Yerusalem, Gontornews – Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina mengecam keras kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, ke Kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, Selasa (3/1).
Dirilis dw.com, Kementerian Palestina itu menyebut kunjungan Ben-Gvir sebagai “provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan eskalasi konflik yang berbahaya.”
Ben-Gvir yang mengambil peran sensitif sebagai Menteri Keamanan Nasional Israel telah menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan dengan warga Palestina dan minoritas Arab Israel.
Dia dikenal sebagai pendukung vokal mendiang Meir Kahane, mantan anggota parlemen ultranasionalis yang partai politik Kach-nya dilarang di Israel pada 1994 berdasarkan undang-undang anti-terorisme.
Sebagai seorang pengacara dan kemudian seorang politisi, Ben-Gvir bangkit dari sayap kanan politik Israel dan kerap menjadi berita utama dunia karena pidato dan aksinya yang anti-Palestina.
Pada hari Senin, pejabat Palestina Hussein al-Sheikh menyerukan “tanggapan Palestina, Arab dan internasional” atas kunjungan Ben-Gvir.
Yordania, yang bertindak sebagai pengelola Kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, mengecam keras kunjungan Ben-Gvir.
Sementara Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir menggambarkan kunjungan pejabat Israel itu sebagai “menyerbu” kompleks Masjid Al-Aqsha.[]
























