Gontornews — Syaikh Jadul Haq Ali Jadul Haq lahir pada tahun 1917 di tengah keluarga seorang petani, hidup di perkampungan di tengah-tengah keluarga yang taat beragama. Wafat pada tanggal yang sama seperti hari ini, 15 Maret 1996.
Aktivitas kehakiman yang digeluti semenjak muda, memberikan pengaruh pada dirinya saat memimpin Al-Azhar.
Beliau adalah alumni Fakultas Syariah pada Universitas Al-Azhar, menjadi seorang hakim yang faqih.
Sebagai Al-Imam Al-Akbar Syaikhul Azhar, beliau banyak merevisi dan membenahi berbagai sistem pendidikan dan memperluas pendirian maβahid Al-Azhar di seluruh Mesir.
Syaikh Jadul Haq dikenal sebagai sosok pemimpin yang mampu mengonsolidasikan internal dan menguatkan fondasi Al-Azhar sebagai pusat keilmuan dunia.
Atas pemikiran dan perhatiannya dalam keilmuan Islam, pada acara peringatan 1000 tahun berdirinya Al-Azhar pada tahun 1983, Pemerintah Mesir menganugerahkan penghargaan atas dedikasinya.
Saya mendengar dan melihat Syaikh Jadul Haq pertama kali saat kunjungannya di Pondok Modern Gontor pada tahun 1995. Saat itu saya sebagai santri baru di Gontor, dan langsung terbetik dalam hati ketika itu ingin melanjutkan sekolah di Universitas Al-Azhar.
Alhamdulillah, keinginan dan cita-cita saat kunjungan Syaikh Jadul Haq tersebut terwujud. Selesai dari Gontor pada tahun 2000 saya terbang ke Mesir untuk sekolah di Universitas Al-Azhar, dan kemudian menjadi kehormatan serta kebahagiaan ketika saya dapat mendampingi tiga kali kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar berikutnya ke Indonesia: 2006, Syaikh Prof Dr Muhammad Sayyid Thantowi; 2016, Syaikh Prof Dr Ahmad At-Thayyib; 2018, Syaikh Prof Dr Ahmad At-Thayyib.
Tahun 2006, saat sedang menyiapkan kunjungan Grand Syaikh Muhammad Sayyid Thantowi, saya mencari rujukan dan referensi tentang kunjungan Syaikh Jadul Haq tahun 1995 ke Indonesia.
Atas peran Dr Mustofa Dasuki Kesbah, sampailah saya ke kantor Majalah/Koran Shoutul Azhar, bertemu dengan Pemrednya. Beliau memberi majalah berisi dokumen lengkap kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar Jadul Haq ke Indonesia pada tahun 1995. Rasa syukur yang mendalam, saya mendapatkan majalah dokumentasi lengkap tersebut.
Syaikh Jadul Haq berkunjung ke Indonesia atas undangan Presiden Soeharto dan melakukan sejumlah pertemuan dan lawatan di Indonesia.
Sebagai bentuk penghormatan Indonesia kepada Grand Syaikh dan Al-Azhar, maka Presiden Soeharto mengirimkan pesawat kepresidenan untuk menjemput beliau di Bandara Internasional Bangkok.
Kunjungan Grand Syaikh Jadul Haq ke Indonesia sangat bermakna dan sebagai penguat hubungan Indonesia – Mesir. Presiden Soeharto pada saat pertemuannya dengan Grand Syaikh Jadul Haq menyampaikan: “Saya saat ini dipuncak rasa bahagia atas apa yang saya rasakan dari kuatnya hubungan Indonesia dengan saudara kandungnya Mesir, khususnya apa yang telah dikerjakan dengan sungguh-sunggu oleh Al-Azhar kepada putra putri Indonesia, yang mempunyai peran sangat besar yang dapat dirasakan oleh Negara.”
Syaikh Jadul Haq membawa undangan dari Presiden Mesir Husni Mubarok kepada Presiden Indonesia Soeharto.
Mari, dihari wafatnya Grand Syaikh Al-Azhar Jadul Haq Ali Jadul Haq 25 tahun yang lalu, bertepatan pada hari ini 15 Maret 1996, sejenak kita bacakan Al-Fatihah dan doa untuk beliau. []
@Anizar Masyhadi
Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah





















