15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Tuesday, 9 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Pentingnya Menjaga Ekosistem Hijrah

H Teuku Wisnu, Aktor, Influencer, dan Enterpreneur

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
22 July 2024
in Wawancara
0
Pentingnya Menjaga Ekosistem Hijrah

Foto: grid.id

Peringatan 1 Muharram selalu identik dengan aksi hijrahnya Rasulullah SAW dan para pengikutnya dari Mekkah ke Madinah. Tentu saja, secara esensial, hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW tidak lepas dari maksud untuk menjadi lebih baik atau berpindah dari sesuatu yang baik menjadi sesuatu yang lebih baik lagi.

Salah seorang Aktor, Influencer, dan Enterpreneur, Teuku Wisnu, mengakui bahwa pengalamannya berhijrah telah menyadarkan dirinya tentang tujuan hidup yang sebenarnya. Berhijrah juga membawa dirinya menjadi sosok yang lebih produktif dan memahami seberapa besar pahala yang disiapkan Allah SWT kepada para pejuang keluarga.

“Maka dari itu (dengan berhijrah) saya mencoba untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik. Perasaan saya pun menjadi tenang ketika mengetahui bahwa untuk mencapai tujuan itu, ada hal yang harus saya lakukan,” katanya saat ditemui di kediamannya di Bintaro, Tangerang Selatan.

Wartawan Majalah Gontor, Mohamad Deny Irawan, berkesempatan untuk mewawancarai pria yang berperan sebagai “Farel” dalam sinetron Cinta Fitri pada tahun 2007-2011 itu. Simak pengalaman hidup dan tantangannya dalam berhijrah di bawah ini. Selamat membaca!

BACA JUGA

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Masyarakat Indonesia Ingin Awali-Akhiri Ramadhan Bersama

Pentingnya Deep Literasi di Era Digital

Apa yang Anda rasakan sebelum dan setelah berhijrah?

Dulu (sebelum hijrah) saat mencari nafkah tujuannya memang banyak sekali, terutama poin-poin duniawi. Tujuan itu terus berulang sampai terkadang saya tidak terlalu memikirkan halal-haramnya. Andaipun mempertimbangkan aspek halal, itu hanya sebatas literasi halal yang berdasarkan asumsi saya saja. Dulu, karena terlalu duniawi, saat sebelum hijrah tentunya, usai bekerja rasa capek-nya luar biasa. Tapi setelah dapat transferan, seketika rasa capek-nya hilang. Pertanyaannya, bagaimana saat projek kita tidak berhasil? Ya, sebatas tidak dapat apa-apa.

Sebelum hijrah, saya banyak melakukan hal yang dilakukan termasuk bermuamalah dalam makna yang lebih luas, bukan sekedar mencari nafkah semata, tapi juga membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Hanya saja, landasannya belum jelas. Saat itu, dasarnya hanya sebatas kemanusiaan saja, itu pun menurut kita.

Ketika memutuskan untuk berhijrah, sejatinya saya hanya berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik. Mungkin bahasannya itu saat seseorang memutuskan untuk berhijrah tentu tujuannya untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik. Setelah memutuskan untuk berhijrah, saya menjadi tahu apa tujuan hidup sebenarnya. Misalnya kita mengetahui tujuan Allah menciptakan kita di muka bumi untuk beribadah: yaitu masuk surga dan terhindar dari api neraka.

Maka dari itu (dengan berhijrah) saya mencoba untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik. Perasaan saya pun menjadi tenang ketika mengetahui bahwa untuk mencapai tujuan itu, ada hal yang harus saya lakukan. Ketika mencari nafkah, saya merasa memiliki ‘perasaan’ yang berbeda. Misalnya, ada sebuah hadis mengatakan bahwa mencari nafkah untuk keluarga kita memiliki nilai yang sama dengan seorang mujahid. Bayangkan, Anda tidak perlu perang, tapi peran mencari nafkah bagi keluarga disamakan dengan peran seorang mujahid. Nah, jadi lebih enak saja kalau kita tahu imbalannya. Insya Allah, masuk surga, jadi saya rasa semua Muslim harusnya akan seperti itu.

Apa saja tantangan yang Anda alami di saat awal berhijrah?

Seperti halnya pengguna sabuk putih dalam karate, kita masih berada pada fase belajar. Meski baru belajar, tapi inginnya langsung bisa fighting di jalanan. Itu kira-kira yang saya alami di awal-awal fase berhijrah. Saya sadar saat itu belum punya ilmu (tentang hijrah). Karena itu, kalau saya mengetahui ilmunya dari awal, mungkin saya akan lebih rendah hati.

Karena tidak ada ilmunya, banyak hal salah yang saya terapkan. Tentunya, keberadaan guru diperlukan pada saat itu dan tentunya itu semuanya atas seizin Allah SWT. Pada aspek ini, rangkaian ekosistem (hijrah) seperti ilmu, lingkungan dan keberadaan guru harus berada pada sebuah titik yang sama.

Semisal saya memiliki hobi bola tapi tiba-tiba ditempatkan dalam sebuah pertandingan sepakbola selevel Liga Champion, matilah kita. Pada posisi itu, kita tidak tahu apa-apa kecuali teknik-teknik dasarnya. Belum lagi jika kita berbicara mengenai strategi, latihan dan lain sebagainya. Begitu juga yang saya rasakan saat berhijrah di fase-fase awal. Main bebas saja. Gaya bebas.

