Washington, Gontornews – Sebuah penelitian menunjukkan bahwa nyamuk merupakan hewan yang pintar dan mampu belajar dari pengalaman. Nyamuk, sebagaimana dilansir Science Alert, merupakan hewan yang selalu belajar dari ancaman dan bahaya yang mereka terima ketika hendak menghisap darah manusia.
“Mereka pada dasarnya seperti anjing Pavlov,” kata Jeff Riffel, peneliti utama dan ahli Neuroekologi Universitas Washington.
Dalam penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Current Biology itu nyamuk akan belajar mengaitkan aroma pribadi anda dengan pengalaman yang mengancam mereka untuk menghindar dari ancaman yang sama di masa mendatang.
Jeff Riffel dkk menambahkan jika nyamuk tidak menggingit secara serampangan melainkan memilih aroma spesifik yang menarik indra penciuman mereka. Walhasil, aroma tubuh manusia merupakan aroma yang sangat menarik bagi nyamuk.
Secara teknis, penelitian ini menciptakan getaran berulang selama rentang 20 menit. Dari penelitian itu ditemukan jika nyamuk terganggu dengan getaran ini, mereka lantas akan menghindari getaran serupa setidaknya dalam rentang 24 jam ke depan. Hal serupa akan terjadi saat nyamuk menghindari racun DEET yang dihasilkan oleh obat nyamuk.
“Sekarang kita mengerti bahwa beberapa senyawa (DEET) memicu penghindaran ini. Mulai saat ini, Seseorang mungkin bisa menggunakan formulasi selain obat nyamuk yang memicu memori pengindraan nyamuk,” ungkap Water Leal yang melakukan penelitian tentang cara memerangi penyakit yang ditularkan nyamuk.
Jika belajar dari kisah raja Namrud yang mati karena nyamuk, maka bukti spesialnya hewan kecil tersebut, sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an, tidak terbantahkan. Faktanya, nyamuk memang memiliki efek daya rusak yang luar biasa. [Mohamad Deny Irawan]






















