pesanan-majalah-edisi-khusus
33 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 1 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Cegah Sekulerisme dengan Pendidikan Islam

Oleh Fathurroji

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
11 November 2021
in Laput
0
Foto: amaljariah.org

Keberadaan makhluk di seluruh alam semesta ini karena adanya Allah yang menciptakan. Melalui kalam Ilahi yang diutuskan kepada Rasulullah, umat manusia mendapatkan petunjuk Ilahi. Ada yang mengimani, ada juga yang mengufuri. Hadirnya agama Islam melalui wahyu-wahyu yang disampaikan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, menjadi petunjuk dan hidayah umat manusia dalam menjalankan kehidupannya di bumi ini. Maka, ironis ketika umat manusia, terutama Muslim yang masih menempatkan agama sebagai sesuatu yang terpisah dalam kehidupannya.

Menurut Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Dr Adian Husaini memisahkan manusia dari aturan agama dan metafisika merupakan cara berfikir yang keliru. Orang yang memahami akal dan iman sebagai hubungan yang terpisah berarti telah terjebak dengan budaya Barat yang rusak.

Menurut Adian, akal dan nalar manusia salah satu bukti manusia sebagai makhluk mulia dan sempurna. Keduanya menjadi sarana untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah, bukan sebaliknya digunakan menggerus keyakinan dan fitrah manusia terhadap kebenaran agama Islam. Iman dan ilmu saling berhubungan dalam kesatuan integrasi yang mengokohkan satu dengan yang lain.

β€œOrang yang memiliki akal benar pasti menolak terhadap pemikiran sekulerisme ini. Karena, sekulerisme berusaha menjauhkan syariat dari berbagai aspek kehidupan umat Islam, dan menghilangkan nilai agama dari tubuh umat Islam,” jelasnya.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Sebaliknya, bagi yang sudah teradvokasi oleh pemikiran sekulerisme, mereka beranggapan bahwa agama hanya mengekang kecerdasan akal dan kebebasan berpikir manusia. Mereka menolak sistem agama dalam semua urusan dunia seperti politik, sosial, ekonomi, pendidikan dan sebagainya.

Bagi mereka agama hanyalah penghalang terhadap kemajuan. Ironisnya, ide-ide agama dianggap kolot dan bertentangan dengan pemikiran akal sehat. Alhasil, para penganut sekulerisme mengklaim peradaban mereka maju justru ketika telah meninggalkan Tuhan dan ajaran agama. β€œInilah dampak paling berbahaya dari sekulerisasi ilmu yang sedang menimpa kehidupan kita. Adanya upaya pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum lainnya,” ujarnya.

Dampaknya, tak sedikit yang menganggap ketika mengkaji ilmu kedokteran atau sains, misalnya, seolah tidak ada relevansinya dengan ajaran agama. Jikapun dihubungkan, maka terkadang yang terjadi ialah konten tersebut jauh dari agama.

β€œIni merupakan tantangan terbesar yang dihadapi umat Islam sekarang. Kita harus benar-benar mengenali musuh-musuh kita yang menyerang ajaran Islam agar kita bisa waspada dan tahu proyeksinya dalam mendestruktifkan ajaran Islam, seperti melalui penyebaran paham sekelar,” kata penulis buku Wajah Peradaban Barat itu.

Hal senada disampaikan pendiri Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations ( INSISTS), Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, yang menilai paham sekulerisme merupakan salah satu pemikiran yang berbahaya dalam kehidupan manusia. “Sekulerisme ini paham yang memisahkan agama dari politik, sains, akhirat dan di dalam kehidupan, orang-orang sekuler tidak lagi menganggap adanya ‘kesucian’,” ujar Ustadz Hamid dalam sebuah diskusi β€œIslamisasi Kampus” bersama Yayasan Abdurrab.

Padahal, tambah Hamid, kesucian itu sesuatu yang ada dan melekat dalam agama, sedangkan para pemikir sekuler menganggap agama tidak perlu disucikan dan dihormati. “Makanya, mereka berbicara soal Tuhan, Nabi dan kitab suci itu dengan pikiran sekuler mereka, ini yang saya rasa tidak pantas hidup di Indonesia, karena secara jelas sila pertama itu Ketuhanan yang Maha Esa, kalau dia tidak menghormati asas ketuhanan, maka ia tidak Pancasilais,” jelasnya.

