Palu, Gontornews — Gempa dan tsunami yang menerjang Kota Palu akhir September lalu, tidak hanya menelan banyak korban jiwa, namun juga telah merusak infrastruktur di kota tersebut, termasuk penyediaan air minum. Data yang dikeluarkan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah, 90 persen sambungan penyediaan air minum rusak.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah Saliman Simanjuntak menjelaskan, sambungan Penyediaan Air Minum Palu, Sigi dan Donggala (Spam Pasigala) hancur hingga 90 persen. Sehingga kesulitan dalam menyediakan air minum bagi warga Palu dan sekitarnya.
“Kerusakan terparah itu ada pada bagian air baku atau di jaringan transmisinya,” katanya, Antaranews.
Ia melanjutkan, akibat dari kerusakan tersebut, Spam Pasigala yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah air bersih pascagempa kini tidak dapat lagi diharapkan bisa menyuplai air minum ke Kota Palu, Sigi dan Donggala.
“Padahal sebelum gempa, Spam Pasigala ini, sebulan terakhir sudah menyuplai air 100 liter per detik dari target 300 liter per detik,” jelasnya.
Selain itu, Sungai Saluki yang juga mengalami kerusakan terparah tidak dapat diharapkan kembali menjadi sumber air yang telahenyuplai 300 liter perhari ketiga lokasi tersebut. Sebab instalasi pengelolaan airnya yang mengalami kerusakan.
“Kondisi pipa terputus-putus sehingga sama sekali tidak bisa lagi difungsikan,” jelasnya.
Sampai saat ini, kata Saliman suplai air dari Spam Pasigala benar-benar terhenti dan tidak berfungsi. Sementara untuk membangun kembali infrastruktur tersebut akan memakan waktu yang cukup lama.
Solusinya menurut Salima yaitu dengan mengambil sumber air dari Oloboju, Kabupaten Sigi dan sumber-sumber air terdekat lainnya, dan hal itu bisa dikerjakan oleh pemerintah pusat dan provinsi.[Devi Lusianawati]





















