Amman, Gontornews — Yordania pada hari Ahad (21/11) mengumumkan serangkaian tindakan penahanan virus corona untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19.
Otoritas kesehatan secara resmi menyatakan kerajaan itu memasuki gelombang ketiga COVID-19. Pemerintah pada Ahad malam mengatakan bahwa anak-anak dan remaja akan diminta untuk vaksinasi virus corona dengan persetujuan orang tua mereka.
Arabnews.com meliris, Menteri Negara Urusan Media Faisal Shboul mengatakan bahwa semua orang dewasa di atas 18 tahun akan didorong untuk mendapatkan dosis booster, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun.
Namun sebuah sumber resmi mengatakan, penguncian nasional yang baru “bukanlah pilihan sama sekali, setidaknya untuk saat ini.”
Yordania telah mengalami peningkatan infeksi selama beberapa pekan terakhir.
Berbicara kepada Jordan TV pada hari Ahad, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan untuk Epidemi Adel Bilbeisi mengatakan bahwa Yordania telah memasuki gelombang ketiga pandemi COVID-19 setelah infeksi pekanan mencapai 20.000 kasus, menandai peningkatan 5.000 infeksi dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Bilbeisi mengatakan bahwa kapasitas rumah sakit untuk merawat pasien COVID-19 masih dalam “tingkat nyaman”. Ia menambahkan bahwa persentase hunian ICU, tempat tidur isolasi dan ventilator tidak melebihi 30 persen.
Empat belas kematian COVID-19 dan 3.579 kasus virus tercatat di Yordania pada hari Ahad, meningkatkan beban kasus menjadi 914.849. Kematian baru membuat jumlah kematian akibat virus corona di Kerajaan itu menjadi 11.361.
Dari 10 juta penduduk Yordania, 3.674.761 orang telah divaksinasi penuh. []
























