Ramallah, Gontornews — Pemimpin politik Palestina marah atas penangkapan Khalida Jarrar, tokoh kunci Front Palestina untuk Pembebasan Palestina (PFLP) dan anggota Dewan Legislatif Palestina (PLC), oleh tentara Israel.
Jarrar ditangkap pada hari Ahad (2/7) dalam sebuah serangan di rumahnya di kota Ramallah, Tepi Barat, yang diduduki. Dengan penangkapan Jarrar, maka jumlah politisi Palestina yang ditahan Israel menjadi 13 orang.
Wanita 54 tahun itu dibebaskan pada Juni 2016 setelah menjalani hukuman 14 bulan di sebuah penjara Israel.
Dia sebelumnya didakwa dengan pelanggaran terkait keamanan berkenaan dengan keanggotaannya di PFLP – sebuah partai politik sayap kiri yang dianggap Israel sebagai kelompok “teroris” bersama dengan mayoritas faksi politik Palestina.
Issa Qaraqe, kepala Komite Tahanan Palestina, mengutuk penahanan Jarrar, dan menyebutnya sebagai “pelanggaran hukum internasional dan kekebalan yang diberikan kepada anggota Parlemen terpilih”.
Pasukan Israel telah menahan setidaknya 70 anggota parlemen Palestina sejak tahun 2002, menurut Qaraqe.
Hanan Ashrawi, anggota komite pelaksana Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “penangkapan Jarrar adalah bukti bahwa sistem peradilan di Israel tidak memiliki kaitan dengan keadilan”.
Dia juga mengecam penahanan Khitam Saafin, ketua Perhimpunan Komite Perempuan Palestina, yang ditangkap pada malam yang sama dengan Jarrar.
Seorang jurubicara militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa setelah dibebaskan dari penahanan tahun lalu, Jarrar “kembali ke aktivitas dalam organisasi teror PFLP”. “Dia ditangkap karena keterlibatannya di PFLP dan bukan karena keanggotaannya di parlemen Palestina,” katanya.
Banyak pemimpin dari faksi kiri PLO berada di penjara Israel dan Jarrar telah dipenjara beberapa kali.
Sejumlah politisi Palestina saat ini ditahan oleh Israel.
Legislator Palestina yang paling baru ditahan oleh Israel adalah Mohammad Maher Badr, anggota PLC yang berafiliasi dengan Hamas, pada 28 Juni.
Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Kantor Berita Maan yang berbasis di Bethlehem, Kepala Pusat Tahanan Palestina Riyad al-Ashqar mengecam penahanan Jarrar dan penangkapan Israel terhadap politisi Palestina.
Sembilan dari 13 politisi Palestina ditahan Israel tanpa menjalani proses persidangan.
“Penangkapan Khalida Jarrar merupakan serangan terhadap pemimpin politik Palestina dan masyarakat sipil Palestina secara keseluruhan,” kata kelompok hak asasi manusia Addameer dalam sebuah pernyataan.
Menurut kelompok tersebut, per Mei 2007, ada 6.200 orang Palestina, termasuk 56 perempuan, di penjara Israel. [Rusdiono Mukri]






















