pesanan-baju-kaos
34 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 18 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Tajarrud:  Jalan Keikhlasan dan Keutuhan Jiwa

Oleh Prof Dr H Nur Hadi Ihsan MIRKH, Guru Besar Ilmu Tasawuf Universitas Darussalam Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
19 January 2026
in Kolom
0
Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Foto: UNIDA Gontor

“Sebagai orang-orang pondok; kiai pondok, guru pondok, pengelola pondok harus mempunyai kerjaan yang namanya tajarrud. Artinya menelanjangi diri; mencopot baju-baju keduniaan, nafsu-nafsu keduniaan, nafsu-nafsu egoisme, nafsu-nafsu tamak harus tinggalkan semuanya. Kalau di dirinya masih ada keduniaan, jangan jadi kiai, jangan dirikan pondok. Tajarrud-nya saja gak lulus. Kalau jadi kiai hanya untuk dapat apa, berapa, dan bagaimana caranya — palsu. Kiai palsu. Ulama palsu. Madha nawaita? (Apa) Niat kamu jadi guru, jadi pegawai, jadi wakil rakyat, jadi pejabat, jadi presiden?” (KH Hasan Abdullah Sahal)

Kata-kata Kiai Hasan Abdullah Sahal di atas bukan sekadar nasihat moral, tetapi seruan eksistensial untuk melakukan tajarrud — melepaskan diri dari belenggu dunia dan ego.

Dalam bahasa Arab, tajarrud (تجرّد) berasal dari akar kata جرد yang bermakna menanggalkan, mengosongkan, atau membersihkan dari sesuatu yang melekat. Ungkapan “tajarrada min al-tsiyāb” berarti menanggalkan pakaian, sedangkan “tajarrada lillāh” berarti menanggalkan segala selain Allah dari hati.

Makna ini bukan sekadar simbolik. Ia menandai sebuah proses pembersihan batin — de–attachment — terhadap dunia dan hawa nafsu. Imam al-Qusyairi dalam al-Risālah al-Qusyairiyyah menjelaskan: “Al-tajarrud huwa khurūj al-qalb min al-‘alā’iq” — “Tajarrud adalah keluarnya hati dari segala ikatan selain Allah.”

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Dengan demikian, tajarrud bukan berarti meninggalkan dunia secara fisik, melainkan menanggalkan keterikatan batin terhadap dunia sehingga hati menjadi cermin yang bersih bagi cahaya Ilahi.

Pondok sebagai Madrasah Tajarrud

Dalam konteks pesantren, tajarrud adalah fondasi ruhani dari sistem pendidikan. Pesantren lahir bukan dari ambisi duniawi, tetapi dari keinginan suci untuk menghidupkan agama dengan menghidupkan manusia.

Kiai Hasan menegaskan bahwa tugas utama orang pondok kerja tajarrud — kerja sunyi untuk membersihkan niat. Ketika seseorang mendirikan pondok, mengajar, atau memimpin dengan niat memperoleh keuntungan, status, atau pengaruh, maka ia telah gagal di ujian pertama spiritualitas: niat.

Pertanyaan yang mengguncang dari beliau — “Madha nawaita?” — “Apa niatmu” merupakan inti dari pendidikan ruhani Islam. Ia menguji fondasi kesadaran moral: apa niatmu dalam setiap amal? Sebab sebagaimana sabda Nabi SAW: “Innamā al-a‘mālu bi al-niyyāt.” Semua amal tergantung niatnya.

Tajarrud dalam Perspektif Filsafat dan Tasawuf

Secara filosofis, tajarrud adalah proses menjadi manusia sejati — manusia yang bebas dari determinasi nafsu dan dunia. Dalam terminologi tasawuf, ia termasuk tahap takhalli (pengosongan diri dari sifat tercela), yang menjadi prasyarat bagi tahalli (penghiasan diri dengan akhlak mulia) dan akhirnya tajalli (penyingkapan cahaya Ilahi).

