pesanan-majalah-edisi-khusus
30 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 8 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Mewaspadai Bahaya Laten Komunisme

Oleh Fathurroji

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
8 November 2020
in Laput
0
Foto: Indo Progress

Membahas kekejaman komunis tidak akan pernah habis dikupas. Pasalnya keberingasan komunis dalam mengeksekusi lawannya, ternyata jumlah korbannya melebihi perang dunia pertama dan kedua. Komunis membabat para pemeluk agama, bukan hanya Islam tapi juga nonmuslim pun dibantai.

Untuk kasus di Indonesia, komunis yang berbaju Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadikan umat Islam sebagai targetnya. Untuk menanamkan paham komunis ini, para petinggi PKI melihat Islam sebagai penghalang utama untuk memuluskan penyebaran ajarannya. Karenanya, PKI memenggal para kiai, santri, dan pemeluk Islam taat.

Dalam sebuah diskusi Majelis Virtual Majalah Gontor ke-3 yang diselenggarakan oleh Majalah Gontor melalui webinar, semua kekejaman komunis di Indonesia itu dibongkar melalui kisah para saksi hidup yang dituangkan dalam sebuah buku berjudul Banjir Darah yang ditulis oleh Thowaf Zuharon dan Anab Afifi.

Untuk memperdalam kupasan buku ini, Majalah Gontor juga menghadirkan jenderal sebagai saksi sejarah yang sekaligus Ketua Gerakan Bela Negara yaitu Mayjen (Purn) Budi Sudjana dan pakar sejarah dari Universitas Padjadjaran Bandung, Prof Dr Achmad Mansur Suryanegara. Sedangkan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan prolog dalam majelis virtual ini.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Dalam paparannya, penulis buku Banjir Darah, Thowaf Zuharon, menceritakan bahwa kekejaman komunis di dunia dan di Indonesia merupakan kekejaman terdahsyat sepanjang sejarah dunia. Dampak dari kekejaman komunis, hampir 120 juta jiwa di 75 negara tewas. Jumlah ini melebihi jumlah korban Perang Dunia pertama dan kedua, bahkan korban wabah penyakit sekalipun.

Di Indonesia, komunis yang antiagama menjadikan umat Islam sebagai penghalang ajarannya. Maka komunis melakukan pembantaian secara keji terhadap para agamawan, terutama para kiai, santri, dan tokoh-tokoh Muslim. โ€œBukan hanya Muslim, tapi agama lain juga dihabisi oleh mereka,โ€ jelasnya.

Dalam ulasannya, Thowaf berkisah tentang perlawanan pesantren terhadap pemberontakan PKI. Termasuk Pondok Gontor mengalami langsung kekejaman PKI yang saat itu berkembang mulai dari Madiun dan sekitarnya.

โ€œSaya tidak bisa membayangkan kalau waktu itu pasukan Muso menghancurkan Gontor. Mungkin, Gontor tidak melahirkan sejumlah tokoh-tokoh nasional,โ€ ucapnya.

Menurut Thowaf, berdasarkan kesaksian langsung para penyaksi yang masih hidup sampai hari ini, yang menyaksikan betapa banjir darah di berbagai kota itu begitu nyata dan tetap terbayang di penglihatan mereka hingga kini. Termasuk kesaksian tentang indoktrinasi kepada kaum abangan oleh Muso dengan pementasan ludruk โ€œGusti Allah Wis Matiโ€ di berbagai kota. Juga doktrin โ€œAgama adalah Candu, Tuhan Itu Tidak Masuk Akalโ€, yang dengan sangat sukses disebarluaskan Muso untuk menancapkan langsung doktrin yang paling mengerikan dari gurunya, Joseph Stalin, itu di otak para pengikutnya.

Muso, tambah Thowaf, anak kiai salah satu pesantren di Kediri. Ia pernah lama tinggal di Soviet, berinteraksi langsung dengan Stalin, terlibat dalam rapat-rapat internasional PKI, dan ikut menyaksikan langsung bagaimana pola-pola pembantaian yang dilakukan oleh penganut komunis terhadap lawan-lawannya. Bagaimana bentuk-bentuk teror kemanusiaan dilakukan dengan beragam cara.

