Ponorogo, Gontornews — Lebih dari dua abad silam, pesantren telah menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sesuai dengan konsep pemikiran para pendirinya. Sebagai kubu pertahanan yang memiliki peranan penting bagi perjuangan bangsa pesantren selalu menyemaikan semangat perlawanan terhadap penjajah dan penjajahan.
Tak terkecuali dengan Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam acara reuni akbar yang menjadi bagian dari rentetan acara peringatan 90 Tahun Gontor 03/09/2016 Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal mengatakan bahwa Gontor ikut dalam perjuangan memerdekakan Republik Indonesia ini.
Kita tidak perlu berkoar-koar, karena kita tidak mencari pengakuan. Orang yang tidak punya pengakuan mencari pengakuan. Orang yang tidak punya nama mencari nama. Orang yang tidak punya titel mencari titel. Orang yang tidak mempunyai muka mencari muka.
Lanjut putra salah satu pendiri PMDG itu mengatakan kita tidak termasuk golongan itu! “Akan tetapi untuk kemerdekaan Indonesia, sejak zaman sebelum kemerdekaan sampai sekarang, Gontor berada di barisan terdepan,โungkapnya.
Ustadz Hasan juga menyatakan bahwa Gontor mendidik santri-santrinya untuk menjadi tuan di negeri sendiri. Gontor beserta segenap santrinya tidak rela Tanah Air Indonesia diinjak-injak oleh negara lain. Makanya, kalau bisa negeri ini dipimpin anak-anak Gontor,โtandasnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien/DJ]





















