Bogor, Gontornews — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hadir membuka Ijtima Nasional Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) di aula Masjid Az Zikra Sentul Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/3).
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Kang Aher itu mengatakan ada empat komponen yang harus dipersiapkan agar umat Islam bisa lebih maju ke depannya.
Pertama, kata Kang Aher, harus ada sekelompok umat yang menjadi pemikir. βDengan rumus menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) untuk mengelola sumberdaya alam (SDA) kita harus punya blue print cara mengelola negara dalam berbagai bidang. Inilah yang harus dipikirkan para ahli,β ujarnya.
Kedua, harus muncul para ahli-ahli dalam berbagai bidang profesional. Saat ini misalnya di era informasi, itu harus muncul para ahli di bidang media.
βInsya Allah akan sangat berguna di bidang dakwah. Era informasi ini membuka peluang dakwah seluas-luasnya, tetapi ini juga tantangan, karena pihak yang berseberangan juga menggunakan fasilitas yang sama. Oleh karena itu mari kita manfaatkan dan menangkan, suarakan terus kebenaran untuk menghentikan kebatilan. Sebarkan terus informasi positif bagi masyarakat,β jelas Aher.
Kemudian yang ketiga, untuk menguasai ekonomi, umat itu harus berdagang. βAllah buka pintu rezeki itu dari 10 pintu, 9 pintunya dari aktivitas berdagang. Jadi inilah yang harus diperjuangkan bersama, secara ekonomi makro pengusaha kita juga harus banyak yang muncul,β ungkapnya.
Lalu yang terakhir, keempat, adalah soal kepemimpinan. Menurut Kang Aher, harus ada kader umat Islam yang menjadi pemimpin. βKarena itulah pesantren harus hadir menjawab masalah kepemimpinan ini. Dan untuk menciptakan peradaban itu diperlukan pesantren,β tandas Aher.
Ijtima Nasional ini dihadiri banyak ulama, di antaranya KH Mβaruf Amin (Ketua Umum MUI), Prof Dr KH Didin Hafidhuddin (Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI), dan Dr KH Badrudin Subhki. [Fathurroji/Rus]




