โ€œSaya mencoba menulis rangkaian kekejaman PKI ini agar bisa menjadi peringatan bagi generasi bangsa, dan para satri yang belajar agama,โ€ jelasnya.ย 

Lubang untuk kuburan massal

Sementara itu Mayjen (Purn) Budi Sudjana sebagai pelaku sejarah menjelaskan, bukti-bukti yang disampaikan dalam buku ini bisa dipertanggungjawabkan, karena bersumber dari pelaku sejarah di zaman PKI. Kekejaman PKI di Indonesia benar-benar ada.

โ€œPerbedaan ideologi yang tujuannya mengomuniskan Indonesia. Saat itu yang menjadi penghalang adalah Islam, maka sasaran utama adalah umat Islam. Karena mereka penghalang utama program komunisme,โ€ jelasnya.

Para penganut komunis ini juga telah menyiapkan lubang-lubang tanah untuk kuburan massal umat Islam. Sebagai simbolnya yaitu peristiwa di Lubang Buaya yang menjadi sinyal untuk diikuti di daerah-daerah.

โ€œNamun PKI membantah, begitu juga dengan penyiapan kuburan. Mereka akan membantah terus, doktrinnya memang begitu, kelakuan mereka memang seperti itu, pendusta, pemfitnah, dan membantah apa yang mereka lakukan dan menuduhkan ke orang lain,โ€ paparnya.

Terkait dengan tuduhan bahwa pembunuh para jenderal adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI), Budi menegaskan bahwa pelakunya memang TNI tapi yang sudah menjadi komunis, yang ada di bawah biro khusus. โ€œKe depan komunis akan terus berusaha untuk menyatakan bahwa PKI adalah korban, itu akan terus mereka lakukan,โ€ jelasnya.

Budi menjelaskan, para komunis ini pandai menyusup dan menghancurkan dari dalam. Jika tujuan mereka belum tercapai maka akan berulang dengan berbagai macam cara. โ€œKita harus waspadai. Mereka akan terus menutupi dengan mengatakan bahwa komunis sudah mati,โ€ jelasnya.

Namun faktanya tidak demikian, pasalnya pada tahun 2017, 2018 dan 2019, komunis di dunia terus melakukan kongres internasional. Baik itu yang ada di Turki, Athena maupun Rusia. โ€œTahun 2020 karena adanya pandemi, maka kongres belum terdengar ada,โ€ katanya.

Budi menjelaskan, ideologi komunis di Indonesia tidak bisa mati. Mereka bersembunyi di ormas, partai, atau lembaga lain. โ€œMereka menyusup karena tidak ada satu pun organisasi politik di Indonesia yang tidak mereka susupi. Cirinya ada organisasi yang awalnya hanya satu kemudian terpecah,โ€ paparnya.

Hal senada disampaikan oleh sejarawanย  Ahmad Mansur Suryanegara. Menurutnya, komunis selalu menyusupkan orangnya untuk memecah dari dalam. Seperti keberadaan Syarikat Islam (SI) yang saat itu berhasil dipecah oleh Henk Sneevliet lewat Muso. Hingga lahirlah SI Semarang yang menggembosi SI Pusat bentukan HOS Cokroaminoto.

โ€œBicara PKI belum lengkap jika tidak disertakan HOS Cokroaminoto orang Madiun yang mendirikan Partai Syarikat Islam. Karena dialah yang menentang pertama kali keberadaan PKI,โ€ jelasnya.

SI merupakan organisasi yang terbentuk pada masa kebangkitan yang membahayakan penjajahan. SI mendapatkan dukungan dari berbagai strata sosial dan dukungan para ulama dan organisasi-organisasi Islam lainnya. Penjajah berkepentingan untuk melemahkan organisasi SI.

Orang-orang Belanda berhaluan Marxist disusupkan ke dalam SI di antaranya Sneevliet yang mencoba menawarkan ideologi komunisme seolah ideologi pendorong perlawanan terhadap penjajahan.

Dengan menggunakan orang-orang Belanda komunis, pemerintah kolonial Belanda membiarkan Sneevliet dan kawan-kawannya membelah keutuhan SI dari dalam. Aksi mereka diawali dengan membina pimpinan muda SI Semarang.

