15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 6 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Disertasi Dr M Irfan Wahid Lc MSi, Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Edithya Miranti by Edithya Miranti
14 January 2026
in Risalah
0
Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Bisakah seorang Dayak tetap disebut Dayak setelah memeluk Islam? Atau, apakah agama otomatis menghapus jejak etnis yang diwarisi sejak leluhur? Pertanyaan ini bukan sekadar wacana akademik, melainkan pengalaman nyata yang dihidupi komunitas Oloh Salam di Kalimantan Tengah.    

 Di tengah silang sejarah kolonial, pengaruh Kesultanan Banjar, hingga misi Kristen, mereka merangkai identitas yang tak tunggal: Dayak sekaligus Muslim. Inilah kisah tentang bagaimana identitas dinegosiasikan, diperdebatkan, dan dihidupkan kembali dalam ruang-ruang sosial yang terus berubah.

Disertasi terbaru karya M Irfan Wahid mengangkat tema yang jarang disentuh: Konstruksi Identitas Oloh Salam, sebutan bagi Dayak Islam di Kalimantan Tengah. Penelitian ini berangkat dari keresahan akademik terhadap anggapan bahwa identitas Dayak selalu identik dengan animisme atau Kristen. Sementara mereka yang memeluk Islam dianggap “turun Melayu.”

Dengan mengacu pada teori konstruksi identitas budaya Joel S. Kahn, penelitian ini menekankan bahwa identitas Oloh Salam bukan warisan statis, melainkan hasil dari proses artikulatif yang panjang. Identitas tersebut lahir dari negosiasi berlapis antara adat Dayak, ajaran Islam, serta dinamika sosial politik lokal. Perspektif ini menempatkan Oloh Salam sebagai aktor aktif dalam pembentukan identitasnya.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Integrasi Zakat dan Wakaf untuk Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Perdesaan

Dua hal utama yang diperdebatkan dalam penelitian ini adalah: pertama, asumsi bahwa identitas Dayak intrinsik melekat pada satu agama tertentu, kedua, klaim bahwa identitas Dayak bersifat homogen. Disertasi ini membongkar kedua asumsi itu dengan menunjukkan bagaimana Oloh Salam merawat identitas Dayak sekaligus Islam melalui ruang-ruang hibrida. Sejarah panjang pertemuan dengan Kesultanan Banjar, kolonial Belanda, dan misi Kristen turut memperkaya artikulasi identitas tersebut.

“Penelitian ini menegaskan bahwa hibriditas tidak berarti kehilangan otentisitas, melainkan justru strategi bertahan,” terang Dr Irfan, alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2006 itu. Disebutkan dalam penelitiannya bahwa Oloh Salam ditampilkan sebagai komunitas yang lihai menavigasi batas-batas identitas.

Pertanyaan sentral penelitian ini sederhana, namun fundamental yakni tentang bagaimana identitas Oloh Salam terbentuk, dinegosiasikan, dan dipertahankan dalam lintasan sejarah, sosial, dan politik Kalimantan Tengah? Pertanyaan itu sekaligus menjadi kritik terhadap penelitian terdahulu yang cenderung mengabaikan dinamika internal masyarakat Dayak Islam. Dengan cara tersebut, penelitian ini tidak hanya mendeskripsikan tetapi juga menginterogasi bagaimana identitas dibangun, diakui, atau bahkan ditolak oleh komunitas lain.

Penelitian ini mengajukan kritik bahwa kerja artikulatif dalam Islam tidak hanya menyangkut aspek pengetahuan atau sanad epistemik, tetapi juga berkaitan dengan ethical embodiment. Artikulasi Islam harus dipahami dalam horizon etika—diterjemahkan ke dalam akhlak, adab, dan kepekaan terhadap sesama serta lingkungan (antroposen). “Dengan demikian, identitas Oloh Salam tidak hanya dibangun secara genetik (nasab) dan epistemik (sanad), tetapi juga secara etis-teleologis melalui praktik takhalluq bi makarim al-akhlaq,” tekan pria asal Palangka Raya itu.

Selain Kahn, penelitian ini juga merujuk pada pemikiran antropolog seperti Fredrik Barth tentang batas-batas etnis, serta konsep third space Homi Bhabha. Identitas Oloh Salam dipahami sebagai ruang perjumpaan yang menghasilkan bentuk-bentuk baru, bukan sekadar asimilasi. Dalam konteks ini, agama dan budaya tidak ditempatkan sebagai entitas yang saling meniadakan, melainkan sebagai unsur yang saling mengisi. Dengan kerangka ini, penelitian menunjukkan bahwa identitas Dayak Islam lahir dari artikulasi yang kreatif sekaligus strategis.

Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa identitas Oloh Salam bukanlah hasil pasif dari konversi agama, melainkan konstruksi aktif yang dipengaruhi oleh peristiwa sejarah besar. Kolonialisme Belanda, penetrasi Kesultanan Banjar, dan aktivitas misi Kristen membentuk medan negosiasi yang harus dihadapi Oloh Salam. Dalam situasi itu, Oloh Salam tidak sekadar menjadi objek, tetapi juga subjek yang menentukan arah identitasnya. Bahkan, mereka memanfaatkan ruang sejarah tersebut untuk menegaskan posisi sosial-politik mereka.

Diskusi juga menyoroti bagaimana Oloh Salam memainkan peran penting dalam rekonsiliasi pasca-konflik Dayak–Madura di Kalimantan Tengah. Identitas keislaman mereka, yang berkelindan dengan budaya Dayak, memungkinkan terciptanya jembatan sosial di tengah ketegangan. Mereka menjadi mediator, baik dalam praktik keagamaan maupun dalam ruang politik. Peran ini memperlihatkan agensi Oloh Salam dalam menciptakan kohesi sosial lintas etnis dan agama.

Kontribusi akademik dari penelitian ini signifikan dalam diskursus antropologi Islam. Dengan menekankan identitas sebagai kerja artikulatif, penelitian ini menggeser pemahaman tentang Islam di Nusantara dari sekadar “agama luar” menjadi sesuatu yang dinegosiasikan dalam konteks lokal. Oloh Salam menjadi bukti bahwa Islam tidak hanya datang sebagai kekuatan homogenisasi, tetapi juga sebagai unsur yang mampu berdialog dengan budaya lokal. Hal ini memperkaya diskursus tentang hibriditas dalam antropologi agama.

Lebih jauh, penelitian ini menawarkan kebaruan dalam kajian identitas Dayak. Jika sebelumnya identitas sering dipahami sebagai konstruksi kolonial atau proyek negara, penelitian ini menegaskan adanya agensi komunitas lokal. Oloh Salam menampilkan kemampuan untuk mengartikulasikan identitas mereka sendiri, tidak hanya menyesuaikan diri, tetapi juga mengubah wacana dominan. Kontribusi ini penting untuk memperluas horizon studi antropologi Islam dan memberi ruang pada suara-suara dari pinggiran.

Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas Oloh Salam merupakan identitas hibrida yang cair, dinamis, dan kontekstual. Ia lahir dari negosiasi berlapis antara adat, agama, dan kekuasaan, sekaligus menjadi ruang perjumpaan yang produktif. Identitas ini memperlihatkan bahwa Dayak Islam bukanlah kategori yang kontradiktif, melainkan bentuk integrasi kreatif yang khas.

“Disertasi ini menegaskan pentingnya melihat identitas bukan sebagai label kaku, melainkan sebagai proses yang terus bergerak dan terbuka,” tutup Irfan, peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79 dan predikat Sangat Memuaskan dalam penelitian yang dipromotori oleh Prof Dr Zulkifli MA (sekaligus ketua sidang promosi), Prof Dr H Yusron Razak MA, dan lainnya itu. [Edithya Miranti]

 

Biodata Singkat Peneliti

Nama                          : Dr M. Irfan Wahid Lc MSi

Tempat Tanggal Lahir  : Palangka Raya, 2 Juli 1987

Alumni                         : Pondok Modern Gontor 2006

Pekerjaan                    : Dosen Tetap UIN Palangka Raya

Pendidikan                  :

  1. S1 Teologi dan Filsafat Islam, Universitas Al-Azhar Kairo, 2011.
  2. S2 Kajian Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia, 2015.
  3. S3 Antropologi dan Sosiologi Agama, Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2025.

Karya Tulis                   :

  1. Folklore of Plague: Traditional Dayak Rituals as a Medium for Social Resilience and Conflict Resolution (AICIS 2022).
  2. Dari Tradisional Menuju Digital: Adopsi Internet oleh Nahdlatul Ulama Selama Pandemi Covid-19 (2020).
  3. Investigating the Credibility of Online Fatwas (2019).
Tags: Dayak IslamDr M Irfan Wahid Lc MSi.Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah JakartaPerjalanan Identitas Oloh Salam
Share45Tweet28Send
Previous Post

Yayasan Raudhah Al-Gontory Siap Muliakan Seratus Ribu Yatim Dhuafa

Next Post

Dosen UNIDA Gontor Realisasikan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2025: Game 3D Inovatif

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

0
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

5 June 2026
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

5 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result