10
Tonton Selengkapnya
26 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 2 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Ramadhan Bulan Ekonomi Syariah 

Oleh M Fuad Hadziq, Dosen Universitas Terbuka

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
8 June 2018
in Kolom
0
Ramadhan Bulan Ekonomi Syariah 

Foto: arrahmah.com

Waktu bergulir begitu cepat. Tak terasa penghujung Ramadhan sudah di depan mata. Banyak pihak bahagia dengan bulan suci ini. Ada pula yang khawatir, karena gejolak ekonomi yang muncul. Maklum, pada saat dan sebelum Ramadhan tiba harga bahan pokok acapkali melambung tinggi yang juga dibarengi ketiadaan barang di pasar.

Adalah bahan bakar, beras, minyak, telur yang acapkali menghilang dalam peredaran itu. Masyarakatpun berpendapat jika harga barang naik, bisa dicari di tempat lain. Namun sebaliknya, jika barang tidak ada di pasar, apakah mungkin jika dialihkan ke barang substitusi lainnya.

Ada banyak faktor penyebab kenaikan harga tersebut. Antara lain permintaan yang terlalu tinggi, sedangkan pasokan barang dari produsen terbatas. Bisa juga karena kondisi alam yang biasanya Ramadhan bertepatan dengan musim penghujan. Sehingga ketersediaan barang berkurang karena gagal panen dan lain sebagainya.

Ulah nakal spekulan menimbun barang juga menjadi penyebabnya. Karena umumnya spekulan akan menaikkan harga jual ketika harga-harga naik karena ketiadaan pasokan barang. Sedangkan di pasar, permintaan sedang tinggi-tingginya.

BACA JUGA

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Berani untuk Bebas

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Ditambah lagi distribusi barang terhambat cuaca. Karena Ramadhan identik dengan musim penghujan. Apalagi kebanyakan wilayah penyuplai bahan pangan berasal dari wilayah yang secara infrastuktur jalannya masih kurang baik. Sehingga biaya distribusi naik yang bermuara pada kenaikan harga secara otomatis. Keadaan-keadaan itulah yang menyebabkan inflasi akan naik.

Badan Pusat Statistik juga menyebutkan data yang membenarkan adanya kenaikan inflasi itu.Dimulai dari awal tahun 2011 dan 2012, inflasi pada awal Ramadhan mencapai 0.67% dan 0.62%. Inflasi melonjak naik jadi 0.93% dan 0.70% ketika Ramadhan.

Kemudian pada tahun 2014, inflasi menjelang Ramadhan adalah 0.43%. Pada saat Ramadhan kemudian, inflasi naik menjadi 0.93%. Adapun puncak dari inflasi adalah terjadi pada tahun 2013. Fenomena itu terjadi karena berbarengan dengan kenaikan harga BBM pada bulan sebelumnya, yaitu dari dari 1.03% naik menjadi 3.29% pada bulan Ramadhan.

Meski demikian tidak semua hal yang berbau negatif terjadi di bulan Ramadhan. Banyak kondisi makro ekonomi kita justru positif membaik. Salah satu contohnya, studi dari AC Nielsen yang menyatakan penjualan barang konsumen di Indonesia naik 9.2% dari bulan-bulan sebelumnya.

Ini menunjukkan geliat ekonomi mengalami lonjakan tinggi dibandingkan bulan biasa. Masyarakat begitu aktif dalam perdagangan, terutama di sektor riil yang langsung berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Sehingga pada tahun sebelumnya, BI menyiapkan dana tunai sebesar Rp 160 triliun untuk mengansitipasi kenaikan permintaan uang dalam bentuk tunai.

Di samping itu, peredaran uang mengalami gejolak kenaikan yang luar biasa. Jika mengacu pada laporan BI 2013, nilai transaksi pada musim lebaran melebihi angka Rp 90 triliun. Asumsi rasio pengganda uang (money multiplier ratio) dari BI hampir 5 kali dari bulan biasa. Artinya peredaran uang pada musim lebaran hampir 450 triliun. Kalau kita bandingkan, jumlah itu adalah 30% dari APBN tahun 2013. Sebuah capaian yang fantastis untuk hitungan sebuah bulan dibandingkan bulan lainnya.

Berbicara ekonomi syariah, salah satu variabel makro ekonominya adalah zakat yang mana pengumpulan dan penyalurannya, mayoritas berlangsung di bulan Ramadhan. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia Indonesia mempunyai proyeksi zakat sebesar 286 triliun rupiah pada tahun 2016.

