Harare, Gontornews — Badan Pelayanan Kesehatan (Health Services Board/HSB) Zimbabwe, Ahad (20/11/2022), melansir lebih dari 4.000 doktor dan perawat yang meninggalkan negaranya sejak tahun 2021.
Ketua HSB Dr Paulinus Sikosana, mengonfirmasi hal tersebut kepada Reuters. Data tersebut juga termasuk pengunduran diri lebih dari 1.700 perawat yang terdaftar tahun lalu serta lebih dari 900 perawat yang keluar tahun 2022.
Pada bulan Juni 2022, para petugas kesehatan melakukan mogok masal seraya menuntut pembayaran gaji dengan mata uang dolar Amerika Serikat seiring inflasi yang semakin melemahkan nilai mata uang lokal.
Hengkangnya para dokter dan perawat dari Zimbabwe telah membuat sektor kesehatan dalam negeri mengalami kesulitan. Tidak hanya itu, banyak rumah sakit di Zimbabwe yang melaporkan kekurangan petugas kesehatan.
“Jumlah petugas medis di negara ini tetap rendah,” ungkap Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa.
“Saya diberitahu bahwa kami memiliki 3.777 petugas medis yang terdaftar di negara ini. Dari jumlah tersebut, 1.982 adalah petugas kesehatan umum, 713 petugas dokter spesialis, 250 dokter gigi dan 627 petugas kesehatan magang. Kita harus meningkatkan petugas medis kita,” sambungnya.
Mnangagwa berjanji pemerintah akan meninjau kembali pemberian gaji bagi para petugas kesehatan guna memperlambat eksodus ke luar negeri.
“Saya menyadari bahwa tujuan seperti itu membutuhkan waktu dan lebih dari sekedar ketersediaan fasilitas pelatihan. Kami harus memberikan penghargaan yang kompetitif kepada dokter kami dengan menjamin retensi yang lebih besar baik di rumah sakit ataupun di negara kami,” ujarnya.
“Banyak dokter kami harus meninggalkan negara ini untuk padang rumput yang lebih hijau. Mereka sangat dicari terutama di negara-negara Barat yang kaya karena fasilitas pelatihan kami yang unggul. Kita harus memperlakukan retensi staf medis di dalam negeri sebagai tujuan nasional utama,” jelas Mnangagwa.
“Kami akan mengambil langkah-langkah yang lebih nyata dan substantif dalam waktu dekat guna meningkatkan situasi kerja bagi staf medis kami,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]



















