Banyuwangi, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5 Darul Muttaqien, Blimbingsari, Banyuwangi, didatangi Kapolda Irjen Pol Machfud Arifin. Dalam kunjungan silaturahmi itu, Kapolda ingin melihat secara dekat sejumlah aktivitas santri Gontor 5.
“Tidak ada agenda khusus. Kami bersama rombongan hanya silaturahmi. Santri-santrinya sangat modern. Beraktivitas dari subuh hingga malam. Selama seharian penuh, para santri melakukan banyak kegiatan yang semuanya positif,” ungkap Kapolda seperti dilansir Jawa Pos.
Kapolda menilai, belajar di PMDG sebagai suatu upaya dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang dibekali akhlaq yang baik sehingga dapat menumbuhkan pemikiran yang baik pula. Dalam mendidik, PMDG memegang motto yang sangat bagus untuk mencetak santri: Berbudi Tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas dan Berpikiran Bebas.
“Saya melihat sangat bagus. Meskipun modern namanya, tetapi segenap santrinya tidak diperkenankan menggunakan handphone. Tentu dunia-dunia hoaks para santri tidak tahu. Mereka kerjanya di sini hanya belajar dan belajar,” katanya.
Sementara itu Ustaz H. Muhammad Syuja’i, pengasuh di PMDG Kampus 5 Darul Muttaqien membenarkan, segenap santri selama berada dalam lingkungan Pondok tidak diperkenan menggunakan handphone maupun smartphone serta segala bentuk gadget. Untuk komunikasi, di dalam lingkungan pondok hanya tersedia Warung Telekomunikasi (Wartel). Itupun, para santri hanya dapat menggunakan dalam waktu-waktu tertentu saja.
“Di samping tidak diperkenankan menggunakan handphone, smartphone dan gadget, para santri juga tidak mendapat kesempatan untuk menonton televisi. Santri hanya diperkenankan membaca koran -koran, sejumlah tabloid, dan majalah dinding karya santri sendiri—- yang disediakan pada papan-papan baca berpenutup kaca,” ungkap Ustaz Syuja’i. [fathur]























