Ponorogo, Gontornews — Tim dosen riset Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yang dipimpin oleh Yoke Suryadarma MPdI, Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UNIDA Gontor, berhasil mengembangkan game edukatif berbasis 3D FPS dalam pembelajaran Bahasa Arab iterasi kedua dengan model pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) berbasis Mechanic Dynamic Aesthetic (MDA) framework .
Pengembangan game edukatif iterasi kedua ini berfokus pada perbaikan dan penambahan fitur game, di antaranya tampilan visual lebih baik dari sebelumnya, suara lebih jernih, rasio ukuran game ideal dan tidak berat. Kemudian dari sisi konten game, gamifikasi model iterasi kedua ini tidak hanya berfokus pada mufradat (kosakata Bahasa Arab), tetapi terdapat kalimat contoh dari kosakata tersebut.
Terdapat pula fitur untuk menguji pemahaman siswa secara mandiri yang dinamakan dengan self testing sistem. Setelah menyelesaikan permainan dalam satu bab, siswa akan mengerjakan tes formatif bab tersebut sebelum dapat melanjutkan ke bab berikutnya.
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Islam (SDI) di wilayah Jawa Timur, yaitu Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Qurrota A’yun Kabupaten Ponorogo, Sekolah Dasar Muhammadiyah Terpadu (SDMT ) Kab. Ponorogo, SDI Al-UMM Kota Malang, SDI Nurul Izzah Kab. Malang dan SDI Al-Azhar 52 Kota Sidoarjo.
Kepala SDI Nurul Izzah, Ustadzah Aqidatul Izzah SPd MM, menyampaikan apresiasi yang luar biasa. Menurutnya, pengembangan game ini sangat bermanfaat untuk proses pembelajaran Bahasa Arab di sekolahnya.
Senada dengan hal ini, Ustadz Rimun SPd, pengajar Bahasa Arab SDIT Qurrota a’yun Ponorogo juga melihat langsung bagaimana para siswa belajar dan bermain menggunakan game edukatif tersebut dan menurutnya sangat menyenangkan, sehingga para siswa dapat lebih semangat dalam belajar Bahasa Arab.
Pengembangan game edukatif 3D FPS iterasi kedua ini didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia melalui program pendanaan HIBAH Penelitan Fundamental Reguler (PFR) tahun 2025 lalu.
Kepada Gontornews.com, Yoke Suryadarma menjelaskan bahwa tim dosen peneliti terdiri dari lintas disiplin ilmu yaitu Yoke Suryadarma MPdI, Fitri Setyorini MPd, dan Siti Nikmatul Rochma MPd dalam bidang pendidikan dan pembelajaran Bahasa Arab, serta Faisal Reza Pradana MKom yang merupakan ahli dalam bidang gamifikasi.
Melalui terobosan berbasis gamifikasi dan digitalisasi, tim dosen berhasil mengembangkan game edukatif Bahasa Arab dan mendapatkan hasil yang maksimal. Capaian hasil nilai para siswa meningkat secara signifikan dari nilai rata-rata 40 menjadi 70, bahkan ada yang mencapai 90. Adapun tingkat presentase kepuasan guru juga menunjukkan hasil yang sangat memuaskan mencapai 90.8% tingkat kepuasan guru.
Hal ini menunjukkan bahwa para guru melihat game Arabic berbasis 3D FPS iterasi kedua ini berpotensi dan sangat mampu membuat para siswa memiliki motivasi dan mampu menggugah keterlibatan siswa dalam pembelajaran secara maksimal dan sesuai untuk pembelajaran kosakata Bahasa Arab siswa. [Edithya Miranti]





















