pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 18 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Mengapa Bencana Menyapa

Oleh Fathurroji

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
10 April 2021
in Laput
0
Foto:Islampos

Indonesia, negeri dengan kekayaan alamnya yang melimpah, banyak ditimpa bencana alam. Tahun 2020, dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah terjadi 2.925 kejadian bencana alam. Mengapa bencana alam itu terjadi?

Menurut data yang dihimpun BNPB, bencana yang terjadi di sepanjang 2020 tersebut didominasi dengan bencana alam hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dari jumlah kejadian bencana tersebut, bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung masih dominan pada tahun ini,” kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam webinar “Kaleidoskop Kebencanaan 2020 dan Prediksi Fenomena Serta Potensi Bencana Tahun 2021” di Jakarta, Selasa (29/12).

BPNB mencatat, selama tahun 2020 ada 1.065 kejadian banjir. Bencana yang disebabkan oleh angin puting beliung sebanyak 873, dan tanah longsor 572 kejadian. Sedangkan karhutla telah terjadi sebanyak 326, gelombang pasang dan abrasi 36 kejadian, dan kekeringan 29 kejadian. Untuk jenis bencana geologi dan vulkanologi, Doni menyampaikan bahwa kejadian bencana gempa bumi telah terjadi 16 kali dan tujuh kejadian untuk peristiwa erupsi gunung api.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Akibat bencana alam itu, 370 jiwa meninggal dunia, 39 hilang, dan 536 luka-luka. Sedangkan kerugian materi sebanyak 42.430 unit rumah rusak, dengan rincian: 10.109 rusak berat, 6.161 rusak sedang, dan 26.160 rusak ringan.

BNPB juga melaporkan, 1.543 unit fasilitas publik rusak, dengan rincian: 672 fasilitas pendidikan, 728 rumah ibadah, dan 143 fasilitas kesehatan. Selain itu, 134 gedung perkantoran rusak dan 441 jembatan rusak di sejumlah provinsi.

Terkait dampak bencana nonalam yakni pandemi COVID-19 yang ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional pada 13 April 2020, sampai berita ini diturunkan, 1.353.834 jiwa terkonfirmasi COVID-19. Sebanyak 36.721 jiwa meninggal dunia, 1.169.916 jiwa berhasil sembuh atau pulih (data 3 Maret 2021).

BNPB juga memaparkan bencana alam dalam kurun waktu Februari 2020 hingga Februari 2021. Pada rentang waktu itu telah terjadi 3.253 bencana alam di Indonesia. “Ini artinya setiap hari ada sembilan kejadian bencana di Indonesia,” kata Doni dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana, Rabu (3/3).

Bencana alam itu berupa gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, karhutla, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung. “Setiap bencana selalu diikuti kehilangan harta benda dan korban jiwa,” tambahnya.

Ulama wafat

Tahun 2020-2021 menjadi tahun kesedihan. Bukan hanya korban meninggal akibat bencana alam, tapi juga korban karena COVID-19, dan banyak ulama di Tanah Air meninggal dunia.

Di awal tahun 2021, 13 ulama terkenal wafat. Hanya selang sehari setelah wafatnya ulama kharismatik Syekh Ali Jaber, Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf juga meninggal dunia, Jumat (15/1).

Tahun lalu, ratusan ulama berpulang ke Rahmatullah. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kiai meninggal di tahun 2020 lebih banyak (Nu online). Sedangkan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) mencatat ratusan ulama meninggal dunia selama pandemi COVID-19. Data itu dihimpun hingga pekan ketiga Januari 2021.

“Februari 2020-Januari 2021 pekan ketiga ada 333 ulama yang meninggal,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat RMI-NU, Abdul Ghaffar Rozin, dilansir Detik, Selasa (26/1). Namun Rozin tak bisa menyimpulkan apakah semua kiai itu meninggal karena COVID-19 atau tidak. Yang jelas, kata Rozin, jumlah ulama yang meninggal dunia pada 2020 lebih banyak dari 2019.

“Ini tentu menjadi sebuah kehilangan yang sangat besar sekaligus ancaman serius bagi kalangan pesantren dan juga bangsa Indonesia pada umumnya. Ancaman terhadap pesantren dan kiai berarti ancaman terhadap kelangsungan pendidikan agama dan karakter bangsa Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad (UAS) menyatakan, bencana sebenarnya merupakan momentum bagi manusia untuk introspeksi diri menjadi pribadi yang lebih bai. Sebab ada bencana yang datangnya dari manusia itu sendiri.

Lebih jauh dia mengurai adanya sebab akibat pada tiap bencana. Sebut saja, misalnya, kasus banjir di sejumlah wilayah. Itu bisa jadi akibat perbuatan manusia yang gemar menggunduli hutan, atau membuang sampah sembarangan.