Untuk menanggulangi bahaya pemikiran sekulerisme, Hamid menyebutkan dimulai dari memberi pemahaman tentang sekulerisme dan Islam kepada pelajar, agar pelajar tidak memahami Islam secara sekuler. “Islam itu agama yang memikirkan akhirat dan dunia, Islam juga menyatukan ibadah ritual dan sosial. Jadi, tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Kalau ada yang berpikir memisahkan Islam dari kehidupan, itu sangat bahaya,” jelasnya.

Hamid memaparkan, pemikiran sekulerisme merupakan perlawanan dari Islamisasi. Selain itu, sekulerisme tidak hanya membahayakan kehidupan tapi juga membahayakan cara berpikir. “Jadi, target kita mengubah pemikiran anak-anak muda yang sekuler menjadi lebih islami.”

Ustadz Bachtiar Nasir menambahkan, musuh terbesar umat Islam pada zaman ini ialah liberalisme dan sekulerisme. Sebab, liberalisme mengepung lini ekonomi, politik, dan akidah umat Islam. β€œYang kita hadapi pertama sebenarnya liberalisme. Ini yang paling berbahaya. Lantas ada liberalisme agama. Kalau kita dihajar dengan ini, runtuhlah semua,” terangnya.

Selain liberalisme, Ustaz Bachtiar Nasir juga melihat sekulerisme sebagai musuh umat Islam dalam segi pemikiran. Sebab, paham itu kian menjauhkan sikap berbangsa dan bernegara secara Islami.

Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara memiliki sila-sila yang sejalan dengan Islam. Namun, sekulerisme membuat semua sila itu menyimpang dari pandangan Islam dan cenderung membahayakan persatuan Indonesia.

Misalnya, sila pertama, β€˜Ketuhanan yang maha esa.’ Menurut Ustadz Bachtiar, kalangan sekuler hanya ingin ungkapan β€˜Ketuhanan” saja. Sehingga, apa pun Tuhan yang disembah, mesti diakui oleh negara sebagai agama resmi. Dalam pandangan Ustadz Bachtiar, Indonesia bisa runtuh karenanya.

Demikian pula sila kedua Pancasila. Ungkapan β€˜Yang adil dan beradab’ ingin dihilangkan, sehingga tersisa β€˜kemanusiaan’ saja. Bagi para pendukung sekulerisme, ini menjadi peluang memperjuangkan hak asasi manusia (HAM) dalam tafsiran sekuler. β€œAkhirnya, muncul kelompok homoseksual itu, yang meminta agar dibenarkan adanya jenis kelamin ketiga di Indonesia. Meminta pula, RUU Kesetaraan Gender. Ini kacau semua pemikirannya,” terangnya.

Dalam pendidikan, paham sekulerisme sangat berbahaya untuk keberlangsungan anak didik ke depan. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr Henri Shalahuddin MIRKH dalam sebuah wawancara dengan Majalah Gontor.

Henri menegaskan, pendidikan sekuler menghambat munculnya murid-murid berpredikat insan kamil. Pendidikan sekuler membentuk manusia-manusia dengan pola pikir sektoral. Ini berbeda dengan pendidikan di zaman kejayaan Islam. Saat itu banyak lahir ulama yang menguasai disiplin keilmuan lebih dari satu bidang. β€œUlama-ulama terdahulu tidak ada yang sektoral. Meskipun mereka pakar ilmu falak atau astronomi mereka juga seorang mufassir sekaligus seorang dokter, ahli di bidang matematika, dan sebagainya,” paparnya.

Henri menjelaskan, pendidikan sekuler memisahkan antara prinsip-prinsip materialistik dan spiritual. Pendidikan sekuler biasanya memisahkan antara masalah-masalah rΕ«hiyyah karena bagi sekulerisme itu aspek yang terlihat itulah yang dipentingkan, yang di sini dan sekarang. β€œYang nanti, terkait masalah akhirat dan di sana, bukan urusan dia. Bagi mereka yang di sini dan sekarang itu ukurannya adalah yang terukur, yang sangat empirik sekali,” paparnya.

Dalam konteks sekuler, mempelajari matematika, fisika dan biologi sangat terbatas dan tidak ada kaitannya dengan ilmu-ilmu yang lain. Contoh, dalam mempelajari organ binatang, pendidikan sekuler tidak akan membahas organ binatang dan kaitannya dengan keimanan, ketaqwaan dan penciptaan. Sedangkan Islam mengharuskan iman didasarkan pada ilmu, dan ilmu harus menguatkan iman seseorang.