Mansur mengatakan, sepanjang sejarah kudeta PKI tidak pernah berlangsung lama. Mansur pun meminta masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan dan takut dengan PKI. โ€œGusdur pernah menyampaikan kepada saya untuk tidak mengkhawatirkan kebangkitan PKI karena NU punya Banser dan Anshor,โ€ ungkap penulis buku Api Sejarah 1 dan 2 itu.

Sementara itu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal mengatakan, sejarah kelam kekejaman komunisme harus terus disampaikan kepada generasi muda. Bagi Kiai Hasan, sejarah akan terus berulang. โ€œJujur saja, saya terperangah dengan pembahasan hari ini,โ€ ungkap Kiai Hasan dalam diskusi tersebut.

โ€œMenurut saya, yang penting bukan isinya. Karena isinya bisa ditambah, bisa diramaikan, bisa diperluas dan bisa diperkuat lagi dengan sejarah-sejarah yang lain. Sejarah ini akan tetap berulang,โ€ imbuhnya.

Kiai Hasan juga menanggapi pernyataan Mansur mengenai durasi kudeta PKI. Menurutnya, bukan seberapa lama durasi kudeta oleh PKI tetapi seberapa rusak pemikiran yang berkembang sebelum kudeta berlangsung.

โ€œKudeta-kudeta yang tidak lama itu, menimbulkan pemikiran-pemikiran yang semakin rusak dan merusak. Jadi, adanya kudeta itu merusak. Penyakit-penyakit sebelum ada kudeta sudah ditanamkan sedemikian rupa,โ€ tegasnya.

Kiai Hasan berharap, generasi sekarang harus mempunyai sensitivitas, kewaspadaan yang aktif terhadap bahaya laten komunis, karena kudeta tidak berhasil tapi ideologinya tetap hidup. Ini tidak terlepas dari indoktrinasi yang kuat.

โ€œJadi kalau saya boleh bicara agak radikal, politik dan kemenangan politik tidak menyelesaikan masalah. Yang menyelesaikan masalah itu misi kehidupan, politik yang tidak membawa misi kehidupan tidak akan lama,โ€ tegasnya.

Buktinya PKI dibubarkan tapi belum menyelesaikan masalah, Marxisme berhasil karena kemanusiaan disentuh untuk mempengaruhi masyarakat. โ€œMaka saya ingatkan hati-hati dengan kemiskinan. Bangsa ini lemah, berdosa besar jika meninggalkan UUD yang isinya mencerdaskan kehidupan bangsa,โ€ paparnya.

โ€œKita mulai dari nol belajar Islam untuk bangsa ini, mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang benar. Kita tidak usah takut,โ€ tegasnya. []

 

 

Tags: Bahaya latenG30S PKIKomunis
Share81Tweet51Send
Previous Post

Media AS: Joe Biden Terpilih sebagai Presiden AS

Next Post

Para Pemimpin Arab Beri Ucapan Selamat kepada Joe Biden

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR ๐Ÿ“ฃPerkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 โ€“ Spesial 100 Tahun Gontor.โœ”๏ธ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
โœ”๏ธ Kontribusi Rp1.500.000.
โœ”๏ธ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.๐Ÿ“ https://tinyurl.com/iklan-magon๐Ÿ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.๐Ÿ“Œ Kontribusi seikhlasnya
๐Ÿ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
๐Ÿ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
โœ… Logo Usaha
โœ… Foto Produk
โœ… Deskripsi Singkat
โœ… Website/Sosial Media (jika ada)๐Ÿ“ฒ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg๐Ÿ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! โœจPerjalanan satu abad tidak datang dua kali.๐Ÿ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
๐Ÿ“š Pesan sekarang:
๐Ÿ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah๐ŸŒ www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.๐Ÿ“Œ Yang ditampilkan:
โœ… Logo/Nama Usaha
โœ… Foto Produk
โœ… Deskripsi Singkat
โœ… Website/Media Sosial (jika ada)๐Ÿ’š Kontribusi seikhlasnya
โš ๏ธ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.๐Ÿ“ฒ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg๐Ÿ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479

ยฉ 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
โ–ฒ
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result