10
Tonton Selengkapnya
27 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 20 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Sikap

Ketakwaan Aktif, Dinamis, dan Produktif

Oleh Prof Dr KH Ahmad Satori Ismail, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
8 December 2022
in Sikap
0
Foto: baznas.go.id

Ketakwaan merupakan ghayah, tujuan akhir dari ibadah. Maka, ketika ibadah tidak menghasilkan takwa berarti ruh dari ibadah itu tidak ada. Ruh ibadah itu bagaimana menghasilkan ketakwaan. Takwa ini sifatnya sangat dinamis, tidak diam, tapi bergerak serta bisa berkembang terus. Bergeraknya dalam semua aspek kehidupan.

Ketakwaan itu nanti direalisasikan dalam bentuk ihsan, antara lain berbuat baik, menahan diri dari amarah, bersedekah, shalat, yang semua itu menghasilkan ketakwaan. Setiap Muslim wajib berusaha menambah ketakwaan itu. Firman Allah SWT, “Wahai orang-orang Mukmin bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dengan sesungguh-sungguhnya takwa.” Di sini diterangkan bahwa tidak ada batas dari ketakwaan itu. Batasnya adalah ketidakmampuan kita. Tapi untungnya, Allah memberi suatu kesempatan bagi kita, sehingga tidak disiksa dengan ketidakmampuan kita.

“Ittaqullaha mastatha’tum,” yang maksudnya bertakwalah kepada Allah sesuai dengan puncak kemampuan kalian. Artinya, kita tidak boleh merasa tidak mampu di awal proses ibadah. Akan tetapi kalau kita sudah berusaha sampai puncak kemampuan kita di situlah batas kita. Misalnya dalam menunaikan shalat, wajibnya dengan berdiri, tapi jika sudah tidak mampu/tidak kuat berdiri, boleh duduk, itu untuk shalat wajib (fardhu). Jangan sampai belum mencoba semampunya sudah berhenti.

Kemudian ibadah haji juga semampunya. Jadi kewajiban haji itu bagi manusia kalau orang itu mampu menuju ke Baitullah dari sisi pembiayaan, keamanan, itu harus menjalankannya. Tapi kalau belum mampu, maka belum ada kewajiban dan di sini batas kemampuannya. Kalau ada orang mempermainkan batas tersebut, itu kesalahannya sendiri.

BACA JUGA

Perintah Istiqamah dan Keutamaannya

Keutamaan Ilmu dalam Islam dan Manfaatnya bagi Kehidupan

Adab dalam Majelis Ilmu

Pentingnya Menjaga Silaturahmi Pascapemilu

2024: Pentingnya Umat Islam Bersatu

Jadi, ibadah itu harus menghasilkan ketakwaan. Sebagaimana puasa juga harus menghasilkan ketakwaan dan ketakwaannya harus dinamis, bahkan produktif. Asalnya puasa itu bisa dilihat pada al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 183. Puasa yang benar yang sesuai dengan ajaran Islam akan menghasilkan ketakwaan, ketakwaan pasif untuk dirimu sendiri.

Namun demikian, seharusnya ketakwaan itu aktif, produktif, menghasilkan ketakwaan yang melebar. Kalau lihat di dalam ayat-ayat tentang Ramadhan dan puasa, pada Surat al-Baqarah ayat 184 diterangkan orang berpuasa harus tahu ilmunya juga. Supaya kamu sekalian betul-betul mengamalkan puasa dan takwanya bisa aktif, maka perlu disertai dengan ilmu. Jangan sampai ketakwaan yang ada di diri kita, kemudian hanya bermanfaat untuk diri sendiri.

Lantas, bagaimana nikmat ketakwaannya itu bisa kita tularkan ke orang lain? Pada ayat selanjutnya Allah memerintahkan agar kita beriman kepada Allah dan memenuhi panggilan-Nya. Tujuannya supaya kita mendapat bimbingan dari Allah serta supaya orang lain mendapatkan bimbingan dari kita dengan ketakwaan dan ilmu. Harapan akhirnya sebagaimana terlampir dalam ayat ke-187 Surat al-Baqarah yang ujungnya agar orang lain bertakwa.

Jadi ketakwaan yang ada pada diri kita harus terus dikembangkan melalui ilmu dengan rasa syukur, menyeru, dan akhirnya menjadikan satu ketakwaan yang melebar kepada orang lain. Inilah rahmatan lil ’alamin. Allah SWT mencintai orang yang berbuat ihsan dan orang yang bertakwa harus selalu berbuat ihsan. []

 

 

Tags: Takwa
Share9Tweet6Send
Previous Post

Pasukan Keamanan Irak Tembak Mati Dua Pengunjuk Rasa di Selatan

Next Post

DPA ODOJ Subang Sukses Gelar Ngopi (Ngariung Obrolin Perkara Ibadah)

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result