Dhaka, Gontornews — Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan melansir bahwa jumlah pasien demam berdarah mencapai 7.716 orang. Dalam 24 jam terakhir, pada hari Jum’at (16/8), sekitar 1.719 warga dibawa ke rumah sakit akibat demam berdarah dari seluruh wilayah di Bangladesh.
Sebelumnya, pemerintah mengklaim bahwa 40 warga meninggal dunia akibat wabah yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegepty tersebut. Meski demikian, jumlah warga Bangaldesh yang tewas akibat demam berdarah, yang tidak terdata oleh Pemerintah, mencapai lebih dari 95 orang.
Sebagaimana dilansir Dhaka Tribune, sebanyak 4.015 pasien telah menerima perawatan di 40 rumah sakit yang berbeda di Dhaka baik swasta maupun negeri. Sedangkan 3.701 pasien lainnya dikabarkan menjalani perawatan di luar Dhaka.
Sejak 1 Januari hingga 15 Agustus 2019, 49.999 orang di Bangladesh telah terkena demam berdarah. Diantara mereka yang dirawat, 42.243 telah ‘keluar’ dari rumah sakit namun tetap menjalani rawat jalan di klinik masing-masing.
Khusus di bulan Juni, Asisten Direktur Dhaka Medical College Hospital (DMCH), Nasir Uddin, mengatakan ada sekitar 27 pasien demam berdarah yang meninggal dunia. Meski demikian, jumlah pasien demam berdarah di Bangladesh terus berkurang dengan 131 pasien baru yang dirawat di rumah sakit. Sedangkan 601 pasien lainnya tengah menjalani perawatan di rumah sakit. [Mohamad Deny Irawan]






