Maka jika Anda belajar biologi dan Anda semakin mengingkari Tuhan, maka ilmu Anda tidak bermanfaat. Tapi kalau kita mempelajari biologi lalu membaca Al-Qur’an dan semakin yakin dengan kebenarannya, maka itu jadi hal yang sangat luar biasa. β€œBerarti ini pendidikan yang benar. Manizdāda β€˜ilman wa lam yazdad hudan lam yazdad minallāhi illā bu’dan,” tuturnya.

Jika paham sekulerisme ini menancap kepada siswa dalam belajar, maka murid tidak akan pernah menjadi insan kamil atau manusia yang sempurna. Sempurna dalam hal ini adalah kemampuan manusia memahami apa saja yang dipelajari dari fisik dan psikis, antara jasad dan jiwa.

Sementara itu, Ahmad Khalili Hasib MA, Divisi Pemikiran Islam Institute Pemikiran dan Peradaban Islam (INPAS), dalam tulisannya mengajak umat Islam untuk mewaspadai sekulerisme. Sebab, saat ini muncul sarjana-sarjana Muslim yang mengkaji al-Qur’an dan hadis dengan framework sekuler. Hal ini merupakan kekeliruan yang serius yang diakibatkan oleh sekulerisme sebagai paham filsafat diterima dengan lapang dada di perguruan tinggi Islam.

Akibat dari kajian Al-Qur’an dan hadis dengan kerangka berpikir sekuler itu maka lahir pemikiran aneh yang jauh dari agama dan nilai-nilai etika bangsa dari kalangan lembaga Islam sendiri. β€œMaka kita harus mengoreksi diri, bagaimana bisa seorang sarjana membolehkan kawin sesama jenis, mencampuradukkan ajaran-ajaran agama, dan lain-lain,” jelasnya.

Karena itu jalan keluar atas kemelut gerakan sekulerisasi ini ialah kembali dan melanjutkan pendidikan Rasulullah SAW, mengamalkan pendidikan golongan dewasa. Para sahabat Nabi itu dididik dengan cara dan level yang tinggi. β€œAgar umat Islam tidak kalah dengan sekulerisme ialah menyelenggarakan pendidikan tinggi, mendidik golongan manusia dewasa dan membangun perguruan tinggi berkualitas yang penyelenggaraan pendidikannya berdasarkan worldview Islam,” jelasnya.

Khalili menegaskan, pendidikan pesantren merupakan harapan besar umat Islam. Khususnya di Indonesia. Melalui saluran pendidikan model inilah kemelut umat Islam akan tertangani dengan baik. Sehingga, umat Islam harus fokus, berkenan untuk serius bersama-sama membina pendidikan tinggi dan pesantren yang berkualitas. []

 

Tags: Sekulerisme
Share484Tweet302Send
Previous Post

Dewan Keamanan PBB Beri Sanksi kepada Tiga Pemimpin Houthi

Next Post

PM Palestina Berharap Konsulat AS Dibuka Kembali di Yerusalem

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

25 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

25 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

0
UIN Jakarta Kenalkan Prodi Agribisnis yang Tak Sekadar Bertani

UIN Jakarta Kenalkan Prodi Agribisnis yang Tak Sekadar Bertani

0
Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

0
Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

0
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

0
Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

29 July 2026
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

27 July 2026
UIN Jakarta Kenalkan Prodi Agribisnis yang Tak Sekadar Bertani

UIN Jakarta Kenalkan Prodi Agribisnis yang Tak Sekadar Bertani

27 July 2026
Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

26 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.πŸ“Œ Kontribusi seikhlasnya
πŸ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
πŸ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
βœ… Logo Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Sosial Media (jika ada)πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
πŸ“š Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.πŸ“Œ Yang ditampilkan:
βœ… Logo/Nama Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Media Sosial (jika ada)πŸ’š Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!πŸ“– Edisi Juli βœ…
πŸ“– Edisi Agustus βœ…
πŸ“– Edisi September πŸ”œπŸ“² Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.βœ… Mengapa harus ikut?πŸ“ˆ Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
πŸ“– Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🀝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.πŸ‘‰ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.πŸ›’ Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.πŸ“š Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.πŸ“² Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.πŸ“– Edisi Juli βœ…
πŸ“– Edisi Agustus βœ…
πŸ“– Edisi September πŸ”œπŸ”₯ Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.πŸ“² Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result