10
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 6 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Lembaga

Pesantren Terpadu Daarul Fikri, Cikarang:  Mandiri dalam Ekonomi, Lahirkan Generasi Berkualitas

Pesantren Terpadu Daarul Fikri Cikarang, Bekasi, menjadi salah satu pesantren yang tetap eksis di tengah pandemi COVID-19. Di saat lembaga pendidikan lain mengeluhkan sumber dana untuk operasionalnya, justru Daarul Fikri mampu berkontribusi memberikan sumbangan untuk warga sekitar yang terdampak COVID-19.

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
17 November 2020
in Lembaga
0
Foto: Twitter.com

Pengasuh Daarul Fikri, KH Ahmad Husein Dahlan Lc MM, menyatakan bersyukur karena di masa pendemi ini pihaknya bisa memberikan bantuan kepada seribu pejuang pendidikan. “Semua ini hasil dari pengelolaan koperasi,” ungkapnya.

Kiai Husein menjelaskan, 10 persen gaji para ustadz diberikan dalam bentuk voucher belanja di koperasi. Ternyata dalam sebulan pembelanjaan dari voucher bisa Rp 100-150 juta per bulan.  “Setiap bulan, sebagian keuntungan koperasi kita infakkan. Jadi kita mencoba sinergikan antara anggaran belanja sekolah dengan program koperasi itu dan ternyata hampir 98 persen kebutuhan konsumen bisa dipenuhi melalui koperasi,” ujarnya.

Kiai Husein menjelaskan, anggaran belanja sekolah untuk SD saja bisa sampai Rp 1,2 miliar setahun, kalau dikumpulkan mulai dari TK hingga SMA bisa mencapai Rp 6-7 miliar per tahun. “Program ekonomi ini ternyata bisa menjadi sumber dana dan di masa pandemi ini sebagian dari keuntungan kita sedekahkan kepada guru-guru. Kita juga memberikan bantuan untuk seribu pejuang pendidikan. Termasuk untuk orangtua yang terdampak pandemi, yang kena PHK, yang dirumahkan, dan lainnya,” jelasnya.

Kiai Husein menegaskan, kegiatan internal dalam bentuk perputaran kegiatan usaha itu bisa digunakan untuk ketahanan ekonomi. Bekerjasama dengan pihak lain, ia juga membuat usaha simpan pinjam koperasi syariah bernama Solusi Cemerlang Mandiri (SCM).

BACA JUGA

Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo Hadirkan Konsultan Pendidikan Islam Alumni Gontor

Penuh Cerita dan Pengalaman: Alumni Darul Mukhlisin Bandung Barat Tuntaskan Masa Pengabdian

Program Pembelajaran SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Inspirasi Sekolah Negeri

Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor: “Terima Kasih Insantama”

Bincang Santai Santri Pondok Tahfizh Al-Bayan: Menyelaraskan Fikir dan Dzikir Menuju Falah

Pihaknya juga sedang membidik beberapa perusahaan lokal untuk bersinergi. Misalnya perusahaan air, perusahaan herbal, dan ternak sapi. Semuanya disinergikan dengan koperasi. “Dengan begitu kesejahteraan guru bisa terangkat bahkan bisa mempunyai saham. Mereka di sini kalau yang sudah pegawai tetap ada dana pensiun. Setiap tahun ada dana yang masuk di luar gaji dan yang lainnya kepada guru-guru kita, yang harapannya nanti bisa menyelesaikan persoalan ekonomi mereka. Agar mereka fokus mengajar, karena itu ada lembaga keuangan yang memikirkan kesejahteraan mereka,” jelasnya.

Kiai Husein mengatakan, para guru itu memikirkan anak-anak siang, malam, pagi, sore. Jadi kalau mereka juga harus mencari nafkah, itu berat sekali. Jadi sayang kalau yayasan itu yang kaya pengurus yayasannya, seharusnya yang berbahagia itu para gurunya.

“Kita sepakat di sini, dana-dana yang bisa dikembangkan itu kita kerjasamakan dengan koperasi syariah, sehingga keuntungannya bisa dirasakan oleh para guru,” jelasnya.

Saung sederhana

Warga sekitar Warung Bambu Cikarang Barat, sebelumnya pasti tak akan menyangka jika daerah yang dulunya bekas rawa-rawa kini menjadi pusat pendidikan dengan gedung-gedung megah. Itu semua berawal dari saung sederhana yang digunakan sebagai tempat pendidikan.

