Jakarta, Gontornews – Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Muhammad Fachir menyebut peran santri dalam persaingan global dan pergulatan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) semakin nyata. Salah satu kelebihan dari santri adalah mereka ditanamkan nilai-nilai keikhlasan serta dorongan untuk dapat terus bermanfaat di manapun dan kapanpun.
Â
Pak Fachir, sapaan akrabnya, mencontohkan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang mengenalkan globalisasi kepada santri melalui warta dunia (Wardun) di akhir tahun menjelang liburan.
Â
“Globalisasi adalah fenomena yang harus dihadapi secara umum. Kemudahan komunikasi, transportasi, mobiltitas manusia atau barang, mengharuskan kita menjadi bagian dari masyarakat internasional,†ungkap Fachir saat menerima audiensi Panitia Acara Kesyukuran 90 Tahun PMDG di Jakarta, Selasa (17/5).
Â
Kehadiran santri dari sejumlah pondok pesantren membuat Indonesia sangat diuntungkan dengan persaingan di era MEA seperti saat ini. Kehidupan mandiri seorang santri, dianggap alumnus Gontor 1975 tersebut dapat menunjang Indonesia dalam konteks bagian masyarakat internasional.
Â
“Satu syaratnya: meningkatkan daya saing. Kompetitif skill. Meningkatkan kemampuan kita dalam menghadapi keterbukaan. Santri bisa menggerakkan masyarakat agar dapat meningkatkan daya saingnya,†paparnya
Â
Daya saing yang dimaksud oleh Fachir yaitu sikap fair dan transparan. Lebih lanjut, mantan ketua koordinator bidang kepramukaan PMDG tersebut tersebut menganggap ada hubungan antara nilai-nilai yang ditanamkan kepada santri dengan upaya untuk mengembangkan dan membangun masyarakat Internasional yang lebih baik.
“Masalah kemandirian sangat besar pengaruhnya diluar keikhlasan dan asas manfaat yang dilakukan oleh santri. Mereka terbiasa untuk mengelola dirinya sendiri dan masyarakat. disamping kemadirian para santri juga perlu menentukan peran apa yang akan dijalaninya untuk kepentingan masyarakat,†pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan/DJ]





















