Johannesburg, Gontornews — National Institute of Communicable Disease (NICD) Afrika Selatan, Kamis (2/1/2021), melaporkan jika varian Omicron mampu mengatasi beberapa kekebalan vaksin. Namun, mereka tetap menekankan bahwa suntikan vaksin mampu memberi perlindungan dari gejala berat sebagai akibat dari infeksi Covid-19.
Pekan lalu, panel ahli Afrika Selatan mengumumkan kemunculan varian baru Covid-19 dengan kode Omicron. Varian ini lantas membuat sejumlah negara di Asia maupun Eropa memberlakukan pembatasan perjalanan serta mengambil tindakan sigap untuk mencegah masuknya Omicron.
Dalam laporan resminya, otoritas kesehatan Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa varian Omicron telah terdeteksi di lima dari sembilan provinsi di Afrika Selatan. Angka ini akan terus bergerak hingga menyebar ke seluruh provinsi di wilayah tersebut.
Sejauh ini, jumlah kasus Covid-19 harian di Afrika Selatan meningkat dua kali lipat menjadi 8.561 kasus. Belum jelas, berapa jumlah pasien yang terinfeksi varian Omicron karena tidak semua sampel tunduk pada pengurutan genom atau genome sequencing. Namun, mereka bisa memastikan bahwa Omicron akan segera ‘menggantikan’ varian Delta sebagai varian paling dominan di Afrika Selatan.
NICD melansir varian Omicron menyumbang 74 persen dari 249 genom virus yang diurutkan sepanjang bulan November.
“Mutasi dan gambaran epidemologis menunjukkan bahwa Omicron mampu mengatasi beberapa perlindungan kekebalan kita. Tetapi, perlindungan terhadap penyakit parah ataupun kematian yang vaksin berikan seharusnya tidak terlalu berpengaruh,” kata NICD dalam laporan yang dilansir Reuters.
Sampel paling awal terdeteksi di provinsi Gauteng pada 8 November 2021. Wilayah tersebut merupakan provinsi letak wilayah Johannesburg dan Pretoria berada. Sejak itu, varian Omicron terdeteksi di Esatern Cape, KwaZulu Natal, Mpumalanga dan Western Cape. [Mohamad Deny Irawan]






