Saat Kiai Husein tamat dari Universitas Islam Madinah tahun 2000, awalnya ia mendapatkan pinjaman gedung dari Suparno Sontorejo di Bekasi untuk mengelola lembaga pendidikan. Seiring waktu, tahun 2002 ia mendapatkan wakaf di Kampung Warung Bambu, Desa Telaga Murni, Cikarang Barat.

“Ketika itu kita mulai membangun sekolah dari saung-saung beratap ilalang. Awal pertama kita membuat sekolah itu kita minta bambu-bambu hitam kepada warga setempat. Waktu itu memang banyak bambu, itulah mengapa kampung itu namanya Warung Bambu,” kenangnya.

Pertama berdiri, pihaknya sudah mendapatkan amanah 60 siswa tingkat SD. Mereka semua sekolahnya di saung, dan ada beberapa kelas peninggalan MI dijadikan sebagai asrama. “Saat itu situasinya memang belum layak untuk menggambarkan sebuah tempat tinggal santri, tapi yang kami miliki hanya itu. Sehingga kalaupun ada orangtua yang anaknya tidak mau masuk di sekolah kami, itu kami yakini sebagai sebuah proses untuk menyaring siapa anak-anak yang memang sungguh-sungguh ingin belajar di pesantren,” ujarnya.

Awal berdiri, pesantren yang ia bangun dinilai sebagai pesantren yang membawa paham tidak sejalan dengan paham masyarakat, karena ustadznya alumni Saudi. “Padahal saya sejak tsanawiyah, aliyah itu di pesantren NU, dan hampir tidak mempersoalkan hal-hal yang berkaitan dengan masalah khilafiyah. Mungkin ada yang memberikan masukan kurang baik akhirnya kita dianggap sebagai pesantren yang ingin mengubah beberapa kebiasaan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Melalui pendekatan yang baik, lambat laun, pesantren Daarul Fikri diterima oleh masyarakat, bahkan masyarakat merasa tercerahkan dengan adanya pesantren di wilayahnya. Bahkan saat ini santrinya sudah 1.150 santri.

Setelah pendidikan berjalan sepuluh tahun, Kiai Husein merasa belum memiliki kader dari para santrinya. Akhirnya ia membuat sistem muallimin, agar ada kader yang dijadikan calon ustadz ke depannya.

Sistem muallimin untuk kaderisasi

Pada tahun ke-11 ia mulai mengubah konsep pesantren menjadi Darul Muallimin yang mempersiapkan para dai dan programnya 6 tahun ditambah pengabdian setahun bagi lulusan SD/MI. Sedangkan bagi lulusan SMP/MTs programnya 4 tahun plus pengabdian setahun. Awalnya program pengabdian itu banyak penolakan karena tidak ada perjanjian di awal. “Setelah itu kami memilih yang mau saja, ternyata yang mau lumayan banyak walaupun orangtuanya tidak mau tapi karena anaknya mau, akhirnya terjadi dialog tentang pengabdian,” paparnya.

Termasuk anak-anak diterjunkan ke masyarakat. Biasanya setelah Ashar santri dilarang berada di dalam asrama tapi harus menyebar ke seluruh perumahan. Awalnya cukup kewalahan, namun setelah dicoba satu dua masjid akhirnya sampai puluhan masjid yang meminta guru Al-Qur’an.

Tidak hanya itu, pesantren juga mengenalkan kepada mereka tentang pemikiran-pemikiran yang merusak akidah seperti liberalism dan sekularisme. “Jadi harapannya itu setelah selesai mengabdi, mereka akan masuk ke kampus mana pun baik di dalam maupun luar negeri, mereka sudah mempunyai modal bahwa sebetulnya Islam jauh lebih baik, Islam merupakan solusi bagi kehidupan manusia. Dan mereka diharapkan bisa mengontrol pemikiran-pemikirannya,” ujar Kiai Husein.

Pada tahun ke-11, pihaknya telah memilih 10 kader, sebagian sudah melanjutkan ke Mesir, Sudan dan lainnya, sebagian lagi kuliah di dalam negeri. “Mereka adalah yang terbaik. Mereka terikat mutlak harus kembali ke pesantren, dan mulai tahun ini sudah ada yang kembali dari beberapa negara,” ungkapnya.

