Bogor, Gontornews – Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insantama Leuwiliang secara berkala rutin menggelar acara Literacy Day. Acara ini digelar untuk meningkatkan taraf kesadaran literasi para siswa.
Dalam sambutan pembukaan Literacy Day, Rabu (29/4/2026), Kepala SMPIT Insantana Leuwiliang, Yoga Swara SP, menyampaikan bahwa acara ini memberikan dampak yang luar biasa pada sekolah. Pasalnya, rapor sekolah SMPIT Insantama yang diterima dari Dinas Pendidikan menunjukkan poin yang tinggi pada bagian aspek literasi.
Berbeda dengan Literacy Day sebelumnya, Literacy Day SMPIT Insantama Leuwiliang kali ini mengusung tema “Influencer Perubahan”. Melalui tema ini, diharapkan siswa-siswi dapat termotivasi untuk menciptakan karya yang tidak hanya viral dan digemari banyak orang, tetapi juga melakukan amar ma’ruf nahi munkar kepada sesama.
“Sebagai seorang manusia, kita memiliki kewajiban untuk memberikan pengaruh (influence) dan membawa orang lain ke arah yang lebih baik,” ujar Yoga Swara di depan para siswa dan guru yang memadati aula lantai 2 gedung SMPIT Insantama Leuwiliang.
Literacy Day kali ini menghadirkan narasumber ahli, Hayatun Nufus Rusydi SHum, untuk menjelaskan tahapan proses kreatif menulis cerita pendek (cerpen). Dari materi yang disampaikan, siswa-siswi diminta untuk menujukkan kemampuan terbaiknya dalam menuliskan cerpen.
“Menulis cerpen bukan hanya mengasah daya imajinasi, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir, mengolah kata, dan mengasah daya riset para siswa,” ujar alumnus Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung itu.
Sebagai bentuk apresiasi bagi siswa yang telah berupaya melahirkan karya terbaiknya, SMPIT Insantama Leuwiliang akan menerbitkan 20 cerpen terbaik dalam bentuk antologi.
Kemeriahan acara Literacy Day semakin bertambah tatkala penampilan dari ekstrakurikuler band dimulai. Pembina ekstrakurikuler band, Bani Maulid SS, menyampaikan bahwa lagu kali ini dibawakan secara khusus untuk siswa-siswi kelas 9 yang sebentar lagi akan lulus dan meninggalkan sekolah.
Tidak berakhir di situ, antusiasme siswa kembali meningkat ketika pengumuman Siswa Bintang dibacakan. Siswa Bintang merupakan penghargaan yang diberikan pada siswa-siswi dengan jumlah puasa sunnah terbanyak di setiap kelasnya. Penghargaan ini diberikan bukan sebatas apresiasi saja, tapi juga untuk memberikan motivasi kepada para siswa lainnya.
Acara Literacy Day bukan hanya menjadi ajang penciptaan karya, tapi juga menambah serangkaian memori indah bagi siswa di usia remajanya. []























