Seoul, Gontornews – Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan senjata terbarunya, rudal jarak panjang, Jumat (16/7). Dua rudal balistik yang ditembakan merupakan yang keenam sejak akhir Juli lalu, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa peluncuran terbarunya tersebut akan mempersulit upaya untuk memutesnya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat dan Korea Utara mengenai rencana denuklirisasi.
Sementara itu, utusan khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun rencananya akan melakukan perjalanan ke Jepang dan Korea Selatan minggu depan untuk mengoordinasikan upaya dalam mengamankan denuklirisasi Korea Utara.
Informasi mengenai rencana perjalanan Biegun datang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Kim telah mengatakan kepadanya jika dia siap untuk melanjutkan pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat yang sempat terhenti.
Korut Juga berjanji untuk menghentikan pengujian rudal terbarunya segera setelah latihan militer AS-Korea Selatan yang akan diadakan akhir bulan ini.[Devi Lusianawati]

























