10
Tonton Selengkapnya
KETUA FORCREATOR IKPM GONTOR
32 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 14 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
13 July 2026
in Tafsir
0
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Foto: BincangSyariah

Landasan Teologis

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Ma’idah: 8)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Peran Jin dan Manusia dalam Kehidupan Sehari-hari

Membangun Integritas Pendidik dan Peserta Didik

Tafsir As-Sa’di menyebutkan makna “Wahai orang-orang yang beriman’’, yaitu orang-orang yang telah beriman kepada apa yang diperintahkan untuk diimani, laksanakanlah konsekuensi dari keimanan kalian dengan menjadi orang-orang yang senantiasa menegakkan (kebenaran) karena Allah, dan menjadi saksi dengan adil. Maksudnya, hendaklah seluruh gerak lahir maupun batin kalian bersemangat dalam menegakkan keadilan. Hendaklah penegakan keadilan itu dilakukan semata-mata karena Allah, bukan demi tujuan-tujuan duniawi. Selain itu, hendaklah yang kalian tuju keadilan yang sesungguhnya, yaitu tidak berlebihan dan tidak pula mengurangi hak, baik dalam ucapan maupun perbuatan.

Adapun makna “Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil”, maksudnya, jangan sampai kebencian kepada suatu kaum menyebabkan kalian meninggalkan keadilan, sebagaimana dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki sifat adil dan tidak mengenal kebenaran. Kebenaran yang dibawanya harus diterima karena memang itu kebenaran, bukan karena siapa yang mengucapkannya.

Sementara itu Tafsir Al-Baghawi menyebutkan makna firman Allah, “Berlaku adillah,” yaitu berlaku adillah terhadap orang-orang yang kalian cintai maupun terhadap musuh-musuh kalian. Adapun makna firman-Nya, “Karena adil itu lebih dekat kepada takwa,” maksudnya, keadilan merupakan jalan yang paling dekat untuk mencapai ketakwaan kepada Allah.

Sedangkan makna firman-Nya, “Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” maksudnya, bertakwalah kepada Allah dalam seluruh urusan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala amal yang kalian lakukan, tidak ada satu pun perbuatan yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia akan memberikan balasan yang setimpal atas semuanya.

Dalam ayat ini, menurut Tafsir Al-Qurthubi, terdapat dalil bahwa putusan hukum seorang hakim terhadap musuhnya tetap sah apabila dilakukan karena Allah, demikian pula kesaksiannya terhadap musuh tersebut tetap diterima. Sebab Allah memerintahkan untuk berlaku adil sekalipun terhadap orang yang dibenci. Seandainya keputusan hukum dan kesaksiannya terhadap orang yang dibenci tidak sah hanya karena adanya kebencian, tentu perintah Allah untuk berlaku adil dalam keadaan seperti itu tidak memiliki makna.

Ayat ini juga menunjukkan bahwa kekafiran seseorang tidak menghalangi kewajiban untuk berlaku adil kepadanya. Oleh karena itu, tindakan terhadap orang-orang kafir harus dibatasi pada apa yang memang dibenarkan syariat, seperti peperangan dan penawanan yang memang menjadi hak dalam kondisi tertentu. Tidak boleh melampaui batas dengan melakukan penyiksaan atau mutilasi terhadap mereka, sekalipun mereka telah membunuh perempuan dan anak-anak kaum Muslimin serta menimbulkan kesedihan.

Sedangkan Tafsir Ath-Thabari menjelaskan, janganlah kalian berbuat zalim dalam keputusan hukum maupun dalam tindakan kalian, sehingga melampaui batas-batas yang telah Allah tetapkan terhadap musuh-musuh kalian hanya karena permusuhan mereka kepada kalian. Demikian pula, janganlah kalian mengurangi pelaksanaan hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah terhadap orang-orang yang kalian cintai hanya karena kedekatan dan loyalitas mereka kepada kalian.

Sebaliknya, hendaklah kalian berhenti pada batas-batas yang telah Allah tetapkan terhadap seluruh manusia tanpa membeda-bedakan, dan laksanakanlah semua itu sesuai dengan perintah-Nya.

Keadilan terhadap mereka lebih mendekatkan kalian kepada ketakwaan, yaitu agar dengan menegakkan keadilan kalian termasuk orang-orang yang bertakwa di sisi Allah. Orang-orang bertakwa yaitu mereka yang memiliki rasa takut dan kewaspadaan kepada Allah sehingga tidak menyelisihi sedikit pun perintah-Nya dan tidak melakukan sesuatu yang termasuk maksiat kepada-Nya.

