New York, Gontornews — Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, Jumat (03/03/2023), melaporkan pentingnya sanitasi peralatan pompa ASI dan penyimpanan yang aman peralatan susu formula bubuk. Laporan ini terkait dengan munculnya ancaman Enterobacter Sakazakii (Cronobacter Sakazakii) yang mengkontaminasi abrik pembuatan susu formula.
CDC, sebagaimana dilansir CNN, menjelaskan Enterobacter Sakazakii dapat memasuki rmah dan ruangan lain melalui tangan, sepatu dan permukaan yang terkontaminasi lainnya. Meski tidak mengancam orang dewasa, patogen alami ini dapat mengancam nyawa bayi, terutama mereka yang lahir secara prematur atau dengan sistem kekebalan yang lemah.
Dalam uraiannya, CDC menyontohkan seorang bayi berusia 14 hari yang mendapatkan perawatan di rumah sakit pada September 2021 dengan demam, mudah tersinggung, menangis berlebihan, infeksi mulut hingga ruam popok.
Sebagian besar kasus infeksi Enterobacter Sakazakii dapat diobati dengan antibiotik dalam rentang waktu 21 hari. Hanya saja, pemberian antibiotik jenis intravena ini dapat menyebabkan meningitis, sepsis hingga kerusakan otak permanen. Sejauh ini, 40 persen bayi yang mengalami meningitis berakhir dengan meninggal dunia.
Pada kasus Februari 2022, seorang bayi meninggal dunia setelah menunjukkan gejala akibat terkontaminasi Enterobacter Sakazakii. Bayi yang lahir prematur ini menunjukkan gejala demam, detak jantung lambat, kesulitan bernapas hingga kejang.
Pada laporannya, CDC menemukan sampel bakter inii pada alat pompa asi yang banyak ditemukan di rumah.
“Karena C Sakazakii tersebar luas di lingkungan. Seorang pengasuh bayi harus mengikuti praktik kebersihan, persiapan dan penyimpanan yang aman dan mempelajari langkah-langkah untuk melindungi bayi dari infeksi,” tutup penulis laporan CDC. [Mohamad Deny Irawan]






