Al-Ghazali dalam Ihyā’ ‘Ulūm al-Dīn menulis bahwa manusia tidak akan mencapai hakikat ikhlas sebelum melepaskan keterikatan terhadap selain Allah. Dunia merupakan ujian, bukan tujuan. Sedangkan Ibn ‘Aṭā’illah al-Sakandari menegaskan dalam al-Ḥikam: “Tidak akan bersinar hatimu selama di dalamnya masih ada sesuatu selain Allah.”

Tajarrud, dengan demikian, adalah peniadaan demi penegasan: ketika dunia dinafikan dari hati, maka yang tertinggal hanyalah Allah. Inilah tauhid dalam bentuk eksistensial — bukan sekadar doktrin, tetapi pengalaman batin yang mengosongkan diri dari yang fana untuk mengisi diri dengan yang baka.

Tajarrud sebagai Kritik terhadap Kapitalisme Spiritual

Kiai Hasan sebenarnya sedang melancarkan kritik tajam terhadap gejala modern: komersialisasi agama dan pendidikan. Ketika lembaga keagamaan berdiri karena motif ekonomi, ketika jabatan kiai dan guru menjadi alat status sosial, maka tajarrud telah digantikan oleh kerakusan.

Malik Bennabi menyebut fenomena ini sebagai crisis of ideas, yaitu ketika gerakan keagamaan kehilangan motivasi ruhaniahnya dan hanya bergerak secara material. Sementara Ismail Raji al-Faruqi menegaskan bahwa tauhid menuntut integritas total antara niat, ilmu, dan amal.

Maka, tajarrud adalah implementasi praktis tauhid — menegaskan keesaan Tuhan dalam niat dan tindakan, sehingga tidak ada ruang bagi kepalsuan dalam dakwah dan kepemimpinan spiritual.

Tajarrud sebagai Cinta dan Kebebasan

Pada tataran paling tinggi, tajarrud bukan sekadar tazkiyah, melainkan mahabbah. Orang yang telah mencapai tajarrud tidak merasa berat meninggalkan dunia, karena hatinya telah dipenuhi oleh cinta kepada Allah.

Rumi mengibaratkan: “Ketika engkau telah memiliki laut, apakah engkau masih akan mengejar tetes air?”

Tajarrud adalah keberanian untuk kehilangan demi menemukan yang sejati. Ia kebebasan spiritual tertinggi: bebas dari dunia bukan karena membencinya, tetapi karena telah menemukan makna terdalamnya di dalam Allah.

Tajarrud dan Peradaban Ruhani

Kiai Hasan Abdullah Sahal berbicara bukan hanya tentang moralitas individu, tetapi tentang fondasi peradaban ruhani. Pondok, dalam pandangan beliau, merupakan miniatur masyarakat tauhid, dan ruhnya tajarrud.

Ketika tajarrud hilang, pondok kehilangan arah: ilmu menjadi alat, bukan cahaya; kiai menjadi simbol, bukan pembimbing. Tetapi ketika tajarrud hadir, pondok menjadi rahmat, bukan institusi.

Penutup

Tajarrud merupakan inti keikhlasan dan puncak kebebasan spiritual. Ia menuntut keberanian untuk menelanjangi diri dari ambisi, ego, dan ketergantungan duniawi. Bagi orang pondok, tajarrud bukan pilihan, tetapi syarat keberadaan moral.

Kiai Hasan telah mengingatkan bahwa pendidikan Islam sejati hanya akan lahir dari jiwa-jiwa yang tajarrud lillāh — jiwa yang telah menanggalkan dunia demi menghidupkan dunia dengan nilai Ilahi. []

 

Mantingan, 30 November 2025

Tags: KH Hasan Abdullah SahalTajarrudTasawuf
Share11Tweet7Send
Previous Post

UNIDA Gontor Sukses Kembangkan Game Edukatif Berbasis 3D FPS dalam Pembelajaran Bahasa Arab Iterasi Kedua

Next Post

Musyawarah Daerah IKAPI DKI Agendakan Pemilihan Ketua Baru

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result