Bogor, Gontornews — Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, HM Hari Sampurno, MPd mengapresiasi capaian para siswa Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang. Hal itu disampaikannya ketika memberikan sambutan pada acara “Khatmul Qur’an dan Imtihan ke-14”, Sabtu (10/8/2024).
“Jika di tempat lain, di sekolah lain kita terengah-engah mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak, di SIT Insantama ini banyak anak yang sudah lulus al-Qur’an metode Qiroati,” kata Hari Sampurno di depan para siswa, guru dan tamu undangan.
Bahkan, lanjutnya, melalui program tahfidz, lulusan SIT Insantama Leuwiliang minimal hafal Qur’an 2 juz. “Ini capaian yang luar biasa. Semoga bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain, khususnya di wilayah Bogor barat,” ujarnya pada acara Khatmul Qur’an dan Imtihan ke-14 bertajuk “Membangun Peradaban Islam Bersama Generasi Qur’ani”.
Sebanyak 40 siswa SIT Insantama Leuwiliang mengikuti acara “Khatmul Qur’an dan Imtihan ke-14”. Khatmul Qur’an diikuti oleh para siswa yang sudah lulus tahsin Qur’an metode Qiroati. Setelah lulus Qiroati para siswa lanjut ke program tahfidz Qur’an.
Lebih lanjut Hari Sampurno menuturkan, tidak mudah untuk lulus metode Qiroati dan bisa mengikuti acara Khatmul Qur’an. Butuh perjuangan yang luar biasa dan melalui tahapan yang panjang. “Tidak semua siswa bisa. Ada delapan tahapan yang harus ditempuh,” paparnya.
Karena itu, lanjut Hari Sampurno, prestasi anak-anak harus bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Untuk itu diperlukan dukungan orangtua di rumah. Orangtua harus mendukung program sekolah, orangtua harus satu frekuensi dengan anak agar program-program dari sekolah bisa nyambung, bisa diterapkan di rumah.
“PR kita bagaimana agar program baca Qur’an anak-anak bisa terus terpelihara. Apalagi bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikannya ke SMPIT Insantama,” ucap pengawas PAI jenjang SD itu.

Sementara itu Ketua Yayasan Amanah Insantama Leuwiliang, Ir H Ahmad Soim, pada acara yang sama menyebutkan, para siswa kelas 6 dan 9 yang belum lulus Qiroati diikutkan dalam program tahfidz Al-Qur’an. “Melalui upaya ini kami berharap anak-anak mempunyai hafalan minimal 2 juz ketika lulus dari Insantama,” ujarnya. []






















