New York, Gontornews — Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, Senin (26/06/2023), mengonfirmasi lima kasus malaria di Florida dan Texas. Temuan ini menjadi yang pertama sejak terakhir mengonfirmasi kasus serupa 20 tahun silam.
Negara bagian Florida mengatakan kasus pertama terkonfirmasi pada 26 Mei di Sarasota Country. Sementara pejabat Texas melaporkan satu kasus pada seorang penduduk bekerja di luar ruangan di Cameron Country pada 23 Juni 2023.
CDC mengatakan pihaknya telah mengeluarkan peringatan serius tentang malaria sebagai darurat medis. Mereka pun menghibau siapa pun yang memiliki gejala agar melapork ke otoritas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemantauan khusus.
Meski demikian, CDC mengklaim bahwa risiko malaria di Amerika Serikat tetap rendah dan sebagian besar kasus terjadi setelah orang bepergian ke luar negeri. Lembaga kesehatan itu juga menambahkan 95 persen infeksi malaria berasal dari Afrika.
Sebagai informasi, Malaria disebabkan oleh parasit yang dibawa oleh spesies nyamuk betina tertentu. Malaria menimbulkan sejumlah gejala kesehatan seperti demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, mual, diare hingga muntah. Pada beberapa kasus berat, pasien menunjukkan kerusakan ginjal, kejang higga koma.
Sebagai tindakan pencegahan, otoritas kesehatan Florida mengeluarkan peringatan kepada warga serta merekomendasikan penduduk untuk mengeringkan genangan air, memastikan tirai jendela tidak berlubang hingga menggunakan insektisida pengusir nyamuk. Mereka juga merekomendasikan kepada warga untuk menggunakan pakaian berlengan panjang maupun celana panjang untuk menghindari gigitan nyamuk.
Saran serupa juga dilontarkan negara bagian Texas. Mereka menyarankan dokter untuk, secara rutin, mengecek riwayat perjalanan pasien untuk menentukan asal gigitan nyamuk. [Mohamad Deny Irawan]


