Bisa dibilang, kondisi itu terus berjalan hingga suatu hari saya mendapatkan ujian banyak orang yang tidak senang dengan langkah yang saya lakukan. Saya bahkan sampai kaget juga mendengar komentar-komentar itu. Padahal, maksud saya melakukan ini karena ingin menjadi sosok yang lebih baik. Kemudian, saya sadar bahwa itu terjadi karena saya tidak tahu ilmunya.

Pada satu sisi, saya juga mengakui bahwa di awal hijrah, saya salah melangkah. Apa yang saya dapatkan langsung saya sampaikan. Jadi, tidak heran jika banyak serangan. Pada satu titik saya sadar, kesalahan ini berasal dari diri saya karena tidak belajar langsung dengan guru dan tidak tahu ilmunya. Tapi overall, begitu tantangannya.

Bagaimana Anda melihat fenomena hijrah di kalangan pekerja seni saat ini?

Saya bahagia dan senang karena sekarang banyak orang yang semakin dekat dengan agama. Coba bandingkan, saat zaman bapak saya, alasan orang masuk pesantren karena mereka bandel. Iya kan? Tapi sekarang, orang-orang berlomba-lomba untuk masuk pesantren. Pertanyaan seperti “Anakmu masuk pesantren tidak setelah SMP?” atau “SMA-nya lanjut boarding tidak?” itu sudah biasa.

Jumlah sekolah-sekolah Islam, boarding school, pesantren pun terus bertambah. Akhirnya, situasi ini membuat masyarakat memiliki banyak pilihan. Bahkan, orang bangga saat anaknya sudah hafal 10 juz. Akhirnya, banyak yang iri dengan pencapaian tersebut sembari berharap anaknya bisa menjadi seperti itu.

Saya sih merasa senang dengan gelombang hijrah yang banyak seperti saat ini. Tapi kalau boleh beri masukan, semangat ini harus dilengkapi dengan lingkungan yang baik serta mendapatkan bimbingan dari guru dan tentu harus ada ilmu dalam setiap langkah tersebut.

Bagaimana Anda melihat semangat hijrah di kalangan milenial dan Gen Z?

Saya melihat banyak even keislaman yang mengundang para ustadz dan banyak sekali anak muda yang ikut even tersebut. Tentunya, saya menyambut fenomena ini secara positif, terutama jika saya memantau dari platform media sosial semisal Instagram, TikTok atau Twitter. Itu bisa saja terjadi, karena setiap orang bisa menyampaikan banyak hal dari platform tersebut.

Hanya saja saya kembali mengingatkan bahwa semua itu harus memiliki landasannya. Perlu juga kehati-hatian dalam menyampaikan sesuatu, bisa jadi ada kesalahan tentang apa yang kita sampaikan. Lagi-lagi saya ingin menekankan keberadaan guru sebagai pengingat terutama yang terkait tentang pengetahuan yang belum kita pahami. Kalau perlu, saat membuat konten, perlu juga ditanya apakah konten ini aman atau tidak kepada guru kita? Kalau sudah aman, tentu kita tenang menjalaninya.

Tren dakwah saat ini mengarah ke dunia digital. Semakin banyak orang yang berdakwah melalui dunia digital. Saat ini, bahkan, dakwah tidak hanya berisi ceramah-ceramah, bukan monolog, tapi lebih ke life style, gaya hidup. Sebagai contoh, seorang pembuat konten bisa saja membuat video tentang kedekatannya dengan ibunya atau video tentang cara sederhana dalam membahagiakan seorang istri. Tentunya, pesan-pesan itu jelas ada dalam Islam. Melalui video singkat tersebut, in syaa Allah kena ke masyarakat tanpa harus berbicara.

Apa pesan Anda untuk masyarakat terkait hijrah?

Saya ingin kita bersatu. Ukhuwwah Islamiyah ini harus terus kita jaga. Saya sedih melihat beberapa pihak masih bersitegang hanya karena masalah fikih. Ke depan, kita harus saling menghargai satu sama lain, merangkul satu sama lain. Toh, masih banyak tujuan besar yang harus kita perjuangkan. Sebut saja isu Palestina, Suriah, dan banyak juga saudara-saudara kita di Indonesia ini terutama mereka yang tinggal di pelosok, yang mungkin membutuhkan Al-Qur’an, da’i tidak ada, mereka tidak tahu rukun Islam, cara shalat tidak tahu, bahkan mungkin cara wudhu saja tidak tahu.

Ayo, kita saling rangkul dan saling menghargai satu sama lain. Jika ada perbedaan satu sama lain, biarkan itu dibicarakan dan didisikusikan oleh para guru kita. Kita murid, sami’na wa atha’na. Kita jalani, bismillah dan saling menghargai.  []

Tags: EkosistemHijrahMilenial
Share7Tweet5Send
Previous Post

Beragama Harus dengan Ilmu Bukan Hawa Nafsu

Next Post

Seminar Online Primago 2024: Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Jadi Dokter?

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

8 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

0
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

0
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

0
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result