Jakarta, Gontornews – Puluhan guru madrasah dan dosen pendidikan Islam mendapatkan apresiasi dari pemerintah, dalam hal ini Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, sebagai tenaga pendidik berprestasi.
Mereka dinilai menyumbangkan banyak jasa dan memiliki prestasi unggul di bidang pendidikan Islam. Penghargaan diberikan Kementerian Agama dalam acara Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2017 di Hall 3 ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (23/11) malam.
Penghargaan dibagi dalam 11 kategori, yakni kategori: Guru RA, Guru MI, Guru MTs, Guru MA, Kepala RA, Kepala MI, Kepala MTs, Kepala MA, Pengawas, Laboran dan Pustakawan. Untuk kategori guru, guru TK dan madrasah berprestasi masing-masing mendapat hadiah Rp 25 juta, kategori guru PAI dan dosen PAI masing-masing mendapat Rp 10 juta.
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk penghargaan negara kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pendidikan Islam.
“Apresiasi dilakukan tidak hanya menjaga tradisi baik tahunan, tetapi maksud utamanya adalah penghargaan negara kepada pihak-pihak yang berjasa terhadap pendidikan Islam, juga penghargaan untuk motivasi kalangan luas untuk menyebarluaskan pendidikan Islam,” ungkap Lukman.
Ia menilai bahwa pendidikan Islam harus benar mendidik, memanusiakan manusia. Metodologi itu lebih penting daripada bahan ajar. Tetapi guru lebih penting daripada metodologi. Pendidikan Islam harus memanusiakan manusia, tidak boleh digunakan pihak tertentu untuk membuat kita saling bermusuhan, saling mengafirkan, dan saling membunuh.
“Pendidikan Islam harus dikembalikan kepada esensi Islam itu sendiri, yaitu salam (perdamaian),” kata lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor itu.
Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamarudin Amin. Kamarudin mengatakan, proses seleksi penghargaan ini dilakukan secara ketat yang melibatkan direktorat teknis yang terkait.
“Proses seleksi dilakukan secara ketat oleh direktorat-direktorat teknis masing-masing,” kata Kamaruddin Amin.
Selain guru dan dosen pendidikan Islam, agenda yang digelar Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) ini juga memberikan penghargaan kepada mereka yang dinilai berprestasi unggul di bidang pendidikan Islam. Antara lain siswa/mahasiswa, tokoh masyarakat, pemuka agama, pegawai negeri, dan pemerintah daerah.
Sekitar 60 orang mendapatkan penghargaan pada ajang yang digelar rutin setiap tahun ini. Penghargaan dibagi dalam tiga kategori: Kategori Eksternal, Kategori Internal, dan Kategori Lembaga Mitra Pendidikan Islam.
Pada Kategori Ekternal, penerima penghargaan meliputi Kepala Daerah, Negara Sahabat, Dunia Usaha, Media Massa, dan Tokoh NKRI. Sedangkan Kategori Internal meliputi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Dosen PAI pada Perguruan Tinggi Umum Berprestasi, dan Mahasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Berprestasi.
Apresiasi Pendidikan Islam (API) sekaligus menutup rangkaian acara IIEE yang digelar tanggal 21-24 November di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Penutupan juga dimeriahkan Wali dan Jigo Band, serta penampilan kocak Stand Up Komedi Arafah Arianti.
Selain penghargaan tersebut, digelar juga pengumuman pemenang berbagai lomba dalam rangkaian Internasional Islamic Education Expo (IIEE) atau Pameran Pendidikan Islam Internasional 2017 yang dihelat Kemenag. Lomba Robotik Madrasah dimenangkan Technonatura Depok, yang mendapat hadiah 12 juta. Kemudian lomba karya tulis dan jurnalistik masing-masing mendapat hadiah Rp 4 juta. [Mohamad Deny Irawan]






















