Akhir-akhir ini kita menyaksikan betapa banyak kriminalisasi terhadap ulama. Banyak sosial media yang menyatakan fenomena tersebut akibat dari berbagai dampak kegiatan sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain sebagainya.
Hal ini dapat dilihat dari berbagai fakta tentang teror ulama yang dibunuh orang gila berpakaian rapi, terencana dan terstruktur.
Ulama yang semestinya dimuliakan dan dihormati, yang terjadi malah kriminalisasi. Singkatnya sebagai Muslim hakiki yang berpengetahuan tinggi hendaknya merasa sakit atas apa yang terjadi terhadap ulama dewasa ini.
Jika dianalisis secara mendalam ancaman, teror ataupun pendzaliman maupun pembunuhan yang dilakukan terhadap ulama merupakan sebuah tindakan kriminalisasi.
Dalam tradisi Islam, ulama mempunyai peran yang sangat penting demi kemajuan dan kelestarian suatu bangsa.
Sehingga menghormati, menghargai dan memuliakan ulama merupakan suatu kewajiban yang harus dipertahankan bagi setiap Muslim.
Para ulama inilah yang senantiasa istiqamah menempuh perjalanan dakwah Rasulullah SAW, dan tak pernah lelah menyampaikan ayat-ayat Allah SWT di masyarakat. Mereka pantang menyerah menghadapi berbagai rintangan yang menghalangi perjuangan.
Mereka yang senantiasa membongkar kebobrokan ide-ide kufur dan hukum-hukum sesat buatan manusia di hadapan dunia. Mereka yang dengan gagah berani membongkar makar dan kedzaliman musuh-musuh Allah SWT.
Mereka juga yang berani mengantarkan nyawa untuk mengingatkan para penguasa yang dzalim terhadap manusia.
Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka mewariskan ilmu. Siapa saja yang mengambil ilmu berarti telah mengambil bagian yang banyak lagi sempurna.
Karena itu sungguh suatu kedzaliman menjadikan para ulama sebagai sasaran kriminalisasi untuk menghadang gelombang kebangkitan umat ini. Jika ini terus berlanjut dapat memicu konflik dan perpecahan di tengah-tengah umat serta mengantarkan negeri ini pada kehancuran dan keruntuhannya.
Singkatnya kriminalisasi para ulama janganlah dijadikan jalan untuk mengalihkan energi dan menghentikan langkah perjuangan kita.
Di satu sisi jangan sampai kita terprovokasi dan terpancing emosi serta melakukan tindakan anarkis. Suatu hal yang justru diharapkan oleh musuh-musuh Allah SWT untuk menjatuhkan kita kembali.
Kini alangkah lebih bijak jika seluruh energi dan semangat umat yang sedang membara ini disalurkan untuk meneruskan langkah perjuangan para ulama untuk menegakkan kalimatillah di tengah-tengah peradaban manusia.
Inilah sejatinya yang dibutuhkan umat saat ini. Di mana dengan tegaknya hukum-hukum Allah SWT di muka bumi, umat Islam akan mendapat keadilan yang hakiki. Al-Qur’an akan terjaga kesuciannya dari segala bentuk penghinaan dan penistaan. Sehingga para ulama pun akan terjaga kehormatannya.
Cara Memuliakan Ulama
Ulama adalah orang-orang yang diwarisi Nabi dalam menjaga dan mensyiarkan ajaran agama Islam. Menyebarkan ilmu pengetahuan pada umat agar tetap berpegang pada kebenaran al-Qur’an danal-Sunnah.
Ulama berperan mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu kepada umat agar mereka selalu berada pada lajan yang lurus. Kita sampai saat ini masih tetap beragama Islam tidak lepas dari peran para ulama yang selalu setia menegakkan ajaran Islam.
Tanpa adanya ulama, kita tidak pernah mengenal Islam. Oleh karena itu kita wajib memuliakan dan menghormati para ulama.
Terdapat empat cara untuk memuliakan ulama, yaitu; Pertama, bersyukur (berterima kasih). Kedua, menaati ulama dalam hal kebaikan. Ketiga, mengikuti bimbingan ulama. Keempat, mengembalikan urusan umat kepada ulama.
Demikianlan antara lain cara memuliakan ulama, semoga kita terhindar dari sikap merendahkan, mendzalimi bahkan mengkriminalisasi mereka, tapi kita bisa memuliakan dan menghormati para ulama.
Termasuk para guru-guru kita yang telah mengajarkan agama Islam kepada kita. Semoga para ulama dan guru-guru kita selalu mendapat kebaikan dan keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.[]






















