Bojonegoro, Gontornews – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meluncurkan program “Desa Rasa Kota dan Kota Rasa Desa” (DRK-KRD). Bupati Bojonegoro, Suyoto, menilai, cara hidup warga Bojonegoro yang simpel, terus terang, sederhana, berintegritas dan mengedepankan kebahagiaan membuat Kota Bojonegoro layak dijuluki sebagai (DRK-KRD)
“Itulah yang terasa sangat jelas sekali semangat visi konsep Kota Rasa Desa, Desa Rasa Kota,” katanya saat membuka acara simposium sekaligus peluncuran program DRK di Ruang Rapat Kantor Bupati Bojonegoro, Selasa (27/2).
Dalam simposium tersebut, kontributor Gontornews di Bojonegoro, Ahmad Muhajir, melaporkan bahwa konsep DRK-KRD merupakan visi pemerataan pembangunan di Bojonegoro. Tidak hanya itu, beberapa kebijakan di masa mendatang akan menyesuaikan program DRK-KRD yang diluncurkan di kota berjuluk kota Ledre tersebut.
Sementara itu, ketua pelaksana simposium dan peluncuran DRK-KRD, Tedjo Sukmono, mengakui program ini dibangun untuk mewujudkan pembangunan di kota yang tetap asri, nyaman serta banyaknya ruang terbuka hijau (RTH).
Tidak hanya itu, visi DRK-KRD juga ditujukan bagi warga Bojonegoro agar rukun, gotong royong, tidak individualis, serta menghadirkan suasana aman, nyaman, tenteram dan maju.
“Visi ini terwujud jika semua warga masyarakat terlibat dalam implementasinya,” jelas Staf Ahli Bupati Bojonegoro bidang Ekonomi itu.
“Sasaran penting program ini adalah memberikan informasi kepada warga tentang adanya program berkelanjutan, menata ruang terbuka hijau dan menggelorakan semangat warga Bojonegoro hidup sehat, produktif dan bahagia.”
“Masyarakat modern justru kembali ke alam. Sehingga pembangunan berkelanjutan harus ada sisi fisik dan mentalnya,” pungkas Tedjo. [Mohamad Deny Irawan]






















