Jakarta, Gontornews — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Selasa (7/9/2021), mengeluarkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) untuk vaksin milik produsen Johnson & Jhonson dan CanSino.
Sebelum mengeluarkan EUA bagi kedua produsen tersebut, BPOM telah mengeluarkan EUA kepada 7 produk vaksin yaitu CoronaVac (Sinovac), Vaksin Covid-19 Bio Farma, vaksin AstraZeneca, vaksin Sinopharm, vaksin Moderna, vaksin Comirnaty (Pfizer & BioNTech) dan vaksin Sputnik-V asal Rusia.
Dalam siaran persnya, BPOM menjelaskan bahwa kedua vaksin tersebut diperuntukkan bagi pria berusia 18 tahun ke atas. Berbeda dengan 7 produsen vaksin sebelumnya, para penerima vaksin cukup mendapatkan satu dosis tunggal sebanyak 0,5 ml secara intramuscular.
Vaksin bernama Janssen Covid-19 Vaccine merupakan vaksin yang dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutical Companies dengan platform non-replicating viral vector menggunakan vector Adenovirus (Ad26).
Sementara vaksin Convicieda merupakan vaksin yang dikembangkan oleh CanSino Biological dan Beijing Institute of Biotechnlogy dengan platform non-replicating viral vector menggunakan vector Adenovirus (Ad5).
“Badan POM selalu berkolaborasi bersama para pakar dalam memastikan pemenuhan standa keamanan, khasiat dan mutu vaksin. Kami melibatkan para pakar di bidang farmakologi, imunologi, klinisi, apoteker, epidemologi, virologi dan biomedik yang tergabung dalam tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Corona Virus Disease 2019 (COVID-19, Indonesia Techical Advisory Group on Immunization (ITAGI) serta asosiasi klinisi terkait,” sambung Kepala BPOM, Penny K Lukito, dalam rilis yang dilansir Gontornews.
Dari segi efikasi, Janssen Covid-19 vaccine mampu mencegah gejala Covid-19 hingga 67,2 persen. Sedangkan untuk gejala Covid-19 sedang dan berat, Janssen Covid-19 mampu mencegah hingga 66,1 persen.
Sementara untuk vaksin Convicieda, eikasi vaksin pada semua gejal amencapai 65,3 persen dan untuk perlindungan terhadap kasus Covid-19 berat mencapai 90,1 persen.
“Hasilnya, kedua vaksin tersebut telah memenuhi standar persyaratan mutu,” tutup Penny. [Mohamad Deny Irawan]






