“Akibat dari dosa-dosa kita, bisa juga adzab itu datang. Maka takutlah kamu kepada adzab. Sebab adzab tidak hanya menimpa yang zalim-zalim saja, bukan rumah yang menebang hutan, bukan pimpinan proyek illegal logging, tapi juga rumah ustadz, imam, tahfidz Qur’an, dan orang-orang yang beriman,” kata UAS dalam ceramahnya di Aswaja TV, Rabu (27/1).

Menurut UAS, bencana itu ada yang disebut dengan takdir, dan ada yang disebut dengan sebab- akibat. Untuk kasus sebab akibat terjadi karena kesadaran penuh manusia sebelum melakukannya. “Bencana banjir, itu sebab akibat bukan? Itu sebab dari perbuatan kita, lalu muncul suatu masalah. Maka lahirnya banjir bandang. Karena dengan penuh kesadaran ada penambangan liar, memberikan izin, dan penebangan hutan di mana-mana,” katanya.

Sedangkan takdir adalah kejadian ketika banyak masyarakat yang sudah hidup lurus, namun tetap terjadi bencana. Karena itu, ulama, orang alim, dan sebagainya bisa menjadi korban bencana karena mereka diam saja dengan lingkungan buruk di sekitarnya. Andai mereka diam dengan keburukan, lanjut UAS, maka bencana juga akan menimpanya.

“Mengapa terjadi musibah, karena umat meninggalkan amar maruf nahi munkar. Itu ada hutan gundul, ulama bilang sudahlah tak apa, hutan kan masih jauh dari rumah kita. Itu ada yang gali ambil nikel, sudah enggak apa-apa yang penting mereka mau nyumbang. Tidak ada amar maruf nahi munkar di situ,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mendorong peran ulama mencari solusi untuk mengatasi adanya pandemi COVID-19 dan musibah yang menimpa berbagai daerah di Indonesia akhir-akhir ini. Menurutnya, para ulama pemegang mandat dari ajaran Islam sebagai agama perbaikan. “Ini tugas kita, jadi tidak boleh kita hanya menggerutu, hanya menyalahkan orang, tetapi sebaiknya kita mencari solusi-solusi, makharij-makharij, yang bisa kita berikan dalam rangka menyelamatkan, mengembalikan situasi kepada keadaan yang semula,” kata Ma’ruf, Jumat (29/1).

Ia menjelaskan, Allah SWT telah membuat aturan-aturan dalam tata kehidupan, yang pertama tata aturan alam. Aturan alam ini menyangkut masalah berbagai hal yang menjadi karakteristik dari keadaan alam, bumi dan langit. “Dan semuanya itu ada tata aturan yang sudah diberikan Allah SWT dan itu tentu untuk manusia semua, untuk kemaslahatan manusia. Tapi di sana ada hukum-hukum alam yang oleh Allah telah diberikan sejak diciptakan-Nya,” jelasnya.

Menurut Ma’ruf, tata aturan yang sifatnya baku ini tidak boleh dilanggar. Sebab, apabila dilanggar akan menimbulkan kerusakan, baik fisik maupun nonfisik.

“Kalau hal-hal yang sifatnya tata surya, tata aturan di dalam bumi itu dilanggar akan terjadi kerusakan. Yang terjadi misalnya di Sulawesi, ada dua hal (penyebabnya) menurut para ahli. Pertama karena rusaknya lingkungan, yang kedua terjadinya iklim global yang memang sudah menjadi tidak menentu, membawa malapetaka,” tuturnya.

“Ini juga berarti tata nilai (nizamul qauni-nya) sudah terganggu, karena orang mengeksploitasi, mengambil kemudian menggunakan dunia ini dengan tidak menjaga tata nilainya,” tambahnya.

Kemudian, lanjut Ma’ruf, ada tata aturan berupa hubungan (muamalah) manusia dengan manusia dan juga dengan alam dan lingkungannya. Jika hal ini tidak dilaksanakan, akan terjadi kerusakan-kerusakan yang menimbulkan terjadinya kezaliman terhadap sesama manusia. “Kerusakan-kerusakan itu terjadi karena ulah manusia,” imbuhnya.

Karena itu, Ma’ruf mengajak para ulama dan umat untuk memohon kepada Allah SWT supaya diberikan kemampuan untuk mendapatkan solusi atas berbagai musibah tersebut. “Mintalah kepada Allah pertolongan dan jangan lemah. Kita mintakan inayah. Kita melakukan istighatsah. Pendekatan kepada Allah tidak hanya seremonial atau formalitas, tetapi kita juga terus melaksanakan tata aturan yang sudah ada,” ucapnya. []

 

Tags: COVID-19MusibahUlama
Share56Tweet35Send
Previous Post

Gelombang Covid-19 Keempat Mengancam, Korsel Larang Klub Malam Beroperasi

Next Post

Saudi Eksekusi Tiga Tentara Karena Pengkhianatan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result