta doa terus “udah, sana” (disuruh pergi).
Saya datang. Setengah jam, pak. 30 menit, dia bicara empat mata dengan saya. Di akhir pertemuan pas mau pulang dia bilang: “Prabowo”.
——————————————–PRABOWO SUBIANTO:  Dia bilang begitu?USTADZ ABDUL SOMAD:  Dia bilang begitu.Jadi, saya berpikir lama. Ini kalau saya diamkan (isyarah para ulama) sampai Pilpres usai. Kenapa mereka cerita ke saya, tiap malam saya berpikir, kenapa mereka cerita ke saya. Berarti saya harus sampaikan.
Kalau tidak, ini seumur hidup sampai saya mati dalam penyesalan. Abdul Somad kenapa tidak kau ceritakan?
Setelah ketemu ini, selesai, kuserahkan semuanya kepada Allah SWT. Kuserahkan semuanya kepada Engkau ya Allah, yang penting sudah kusampaikan.
Plong. Malam ini saya bisa tidur lelap.
Hanya saja, tentunya fitnah tentu banyak.
(Prabowo menyeka air matanya. Matanya sembab)
USTADZ ABDUL SOMAD:  Kalau bapak memang duduk nanti menjadi Presiden. Terkait dengan saya pribadi, dua saja. Pertama, jangan bapak undang saya ke Istana. Biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan. Karena memang saya dari awal dari sana. Saya orang kampung. Saya masuk hutan ke hutan.
Yang kedua, jangan bapak beri saya jabatan. Apapun. Saya diantara 40 cucu mbah kakek saya, dia bilang; “cucuku yang ini, satu ini hanya sekolah agama untuk mendidik umat”. Sudah. Selesai. Makanya tak pernah sekolah umum.
Jadi biarkanlah saya terbang sejauh mata memandang, saya ceramah.
Setelah bapak jadi nanti, biarlah ulama-ulama yang dekat-dekat di Jakarta ini yang menjadi (pembantu bapak).
Bapak dengarkan cakap ulama, karena ulama berijtima mendukung bapak. Dan ulama yang ‘kasyaf’ yang tembus mata batinnya yang melihat dalam alam ghaib pun mendukung bapak.
Maka, ini anugrah besar. Tapi juga ujian besar. Saya berharap, Allah menolong bapak dalam setiap gerak dan langkah.
——————————————–PRABOWO SUBIANTO:  Terima kasih..USTADZ ABDUL SOMAD:  Saya tak bisa, hadits mengatakan:”Tahadu tahabu”. Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai. (HR. Imam Bukhari)Saya tak kaya, tak ada duit saya untuk ngasih apa-apa ke bapak. Saya kasih dua saja. Pertama, minyak wangi Oud. Oud itu kayu gaharu. Simbolnya, supaya bapak menebarkan keharuman di negeri ini.
Yang kedua, tasbih. Oud untuk orang lain bapak harum semerbak. Tasbih, tidak bisa hati bapak kosong. Bapak harus banyak berdzikir. Ini tasbih kesayangan saya. Tasbih dari batu natural stone. Namanya Syah Ma’sud dari Persia. Paling saya sayang. Ini saya beli di Madinah.
Bapak tak perlu pegang ini didepan orang banyak. Nanti disangka orang pencitraan. Bapak cukup (shalat) tahajjud malam, bapak berdzikir, afdhal dzikir (dzikir terbaik) adalah dzikir “Laa Ilaaha Ilallah (Tiada Tuhan selain Allah)”.
Laa Ilaaha Ilallah.. Laa Ilaaha Ilallah..Laa Ilaaha Ilallah..Laa Ilaaha Ilallah..Laa Ilaaha Ilallah..Mulut berdzikir, hati di sebelah kiri (telapak tangan kanan UAS menekan lama dada kiri PS sambil berdzikir).
Dengan “Laa Ilaaha Ilallah”, kita hidup. Dengan “Laa Ilaaha Ilallah”, kita mati. Dengan “Laa Ilaaha Ilallah” juga kita akan berjumpa bersama Rasulullah SAW.
Ini yang bisa saya sampaikan. Apa yang terjadi setelah ini, kita serahkan sama Allah SWT.
——————————————–PRABOWO SUBIANTO:  Terimakasih. Terimakasih Ustadz (UAS dan PS saling bersalaman)USTADZ ABDUL SOMAD:  Sama-sama kita berdoa kepada Allah.Ya Allah, tanaman taufik dan hidayahMu ke dalam hati kami, sehingga kami bisa berjuang menolong agamamu, dengan amal yang Kau cintai dan Kau ridhai.
Jadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia negeri yang aman, damai, tenteram, menjunjung kebhinnekaan, dibawah Panji Pancasila.
Berikan kami pemimpin yang adil dan amanah. Jangan Kau hukum kami karena dosa-dosa kami. Jangan Kau angkat pemimpin pengkhianat yang tak sayang kepada kami dan tak takut padamu ya Allah.
Jadikan negeri ini aman damai, negeri Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Taqabalallahu Minna wa minkum. Minna wa minkum Taqabal yaa Kariim.

(Transkip oleh: Bambang Prayitno)

BACA JUGA

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

[islamedia]. 

Share41Tweet17Send
Previous Post

Taliban Larang WHO dan Palang Merah Beroperasi di Afghanistan

Next Post

AS: Rakyat Sudan Harus Diizinkan Melakukan Transisi Secara Damai

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

15 August 2026
Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

0
Indonesia Siap Ladeni ‘Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

0
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

0
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

0
Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

18 August 2026
Indonesia Siap Ladeni ‘Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

17 August 2026
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

17 August 2026
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

17 August 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

17 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result