Setiap orang pasti bahagia dan dibahagiakan. Karena itu, suami-istri harus mau saling berkorban untuk saling melayani dan mencintai pasanganyan dengan sepenuh hati.
Setiap pasutri ingin hidup dalam naungan cinta. Jika pasutri pandai menjaga keutuhan cinta, maka keutuhan rumah tangga akan tetap terjaga. Karenanya, harus ada banyak jurus pengikat tali cinta.
Berbicara soal keharmonisan, Islam telah memuliakan derajat suami dan istri, yakni mereka yang selalu mencintai pasangannya karena Allah SWT.
Suami yang shalih akan selalu menaati Allah SWT dalam setiap tingkah dan lakunya, maka ia menunaikan kewajibannya, baik terhadap Tuhan, keluarga, maupun orang lain yang memiliki hak atasnya. Suami yang shalih tidak akan meminta hak melebihi batasannya. Ia tidak akan meminta haknya sebelum selesai menjalankan kewajibannya.
Sedangkan seorang istri shalihah adalah wanita yang taat kepada Rabb, baik dalam melayani suami, melaksanakan semua kewajiban, dan tidak meminta hak melebihi haknya. Artinya, pasutri yang bertakwa akan saling membahagiakan satu sama lain. Dari situlah akan tercipta kebahagiaan dalam keluarga.
Berbicara soal saling membahagiakan pasangan, ada banyak sekali cara jitu yang dapat mengikat tali cinta pasutri agar tetap awet hingga maut menjemput. Terkait hal ini, kita akan membaginya menjadi dua hal, yaitu cara suami membahagiakan istri dan cara istri membahagiakan suami.
Sebagaimana dijelaskan Muhammad Abdul Halim Hamid, penulis buku How To Make Your Wife Happy? bahwa beberapa hal yang perlu diperhatikan suami saat bersama istri antara lain, selalu bermuka manis saat berpapasan, santun dalam bertutur kata, dan lemah lembut saat memperlakukan istri.
Rasulullah SAW mengajarkan, seorang Muslim hendaknya memberi teladan yang baik kepada istri. Suami dianjurkan untuk selalu menebar senyum kala bertatapan dengan istri. Ia tidak diperkenankan untuk berbuat kasar, melainkan selalu berlaku lemah lembut, perhatian, dan penuh kasih sayang.
Dalam kepenatan saat menjalani rutinitas rumah tangga, tidak ada salahnya jika suami menghibur istrinya. Bisa dengan cara bersenda-gurau, refreshing ke suatu tempat hiburan, atau sekadar meluangkan waktu khusus untuk bisa berdua. Dengan harapan, suasana kasih dan sayang antarkeduanya tetap terjaga.
Selain itu suami juga dianjurkan dapat turut bekerjasama dan membantu pekerjaan rumah. Seandainya ada masalah yang menimpa keduanya, jalan musyawarah adalah yang terbaik bagi mereka.
Sedangkan cara istri membahagiakan suami, Iman Thoha penulis buku 44 Sifat yang Disukai Pria Terhadap Istrinya menuturkan bahwa ada banyak poin yang sebaiknya selalu dijaga seorang istri dalam berumah tangga. Misalnya, menjaga keimanan kepada Allah SWT, taat menjalankan perintah agama, jujur, amanah, dan ikhlas.
Selain itu, ada beberapa poin penting yang diungkap Iman Thoha, yakni seorang istri hendaknya sedikit berkeluh kesah. Jika mereka selalu berkeluh kesah, dapat dipastikan kurang ikhlas dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Jika ada masalah kecil, seperti anak sulit makan, mencuci pakaian, berusahalah untuk mengatasinya sendiri.
Anda bisa bertanya kepada teman atau kerabat yang berpengalaman, atau mencari tahu via internet dan lain sebagainya. Pastinya, berusahalah untuk menjadi wanita mandiri, cantik lahir dan batin dalam setiap kondisi. Dengan begitu, suami pun akan terus terpikat pada kecantikan Anda itu. [Edithya Miranti]





















