Ponorogo, Gontornews–Pimpinan Pondok Modern Gontor menggelar acara buka puasa bersama Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Irjen Pol Pol Drs Anton Setiadji MH, anggota badan wakaf, ketua lembaga-lembaga Pondok Modern Gontor, asatidz, civitas UNIDA Gontor, para santri dan masyarakat umum.
Kehadiran Kapolda Jatim, disambut tiga pengasuh pondok yaitu KH Hasan Abdullah Sahal, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, K H Syamsul Hadi Adnan, serta Dubes Indonesia untuk Azerbaijan DR Husnan Bay Fanani. Acara yang digelar secara hikmat tersebut berlangsung di Masjid Darussalam Gontor Ponorogo, Rabu (15/6).
Kiai Sahal yang menggunakan jas abu-abu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda Jatim telah hadir dalam kegiatan tahunan tersebut. Kiai Hasan mengatakan, tepat sekali Kapolda menempatkan Kapolres dan Kapolri menempatkan Kapolda di Jawa Timur.
“Saya tahu Pak Kapolri, Kapolda termasuk Kapolres semuanya santri-santri. Disini provinsi yang Insya Allah banyak santrinya. Insya Allah menghidupkan puasa dan di provinsi kita akan terjaga dan diawasi dengan baik,†ungkapnya.
Setiap tahun, lanjut Kiai Hasan, Pondok Modern Gontor selalu mengadakan acara buka puasa bersama yang hal tersebut bagi pondok adalah madrasah yang mendidik semuanya.
“Tidak perlu berpanjang-panjang kita ingin mendengarkan nasihat, pengalaman bahkan ceramah tentang puasa pada kami,†paparnya.
Irjen Pol Anton Setiaji menyampaikan rasa syukur bisa menghadiri buka puasa bersama pimpinan Pesantren Modern Gontor. Permohonan maaf ia sampaikan karena Kapolri Jenderal Badrotin Haiti berhalangan hadiri karena tugas negara.
Ia sendiri mengaku tak bisa menolak undangan karena diperintah langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Badrotin Haiti untuk menghadiri acara tersebut.
“Karena kita prajurit siap saja, tapi masih binggu Gontor yang di Ponorogo atau di Mantingan,†ujar Anton yang datang ke Ponorogo naik helikopter. “Ini karena cinta kita ke Ponoreog,†tambahnya.
Anton berpesan kepada para santri, dalam menuntut ilmu agama hendaknya memilih guru ang tepat, jangan sampai salah memilih guru.
“Jangan belajar kepada google, kalau tanya alamat boleh. Tapi kalau masalah tafsir al-Qur’an tanyakan guru karena kalau tanya google persepsinya sendiri-sendiri. Bisa membedakan pemahaman,†terangnya.
Terkait keamanan, pihaknya siap bersinergi untuk kemaslahatan di Jawa Timur. “Saya juga titip kepada para Kiai agar bersama-sama membanggun situasi di Jatim yang aman dan kondusif,†ujarnya.
Pada akhir acara, pimpinan pondok menyerahkan cinderamata kepada Kapolda Jatim, begitu pun sebaliknya. Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh KH Samsul Hadi Abdan, dan dilanjutkan dengan santap hidangan ketika adzan bergema dari Masjid Darussalam PMDG.[Ahmad Muhajir/DJ]




