Inti Reflektif

Kejujuran sejati tidak diuji ketika keadaan menguntungkan, tetapi ketika kejujuran berbenturan dengan kepentingan pribadi, kelompok, atau emosi. Surat Al-Ma’idah ayat 8 mengajarkan bahwa seorang Mukmin harus tetap berpegang teguh pada kebenaran dan berlaku adil, bahkan kepada orang yang tidak disukai.

Integritas seorang Muslim diukur bukan dari banyaknya ibadah yang dilakukan, melainkan dari konsistensinya menjaga kejujuran dan keadilan dalam setiap keadaan. Ketika kepentingan menguasai hati, kebenaran mudah dikorbankan. Namun, ketika takwa menjadi landasan hidup, kejujuran akan tetap tegak meskipun harus menanggung risiko.

Nilai-Nilai Pedagogis

Surat Al-Ma’idah ayat 8 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogis) bagi manusia, khususnya umat Islam. Pertama, Nilai Pendidikan Keimanan (Iman). Ayat ini diawali dengan panggilan kepada orang-orang yang beriman. Hal ini menunjukkan bahwa keimanan menjadi fondasi utama perilaku seorang Muslim. Pendidikan Islam harus mengarahkan peserta didik agar menjadikan iman sebagai dasar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

Guru dan orang tua harus menanamkan keyakinan peserta didik bahwa seluruh perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, sehingga peserta didik akan melakukan segala aktivitas hanya karena Allah dan mencari ridha Allah. Anak yang dididik dengan keimanan sedari kecil akan tumbuh menjadi hamba-hamba Allah yang memegang teguh agama, persaudaraan, dan kebenaran.

Kedua, Nilai Pendidikan Keadilan dan Kejujuran. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk selalu adil kepada siapa pun. Keadilan merupakan inti ajaran Islam. Orang yang adil telah menegakkan kebenaran, kejujuran dan terhindar dari kezaliman dan perbuatan dosa. Salah satu keutamaan adil yaitu mendekatkan kepada ketakwaan kepada Allah SWT.

Seorang pendidik maupun peserta didik harus mampu bersikap objektif tanpa dipengaruhi emosi ataupun kepentingan tertentu. Guru harus mengajarkan peserta didik untuk senantiasa menghargai hak setiap orang dan menumbuhkan budaya kejujuran dan sportivitas. Sehingga anak yang tumbuh dengan sifat keadilan dan kejujuran sejak kecil akan menjaga sifat berlaku adil dan berkata jujur kepada siapa pun.

Ketiga, Nilai Pendidikan Pengendalian Emosi. Nilai ini mengajarkan kecerdasan emosional (emotional intelligence), yaitu kemampuan mengendalikan amarah, kebencian, dan dendam. Pengendalian amarah butuh latihan karena kebanyakan manusia selalu melampiaskan amarahnya daripada menahan amarah.

Guru dan orang tua harus memberikan teladan kepada peserta didik dalam menyelesaikan konflik secara bijaksana, memberikan arahan dan mengembangkan kemampuan mengendalikan emosi serta menghindari tindakan diskriminatif. Anak yang mampu mengendalikan emosi akan menjadi anak yang tenang, mampu menyelesaikan masalah dan tidak akan bertindak kasar. Dia tumbuh menjadi anak yang berpegang teguh kepada Allah.

Landasan Teoretis

Jujur dalam Islam berasal dari bahasa Arab yaitu kata “Shidiq” yang artinya benar dan dapat dipercaya. Dalam Islam, jujur merupakan hal yang utama atau induk dari sifat-sifat terpuji (mahmudah). Jujur adalah sikap yang sesuai antara perkataan dan perbuatan. Seseorang dikatakan jujur apabila ia berkata sesuai dengan kenyataan. Salah satu keutamaan kejujuran mengantarkan pelakunya kepada kebaikan dan surga.

