pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 11 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Memaknai Musibah

Oleh Edithya Miranti

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
9 June 2020
in Laput
0
Foto: AsiaNews

Bumi tempat kehidupan manusia selalu penuh cerita. Berkali-kali bumi ini sempat berguncang menunjukkan kekuatan Sang Pencipta. Ada teguran dan pesan yang tersirat dari setiap fenomena alam yang ditunjukkan-Nya. Tak terkecuali wabah corona.

Bencana alam merupakan kejadian paling mengerikan karena tidak dapat diduga kedatangannya. Bencana alam memberikan efek yang besar terhadap kehidupan manusia. Ia bisa menghancurkan infrastruktur suatu kota hingga menelan banyak korban jiwa, seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang, dan letusan gunung api. Di Indonesia tepatnya di Aceh, pernah terjadi tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 silam.

Tsunami yang dipicu oleh gempa berkekuatan 9,3 SR itu terjadi di kedalaman 30 km di bawah dasar laut dan berjarak 100 km dari pantai barat Aceh. Gempa tersebut menyebabkan gelombang tsunami setinggi 9 meter yang kemudian menyapu daratan Aceh. Bencana ini menewaskan lebih dari 220 ribu jiwa.

Peristiwa itu juga menelan korban di Semenanjung Malaysia, Thailand, India, Srilanka, dan pantai timur Afrika. Gempa dan tsunami Aceh merupakan bencana alam paling dahsyat dengan jumlah korban jiwa terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Selain itu, musibah yang sedang marak diperbincangkan saat ini yakni pandemi virus corona (COVID-19). Pada April 2020, tercatat puluhan ribu korban jiwa dari seluruh dunia. Lebih dari 2 juta jiwa terinveksi COVID-19. Jumlah ini tentu sangat mengkhawatirkan. Sebab, jumlah korban jiwa akan terus bertambah.

Di Indonesia, pandemi corona juga terus menyedot perhatian masyarakat luas. Sampai tulisan ini dibuat (18 April 2020), sebanyak 6.248 terinfeksi virus, dan 535 orang tewas akibat virus mematikan itu. Masalah ini secara perlahan menggiring pemikiran kaum Muslimin agar bisa lebih waspada dan bijak menyikapi musibah, agar mampu melewatinya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Namun, minimnya pemahaman dalam memaknai hikmah dari takdir Illahi ini, justru akan makin menyulitkan umat melewati semua masalah yang sedang dihadapi. Sebagai contoh, kebanyakan masyarakat menganggap bahwa musibah yang menimpanya hanya sebatas faktor bencana alam semata, tanpa ada campur tangan Sang Illahi Rabbi. Kesalahan inilah yang lantas melalaikan umat. Sehingga mereka lupa untuk merenungkan bahwa sangat mungkin musibah itu merupakan bagian dari teguran Allah SWT.

Lalu bagaimana ajaran Islam memaknai bermacam musibah itu? Dr M Sarbini MHI, ketua umum Dewan Pengurus Pusat HASMI (Himpunan Ahlussunnah untuk Masyarakat Islami), menuturkan, kehidupan dunia merupakan putaran ujian demi ujian. Tak ada satu pun manusia yang lepas dari ujian. ”Baik ujian yang menyenangkan maupun ujian yang tidak menyenangkan,” paparnya.

Saat mendapatkan ujian yang menyenangkan, kaum Muslimin diajarkan untuk menghadapinya dengan rasa syukur. Saat mendapatkan ujian yang tidak menyenangkan, kaum Muslimin pun diajak untuk kembali menghadapinya dengan bersabar. Begitulah anugerah Allah SWT untuk melihat siapa hamba-Nya yang bermutu dan siapa yang hampa. Karena itu, seorang Muslim akan selalu berada dalam dua sikap utama sepanjang hidupnya: bersyukur kepada Allah SWT dan sabar atas segala ketentuannya. Termasuk sabar dalam menaati-Nya, sabar dalam menjauhi larangan-Nya, dan sabar dalam berbagai ujian yang tidak menyenangkan baginya.

Solusi Islam

Saat ini manusia sedang menghadapi bencana kesehatan yang mendera hampir sebagian besar penduduk dunia, yaitu penyebaran wabah COVID-19. Manusia menghadapi rasa takut yang mencekam, rasa takut yang normal yang memang diciptakan Allah SWT sebagai tabiat manusiawi. “(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata, ’Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?’. Berkata Musa,  ’Silakan kamu sekalian melemparkan’. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya.” (QS Thaha: 65-67).