Namun realitas yang terjadi masih jauh dari angka itu, karena yang ditunaikan hanya sebesar 3.6 triliun pada tahun 2015 dan 5.1 triliun pada tahun 2016. Begitu besarnya perputaran uang dari sektor zakat di bulan Ramadhan.

Setelah merinci fenomena-fenomena yang terjadi di bulan Ramadhan, ada beberapa hikmah yang terkandung di dalamnya. Asumsi pertama, memang benar terjadi inflasi, kenaikan harga barang pokok dan terkadang kelangkaan dan faktor terbesarnya adalah permintaan masyarakat yang naik. Artinya perputaran keuangan dan pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan yang tinggi pada bulan Ramadhan. Ditambah lagi peningkatan pendapatan dengan turunnya THR dan pengeluaran zakat mendorong masyarakat lebih aktif dalam roda perekonomian.

Asumsi kedua, ketika permintaan naik, maka harga akan naik pula. Tetapi kenaikan harga tidak bisa disebabkan oleh naiknya permintaan semata. Jika ditelisik lebih dalam, kenaikan harga pada saat Ramadhan lebih besar disebabkan banyak spekulan bermain. Mereka seakan paham dengan pola konsumsi musiman di Ramadhan. Sehingga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memainkan motif ekonomi dalam perdagangan, yaitu mengambil keuntungan sebasar-besarnya dari modal sekecil-kecilnya. Metode yang dipakai adalah menimbun barang, atau dalam istilah ekonomi syariahnya adalah ikhtikar.

Biasanya spekulan memainkan harga pada komoditas pokok. Istilah yang sering kita dengar adalah sembako. Harga akan naik secara tidak terkendali, karena spekulan memainkan harga dengan jumlah komoditi yang besar dan dilakukan dengan sistematis. Efeknya, kalaupun pemerintah melakukan upaya pencegahan dengan operasi pasar maka tidak besar effort-nya untuk menurunkan harga.

Spekulanpun seakan-akan telah berkali-kali melakukan dan paham dengan kondisi pasar. Diperparah dengan musim yang tidak bersahabat, membuat harga akan melambung tinggi.

Asumsi ketiga, penyebab inflasi di bulan Ramadhan lebih kepada kurangnya supply barang ke pasar. Padahal permintaan barang naik 20% dari bulan sebelumnya. Otomatis harga akan naik. Akan tetapi penyebab terbesarnya bukan pada barang tersebut, lebih pada nilai tukar mata uang rupiah pada komiditi impor. Sudah jamak diketahui, banyak komoditi sembako adalah dari pasokan impor seperti beras, bawang, minyak, gula, kedelai dan sebagainya. Bahkan BPS menyebutkan Indonesia masih sangat tergantung dengan 29 barang sembako. Pada tahun 2016 saja tercatat selama 10 bulan, total impor mencapai US$ 8,53 miliar.

Dengan demikian Ramadhan bukanlah bulan masalah, melainkan bulan terbaik dari bulan lainnya dan benar jika Ramadhan adalah bulan terbaik untuk pertumbuhan ekonomi. Walaupun inflasi, kenaikan harga, kelangkaan dan distribusi terjadi ketika Ramadhan, namun keberkahan ekonomi yang ditimbulkannya lebih besar. Maha benar Allah, Allah menciptakan segala sesuatunya memiliki tujuan dan manfaat. Hikmah dalam penciptaanNya lebih besar dari kemudhorotan yang mengiringi. Wallahu a’lam bis shawab.

Tags: RamadhanSyariah
Share98Tweet61Send
Previous Post

Bakomubin Mencetak Dai Generasi Milenial Melalui Festival Mubaligh

Next Post

Bakomubin Akan Bangun 100 RS Islam

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

23 June 2026
Sidang Tahfizh ke-10 SIT Insantama Leuwiliang: Saksi Perjalanan 105 Generasi Qur’ani

Sidang Tahfizh ke-10 SIT Insantama Leuwiliang: Saksi Perjalanan 105 Generasi Qur’ani

22 June 2026
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

23 June 2026
18 Lembaga Pendidikan Hadiri Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” di FORBIS National Economic Summit & Expo 2026

18 Lembaga Pendidikan Hadiri Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” di FORBIS National Economic Summit & Expo 2026

21 June 2026
Ajang Kreativitas Arena Gembira PMDG Kampus 9 Sulit Air

Ajang Kreativitas Arena Gembira PMDG Kampus 9 Sulit Air

21 June 2026
BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

0
BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

0
Struktur dan Kultur

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

0
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

0
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

0
BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

24 June 2026
BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

24 June 2026
Struktur dan Kultur

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

24 June 2026
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

23 June 2026
Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kalsel Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatera

Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kalsel Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatera

23 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result