Rasulullah SAW bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

“Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantar ke surga. Dan seseorang yang terus-menerus berlaku jujur dan tetap memilih untuk jujur akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan mengantar ke neraka. Dan seseorang yang terus-menerus berdusta dan memilih kedustaan akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong).” (HR Bukhari dan Muslim)

Imam Al-Ghazali membagi tingkat jujur sebagai berikut:

  • Jujur dalam lisan atau ucapan, menyangkut penyampaian informasi, apakah benar atau hoaks.
  • Jujur dalam niat, mengenai keikhlasan di hati. Misal, ketika beribadah, seseorang hendak mengharap ridha Allah SWT atau mengikuti riya’ karena nafsunya.
  • Jujur dalam tekad. Maksudnya, seberapa kuat keinginan seseorang untuk menggapai apa yang diharapkannya. Apakah ia bisa tergoyahkan atau bersungguh-sungguh.
  • Jujur dalam perbuatan, perihal kesesuaian seseorang dalam menampilkan perilaku yang dilakukannya dengan apa yang ada di dalam hatinya.
  • Jujur dalam menerapkan maqamat dalam agama, seperti khauf (takut kepada Allah), dan raja’ (berharap hanya kepada Allah). Tingkatan jujur inilah yang paling tinggi, dan ini biasa dilakukan oleh para ahli tasawuf.

Islam mengajarkan bahwa seorang Mukmin harus tetap teguh memegang kejujuran (shidiq) meskipun kejujuran itu bertentangan dengan kepentingan dirinya sendiri atau orang-orang yang dicintainya. Kejujuran bukan sekadar etika sosial, tetapi merupakan perintah Allah dan ciri utama orang-orang yang bertakwa.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!” (QS At-Taubah: 119)

Ayat ini menunjukkan bahwa kejujuran bukan pilihan, melainkan kewajiban yang harus melekat dalam kehidupan seorang Muslim.

Ayat di atas mengajarkan bahwa orang jujur layak dipercaya karena mereka selalu berkata benar dan menepati janji. Hikmah perilaku jujur inilah yang menjadikan seseorang dihormati dan diandalkan oleh orang lain.

Mempertahankan kejujuran di tengah benturan kepentingan membutuhkan integritas yang kuat. Hal ini menjadi ujian moral tertinggi yang memerlukan keberanian untuk menolak kompromi, mengutamakan kebenaran di atas keuntungan pribadi.

Rasulullah SAW bersabda:

دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيْبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيْبَةٌ

“Tinggalkanlah hal yang membimbangkan kalian, menuju sesuatu yang tidak membimbangkan, sesungguhnya kejujuran merupakan ketenangan, dan kebohongan merupakan kebimbangan.” (HR Tirmidzi)

Seorang Mukmin tidak boleh mengubah kebenaran hanya karena rasa suka atau benci.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاۤءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَۚ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimu sendiri, ibu bapakmu, atau kerabatmu…” (QS An-Nisa’: 135)

Ayat ini mengajarkan bahwa kejujuran harus ditegakkan meskipun merugikan kepentingan diri sendiri maupun keluarga.

Cara Memperteguh Kejujuran

Lalu bagaimana cara memperteguh kejujuran meski berhadapan dengan kepentingan? Pertama, senantiasa berdoa agar bisa senantiasa menjadi orang yang jujur.

Allah SWT berfirman:

وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(-ku)’.” (QS Al-Isra’: 80)

Kedua, senantiasa bertakwa di mana pun kita berada. Orang yang bertakwa akan selalu berkata jujur dan amanah dalam setiap hal yang terjadi, dan tidak akan mementingkan kepentingan pribadi, saudaranya, kelompoknya, dan keluarganya. Yang mereka cari ridha Allah dan ampunan-Nya.

Rasulullah Saw bersabda:

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada” (HR Tirmidzi)

Ketiga, perkuat tauhid dan ingat konsekuensi akhirat. Kuatkan keyakinan akan sifat Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Sadari bahwa berbohong demi kepentingan duniawi tidak akan menambah rezeki yang telah digariskan, tapi justru menghilangkan keberkahan dan mendatangkan siksa di akhirat.

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ۝٧وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗࣖ ۝٨

“Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.” (QS Al-Zalzalah: 7-8)

Keempat, meninggalkan hal yang membimbangkan. Orang yang jujur akan meninggalkan perkara yang membimbangkan hati dan beralih kepada hal yang meyakinkannya, karena mereka mengetahui bahwa kebimbangan merupakan sebuah kebohongan yang harus mereka jauhi.