Tetapi Allah SWT menghibur orang-orang yang sabar dan tawakkal di tengah rasa takutnya yang mencekam dan rasa sakitnya yang mendera dengan pahala besar yang akan diberikan kepadanya. ”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ’Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’ Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS al-Baqarah: 155-157).

Pada ayat ini, Allah SWT menyebutkan tabiat manusia saat terkena ujian yaitu rasa takut, kelaparan, merasa kurang harta, juga sedih kehilangan orang-orang yang dicintainya. Jadi wajar kalau mereka mengalami kondisi itu semua.  Akan tetapi Allah SWT menjanjikan anugerah dan pahala yang besar, saat seorang hamba dengan penuh kesabaran, melewati masa-masa yang tidak menyenangkan itu. Sabar berarti meyakini bahwa semua makhluk milik Allah SWT dan semuanya akan kembali kepada-Nya.

Sarbini menyebutkan, karena kita semua milik Allah SWT, maka kita menjadi hamba Allah SWT dengan tetap komitmen beribadah kepada-Nya. Karena kita milik Allah SWT, maka kita tetap menjalankan perintah Allah SWT di saat bencana mendera. ”Teruslah berusaha dengan berobat, menjaga kesehatan, menjaga diri dan keluarga agar jangan sampai tertular, serta semua usaha yang diperintahkan Allah SWT untuk selamat dari bencana.”

”Jika pada akhirnya Allah SWT menghendaki kita kembali kepada-Nya, maka itu pun adalah bagian dari kesabaran,” ujar Sarbini kepada Majalah Gontor. Karena pasti, sekarang ataupun nanti, kita pasti akan kembali kepada-Nya.

Semua yang kita lakukan dalam kesabaran ini pahalanya sudah dijanjikan Allah SWT dalam ayat tersebut yaitu, diberi rahmat, ampunan, dan kehormatan di sisi-Nya, serta selalu mendapatkan hidayah dari-Nya. Baik saat menjalani kehidupannya maupun saat nanti memasuki surga.

Dari Aisyah RA, dia berkata, ”Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang wabah (tha’un), maka Rasulullah SAW mengabarkan kepadaku, ’Bahwasanya wabah (tha’un) itu adalah azab yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah jadikan sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang ketika terjadi wabah (tha’un) dia tinggal di kampungnya, bersabar, dan berharap pahala (di sisi Allah), dia yakin bahwasanya tidak akan menimpanya kecuali apa yang ditetapkan Allah untuknya, maka dia akan mendapatkan seperti pahala syahid’.” (HR Bukhari [3474], an-Nasa’i di dalam as-Sunan al-Kubra [7527] dan Ahmad [26139]).

Terkait pencegahan penyebaran virus corona, UAS (Ustadz Abdul Shomad) juga mengingatkan agar masyarakat dapat menjaga kesucian dan kebersihan tangan. Hal ini sebagaimana telah diajarkan dalam ajaran Islam yakni selalu menjaga kebersihan tubuh khususnya dengan berwudhu.

Kebiasaan menjaga kebersihan, katanya, dimulai dari bangun tidur, shalat Shubuh, shalat Dhuha, shalat Dzuhur, shalat Ashar, shalat Maghrib, shalat Isya, hingga shalat Tahajud pada tengah malam. “Tangan kita bersih, steril. Kemudian pula, kuman masuk dari dua jalur yaitu lubang hidung dan lubang mulut,” jelas UAS.

Karenanya, ketika berwudhu disunahkan untuk berkumur-kumur dan istinsyaq atau menghirup air ke dalam hidung. Prof Dr Syahathah, bagian THT Fakultas Kedokteran Universitas Alexandria, Mesir, membuktikan bahwa istinsyaq dapat membersihkan hidung dari kuman-kuman dan mengeluarkan kuman, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi hidung.

Begitu sempurnanya hukum Islam, terlihat dari banyaknya solusi yang ditawarkan Islam di saat ujian datang. Karenanya, kaum Muslimin harus terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebab kebersihan adalah sebagian dari iman. Teruslah berusaha, berdoa, dan optimis dalam menghadapi segala ujian dari setiap musibah yang menerpa.

Semoga semua usaha dan tawakkal kita kepada Allah SWT, menjadi sarana kedekatan kita kepada Sang Khaliq, penggugur dosa-dosa, dan bisa menambah ladang pahala sebagai bekal di kehidupan akhirat nanti, aamiin. []

 

Tags: CoronavirusHASMIMusibahSarbiniUAS
Share32Tweet19Send
Previous Post

Turki Kirim Bantuan Medis ke Amerika Latin

Next Post

Jumlah Harian Tertinggi: Saudi Catat 3.369 Kasus Baru Coronavirus

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result