Kuala Lumpur, Gontornews — Pertemuan pemimpin oposisi dengan Raja Sultan Abdullah dibatalkan setelah raja dibawa ke rumah sakit untuk diobservasi.
Raja Malaysia Sultan Abdullah tidak akan bertemu dengan siapa pun selama sepekan karena dia sedang dalam pengawasan di rumah sakit, kata seorang pejabat istana pada hari Jumat (25/9), ketika pemimpin oposisi Anwar Ibrahim menjadwal pertemuan dengannya untuk membentuk pemerintahan baru.
Anwar mengatakan pekan ini bahwa dia telah mendapatkan mayoritas dukungan yang “kuat dan tangguh” dari parlemen untuk menyingkirkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.
Gejolak politik terjadi hanya tujuh bulan setelah perebutan kekuasaan lainnya yang membuat Muhyiddin mendapatkan jabatan perdana menteri dan dapat menunda upaya untuk menstabilkan ekonomi yang terguncang akibat dampak pandemi virus corona.
Aljazeera.com merilis, Muhyiddin, yang memiliki mayoritas tipis di parlemen, telah menolak klaim Anwar sebagai mayoritas dan menantangnya untuk membuktikannya melalui proses konstitusional.
Raja memainkan peran seremonial di Malaysia tetapi dia bisa menunjuk perdana menteri yang, dalam pandangannya, kemungkinan besar akan memimpin mayoritas di parlemen. Dia juga bisa membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan atas saran perdana menteri.
“Yang Mulia telah dinasihati oleh dokternya untuk tetap di rumah sakit selama tujuh hari untuk observasi. Jadi sampai saat itu tidak akan ada pertemuan,” kata pengawas keuangan istana Ahmad Fadil Shamsuddin kepada Reuters.
Anwar dijadwalkan bertemu dengan raja pada hari Selasa, tetapi pertemuan itu harus dibatalkan karena raja sedang tidak sehat dan harus dibawa ke rumah sakit.
Tidak ada partai politik besar yang mendukungnya, tetapi pemimpin Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai terbesar dalam koalisi yang berkuasa, mengatakan telah terjadi pembelotan ke kubu Anwar.
Dalam pidato kampanye di negara bagian Sabah, Perdana Menteri Muhyiddin kembali mempertanyakan klaim Anwar bahwa dia memiliki mayoritas, kantor berita negara Bernama melaporkan.
“Dia membuat pernyataan dan ketika ditanya tentang jumlah pendukung dan siapa yang telah memberikan pernyataan dukungan menurut undang-undang, dia hanya mengatakan menunggu jawaban,” kata Muhyiddin. []