Rasulullah SAW bersabda:

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

“Tinggalkanlah hal yang membimbangkan kalian, menuju sesuatu yang tidak membimbangkan, sesungguhnya kejujuran merupakan ketenangan, dan kebohongan merupakan kebimbangan”. (HR Tirmidzi)

Kelima, jauhi lingkungan yang kompromistis. Bergaul dengan orang-orang yang senantiasa menjaga kejujuran akan menjadi pengingat dan peneguh iman saat kita berada di posisi yang rentan. Dukungan dari komunitas yang baik akan memudahkan kita memilih jalan kebenaran.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!” (QS At-Taubah: 119)

Keenam, lakukan muhasabah (evaluasi diri). Sebelum mengambil keputusan yang melibatkan benturan kepentingan, biasakan merenung sejenak. Pertimbangkan apakah tindakan tersebut mendatangkan ridha Allah atau murka-Nya. Mengatakan yang benar walau pahit merupakan wujud integritas tertinggi.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr: 18)

Kisah Teladan

Dalam kitab At-Thariqah Al-Qadiriyah Ushuluha wa Qawa’iduha karangan Sayyid Mi’ad Syarafuddin Al-Kailani dikisahkan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, yang selanjutnya disebut dengan nama Al-Jaelani. Hingga sekarang, pengikut tarekatnya tersebar di beberapa wilayah seperti Yaman, Suriah, Mesir, Turki, hingga Indonesia.

Sejak kecil Al-Jaelani tumbuh dalam lingkungan yang berbudi tinggi dan berkeadaban. Dalam hal ini Al-Jaelani tumbuh di lingkungan yang  memiliki budi pekerti baik dan mengedepankan nilai-nilai religiusitas, serta memiliki ketaatan dalam menjalankan ajaran agama.

Di antara banyak keteladanan dari Al-Jaelani yang kita soroti satu sikap atau nilai mulia yang selalu dipegang teguh yaitu sikap jujur. Kaitannya dengan kejujuran, ibunda Al-Jaelani sampai berpesan padanya agar berjanji untuk jujur di mana pun ia berada dan bagaimana pun kondisinya. Pengaruh kejujuran terhadap beliau begitu dalam sehingga kejujuran menjadi landasan yang kukuh dan tiang yang kuat dalam perjalanan spiritualnya.

Ada satu kisah masyhur tentang kejujuran dari sang Sultan Al-Auliya’. Kisah yang dimaksud yaitu perjumpaan Al-Jaelani dengan perampok saat dalam perjalanan menuju Baghdad. Dikisahkan saat bertemu perampok, Al-Jaelani ditanya tentang harta apa saja yang dimilikinya. Dengan mantap, Al-Jaelani menjawab jujur bahwa ia memiliki harta empat puluh dinar pemberian dari ibunya.

Sang pemimpin perampok yang keheranan dengan jawaban dari Al-Jaelani kemudian bertanya mengapa ia menjawab jujur pertanyaannya. Al-Jaelani menjawab dengan mantap, “Ibuku telah memintaku untuk selalu jujur dan aku tidak ingin mengingkari janjiku.” Mendengar jawaban tersebut hati pemimpin perampok tersentuh. Ia bersama anak buahnya lantas bertobat dan mengembalikan semua harta kafilah yang dirampoknya.

Kejujuran Al-Jaelani patut menjadi teladan bagi banyak orang. Sebab berperilaku jujur akan membawa kita pada hal-hal yang baik. Misalnya, mudah dipercaya oleh orang lain, memperkuat hubungan antarmanusia, dan masih banyak kebaikan lainnya.

Sebetulnya masih banyak lagi keteladanan dari Al-Jaelani. Keteladannya tidak akan cukup jika hanya dibahas dalam satu tulisan saja. Mengingat istiqamahnya Al-Jaelani dalam belajar, mengajar, beribadah, dan berdzikir.

Kisah ini memberikan pelajaran yang menggugah hati untuk senantiasa jujur dalam kondisi apa pun. Karena kejujuran merupakan awal kebangkitan ilmu spiritual dan ketenangan hidup yang kita rasakan.

Kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan membawa kita kepada surganya Allah. Semoga kita mampu senantiasa jujur dalam kondisi apapun walaupun saat bahaya dan konflik yang terjadi. Jangan biarkan kebenaran tertutup dan kebatilan terus tersebar. Mari kita jaga kejujuran dan banyak berdoa agar senantia jujur walaupun saat keadaan genting dan tertekan sebagaimana yang dilakukan imam Al-Jaelani.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau  Maha Pemberi.” (QS Al-Imran: 8)  []

Tags: Imam Al-GhazaliSyekh Abdul Qadir Al-JaelaniTauhid
Share14Tweet9Send
Previous Post

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

2 July 2026
Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

4 July 2026
Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor  ‎

Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor ‎

8 July 2026
Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

1 July 2026
Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

7 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

0
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

0
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

0
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

9 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

9 July 2026
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

9 July 2026
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

9 July 2026
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

8 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result