Washington, Gontornews — Sebuah penelitian mengungkap infeksi ulang (reinfecton) Covid-19 meningkatkan risiko kematian, rawat inap dan masalah kesehatan serius. Situasi ini semakin parah ketimbang serangan virus Covid-19 pertama terlepas dari status vaksinasi seseorang.
“Infeksi ulang Covid-19 meningkatkan risiko kesehatan akut dan jangka panjang,” kata Dr Ziyad Al-Aly dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St Louis Amerika Serikat.
“Ini terbukti pada orang yang tidak mendapatkan vaksin, mendapatkan vaksin dan mendapatkan vaksin penguat,” sambungnya sebagaimana dilansir Channel News Asia dari Reuters.
Temuan ini berasal dari data Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat dari 1 Maret 2020 hingga 6 April 2022 yang melibatkan 443.588 pasien dengan satu infeksi SARS CoV-2, dengan dua infeksi atau lebih serta 5,3 juta orang yang tidak terinfeksi.
Pasien yang terinfeksi ulang memiliki risiko kematian lebih dari dua kali lipat, risiko rawat inap lebih dari tiga kali lipat berbanding mereka yang ‘hanya’ terinfeksi Covid-19 satu kali. Pasien yang terinfeksi ulang juga memiliki risiko tinggi untuk masalah paru-paru, jantung, ginjal, diabetes, kesehatan mental, tulang, otot hingga gangguan neurologis.
“Bahkan jika seseorang memiliki infeksi sebelumnya dan menjalani vaksinasi, mereka masih sangat rentan terhadap hasil yang merugikan setelah infeksi ulang,” kata Al-Aly dalam jurnal yang diterbitkan oleh Nature Medicine.
Sementara itu, orang yang terinfeksi berulang lebih mengalami tiga kali lebih mungkin terkena masalah paru-paru, tiga kali lebih mungkin menderita gangguan jantung dan 60 persen lebih mungkin mengalami gangguan neurologis dari pada pasien yang terinfeksi hanya sekali. Risiko lebih tinggi yang paling menonjol terjadi pada bulan pertama setelah infeksi ulang meski kondisi serupa juga terlihat enam bulan kemudian.
“Kami mulai melihat banyak pasien datang ke klinik dengan suasana tak terkalahkan,” ungkap Al-Aly
“Lalu mereka bertanya: Apakah infeksi ulang benar-benar penting? Jawabannya ya dan itu benar-benar terjadi,” tambahnya.
“Kami tidak menyarankan sejumlah tindakan kejam. Tetapi, jika Anda naik pesawat, kenakanlah masker. Jika Anda berada di supermarket, pertimbangkan bahwa orang yang berada di dekat Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah dan jika menggunakan masker, Anda mungkin melindungi mereka,” tutup Al-Aly. [Mohamad Deny Irawan]





















