Stockholm, Gontornews — Pemerintah Swedia, Kamis (25/3/2021), melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca bagi warga berusia 65 tahun ke atas. Meski demikian, pemerintah belum mengizinkan penggunaan vaksin AstraZeneca bagi anak-anak menyusul munculnya dugaan hubungan kasus pembekuan darah pascasuntikan vaksin.
“Vaksin ini sangat bermanfaat bagi para lansia yang banyak menderita gejala parah setiap hari,” ungkap Direktur Jenderal Kesehatan Swedia, Johan Carlson.
“Pada saat yang sama, kami belum pernah melihat efek samping langka dan serius ini pada lansia kami. Itulah latar belakang mengapa kami mencabut penangguhkan bagi warga berusia 65 tahun ke atas,” sambungnya kepada Reuters.
Sebagian besar negara yang menangguhkan sementara vaksin AstraZeneca telah kembali menggunakan kembali vaksin. Pekan lalu, baik pengawas obat Eropa, European Medicines Agency (EMA) maupun badan kesehatan dunia, WHO, telah mengeluarkan rekomendasinya tentang penggunaan vaksin asal Inggris tersebut.
Dalam prosesnya, EMA meninjau penggunaan vaksin terhadap 20 juta penerima vaksin baik dari Inggris dan 30 negara Eropa. Termasuk 7 negara yang melaporkan kasus pembekuan darah serta 18 kasus langka trombosis sinus vena serebral (CVST).
Baik EMA maupun WHO mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca memiliki manfaat yang lebih besar daripada risikonya. [Mohamad Deny Irawan]
