“Kami merasa bahwa pilihan kami membuka program Muallimin itu sudah sangat tepat karena ternyata anak-anak semakin banyak jumlahnya dan sudah menjadi satu kebanggaan bahwa anak-anak yang mengabdi itu kuliahnya sukses. Dan itu yang mulai banyak diyakini oleh orangtua,” tegasnya.

Kiai Husein berkeyakinan, pesantren yang bisa bertahan itu ialah pesantren yang bisa mengader santrinya sendiri. Pesantren tidak bisa berharap disuplai oleh orang yang sukses dari luar, lalu datang ke pesantren dan ingin memberikan yang terbaik di sekolah ini, itu ada tapi jumlahnya tidak sebanding dengan kader sendiri.

“Seperti Gontor yang tidak pernah kekurangan guru, dan kami mulai merasakan bahwa santri yang mengabdi itu bisa menggantikan hampir sekitar 20 persen dari guru. Saya kaget laporan kepala sekolah setelah jalan tiga bulan ada pernyataan bahwa pengabdian kita setaraf dengan lulusan sarjana di kampus-kampus swasta, khususnya kemampuan Qur’annya,” tuturnya.

Kiai Husein mengatakan, pesantrennya sedang mengajukan proses muadalah. Saat ini Daarul Fikri masih mengikuti Diknas. Tapi kalau sudah muadalah, pesantren bisa 100 persen menentukan kurikulumnya sendiri. “Dengan muadalah, nanti bisa dibuktikan apakah sekolah kita masih diminati atau tidak,” jelasnya. [] Fathurroji

 

 

 

Tags: GontorKH Ahmad Husein Dahlan Lc MMWarung Bambu
Share408Tweet255Send
Previous Post

Trump Dikabarkan Pernah Meminta Opsi untuk Serang Iran

Next Post

Ratusan Ribu Warga Somalia Terdampak Banjir Musiman

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rumah di Negeri Samurai (Bagian 1)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 1)

28 June 2026
Nilai Rata-Rata TKA SDIT Insantama Leuwiliang Lampaui Rata-Rata Nasional

Nilai Rata-Rata TKA SDIT Insantama Leuwiliang Lampaui Rata-Rata Nasional

28 June 2026
Nilai TKA SMPIT Insantama Leuwiliang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Jawa Barat

Nilai TKA SMPIT Insantama Leuwiliang Lampaui Rata-Rata Nasional dan Jawa Barat

28 June 2026
UNIDA Gontor Gelar Kuliah Kerja Nyata di SIC Mesir

UNIDA Gontor Gelar Kuliah Kerja Nyata di SIC Mesir

28 June 2026
Cetak Generasi Unggul, SDIT Insantama Leuwiliang Sukses Gelar Insantama Special Moment 2026

Cetak Generasi Unggul, SDIT Insantama Leuwiliang Sukses Gelar Insantama Special Moment 2026

27 June 2026
Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

0
10,5 Miliar: Transaksi FORBIS National Economic Summit 2026

10,5 Miliar: Transaksi FORBIS National Economic Summit 2026

0
Program Pembelajaran SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Inspirasi Sekolah Negeri

Program Pembelajaran SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Inspirasi Sekolah Negeri

0
BAZNAS dan UNISSA Brunei Darussalam Bangun Kolaborasi Riset Zakat

BAZNAS dan UNISSA Brunei Darussalam Bangun Kolaborasi Riset Zakat

0
BAZNAS: Transformasi Tiga Aktor Zakat Kunci Filantropi Islam Berkelanjutan

BAZNAS: Transformasi Tiga Aktor Zakat Kunci Filantropi Islam Berkelanjutan

0
Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

2 July 2026
10,5 Miliar: Transaksi FORBIS National Economic Summit 2026

10,5 Miliar: Transaksi FORBIS National Economic Summit 2026

2 July 2026
Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

1 July 2026
BAZNAS: Transformasi Tiga Aktor Zakat Kunci Filantropi Islam Berkelanjutan

BAZNAS: Transformasi Tiga Aktor Zakat Kunci Filantropi Islam Berkelanjutan

1 July 2026
Bersama Kemenag, BAZNAS Optimalkan 25 Ribu Penyuluh Agama Jadi Juru Literasi Zakat

Bersama Kemenag, BAZNAS Optimalkan 25 Ribu Penyuluh Agama Jadi Juru Literasi Zakat

1 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result