pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Tuesday, 18 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Ramadhan Bulan Ekonomi Syariah 

Oleh M Fuad Hadziq, Dosen Universitas Terbuka

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
8 June 2018
in Kolom
0
Ramadhan Bulan Ekonomi Syariah 

Foto: arrahmah.com

Waktu bergulir begitu cepat. Tak terasa penghujung Ramadhan sudah di depan mata. Banyak pihak bahagia dengan bulan suci ini. Ada pula yang khawatir, karena gejolak ekonomi yang muncul. Maklum, pada saat dan sebelum Ramadhan tiba harga bahan pokok acapkali melambung tinggi yang juga dibarengi ketiadaan barang di pasar.

Adalah bahan bakar, beras, minyak, telur yang acapkali menghilang dalam peredaran itu. Masyarakatpun berpendapat jika harga barang naik, bisa dicari di tempat lain. Namun sebaliknya, jika barang tidak ada di pasar, apakah mungkin jika dialihkan ke barang substitusi lainnya.

Ada banyak faktor penyebab kenaikan harga tersebut. Antara lain permintaan yang terlalu tinggi, sedangkan pasokan barang dari produsen terbatas. Bisa juga karena kondisi alam yang biasanya Ramadhan bertepatan dengan musim penghujan. Sehingga ketersediaan barang berkurang karena gagal panen dan lain sebagainya.

Ulah nakal spekulan menimbun barang juga menjadi penyebabnya. Karena umumnya spekulan akan menaikkan harga jual ketika harga-harga naik karena ketiadaan pasokan barang. Sedangkan di pasar, permintaan sedang tinggi-tingginya.

BACA JUGA

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Menjadikan Bogor sebagai Kota Pelajar

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

Ditambah lagi distribusi barang terhambat cuaca. Karena Ramadhan identik dengan musim penghujan. Apalagi kebanyakan wilayah penyuplai bahan pangan berasal dari wilayah yang secara infrastuktur jalannya masih kurang baik. Sehingga biaya distribusi naik yang bermuara pada kenaikan harga secara otomatis. Keadaan-keadaan itulah yang menyebabkan inflasi akan naik.

Badan Pusat Statistik juga menyebutkan data yang membenarkan adanya kenaikan inflasi itu.Dimulai dari awal tahun 2011 dan 2012, inflasi pada awal Ramadhan mencapai 0.67% dan 0.62%. Inflasi melonjak naik jadi 0.93% dan 0.70% ketika Ramadhan.

Kemudian pada tahun 2014, inflasi menjelang Ramadhan adalah 0.43%. Pada saat Ramadhan kemudian, inflasi naik menjadi 0.93%. Adapun puncak dari inflasi adalah terjadi pada tahun 2013. Fenomena itu terjadi karena berbarengan dengan kenaikan harga BBM pada bulan sebelumnya, yaitu dari dari 1.03% naik menjadi 3.29% pada bulan Ramadhan.

Meski demikian tidak semua hal yang berbau negatif terjadi di bulan Ramadhan. Banyak kondisi makro ekonomi kita justru positif membaik. Salah satu contohnya, studi dari AC Nielsen yang menyatakan penjualan barang konsumen di Indonesia naik 9.2% dari bulan-bulan sebelumnya.

Ini menunjukkan geliat ekonomi mengalami lonjakan tinggi dibandingkan bulan biasa. Masyarakat begitu aktif dalam perdagangan, terutama di sektor riil yang langsung berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Sehingga pada tahun sebelumnya, BI menyiapkan dana tunai sebesar Rp 160 triliun untuk mengansitipasi kenaikan permintaan uang dalam bentuk tunai.

Di samping itu, peredaran uang mengalami gejolak kenaikan yang luar biasa. Jika mengacu pada laporan BI 2013, nilai transaksi pada musim lebaran melebihi angka Rp 90 triliun. Asumsi rasio pengganda uang (money multiplier ratio) dari BI hampir 5 kali dari bulan biasa. Artinya peredaran uang pada musim lebaran hampir 450 triliun. Kalau kita bandingkan, jumlah itu adalah 30% dari APBN tahun 2013. Sebuah capaian yang fantastis untuk hitungan sebuah bulan dibandingkan bulan lainnya.

Berbicara ekonomi syariah, salah satu variabel makro ekonominya adalah zakat yang mana pengumpulan dan penyalurannya, mayoritas berlangsung di bulan Ramadhan. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia Indonesia mempunyai proyeksi zakat sebesar 286 triliun rupiah pada tahun 2016.

Namun realitas yang terjadi masih jauh dari angka itu, karena yang ditunaikan hanya sebesar 3.6 triliun pada tahun 2015 dan 5.1 triliun pada tahun 2016. Begitu besarnya perputaran uang dari sektor zakat di bulan Ramadhan.

Setelah merinci fenomena-fenomena yang terjadi di bulan Ramadhan, ada beberapa hikmah yang terkandung di dalamnya. Asumsi pertama, memang benar terjadi inflasi, kenaikan harga barang pokok dan terkadang kelangkaan dan faktor terbesarnya adalah permintaan masyarakat yang naik. Artinya perputaran keuangan dan pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan yang tinggi pada bulan Ramadhan. Ditambah lagi peningkatan pendapatan dengan turunnya THR dan pengeluaran zakat mendorong masyarakat lebih aktif dalam roda perekonomian.

Asumsi kedua, ketika permintaan naik, maka harga akan naik pula. Tetapi kenaikan harga tidak bisa disebabkan oleh naiknya permintaan semata. Jika ditelisik lebih dalam, kenaikan harga pada saat Ramadhan lebih besar disebabkan banyak spekulan bermain. Mereka seakan paham dengan pola konsumsi musiman di Ramadhan. Sehingga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memainkan motif ekonomi dalam perdagangan, yaitu mengambil keuntungan sebasar-besarnya dari modal sekecil-kecilnya. Metode yang dipakai adalah menimbun barang, atau dalam istilah ekonomi syariahnya adalah ikhtikar.

Biasanya spekulan memainkan harga pada komoditas pokok. Istilah yang sering kita dengar adalah sembako. Harga akan naik secara tidak terkendali, karena spekulan memainkan harga dengan jumlah komoditi yang besar dan dilakukan dengan sistematis. Efeknya, kalaupun pemerintah melakukan upaya pencegahan dengan operasi pasar maka tidak besar effort-nya untuk menurunkan harga.

Spekulanpun seakan-akan telah berkali-kali melakukan dan paham dengan kondisi pasar. Diperparah dengan musim yang tidak bersahabat, membuat harga akan melambung tinggi.

Asumsi ketiga, penyebab inflasi di bulan Ramadhan lebih kepada kurangnya supply barang ke pasar. Padahal permintaan barang naik 20% dari bulan sebelumnya. Otomatis harga akan naik. Akan tetapi penyebab terbesarnya bukan pada barang tersebut, lebih pada nilai tukar mata uang rupiah pada komiditi impor. Sudah jamak diketahui, banyak komoditi sembako adalah dari pasokan impor seperti beras, bawang, minyak, gula, kedelai dan sebagainya. Bahkan BPS menyebutkan Indonesia masih sangat tergantung dengan 29 barang sembako. Pada tahun 2016 saja tercatat selama 10 bulan, total impor mencapai US$ 8,53 miliar.

Dengan demikian Ramadhan bukanlah bulan masalah, melainkan bulan terbaik dari bulan lainnya dan benar jika Ramadhan adalah bulan terbaik untuk pertumbuhan ekonomi. Walaupun inflasi, kenaikan harga, kelangkaan dan distribusi terjadi ketika Ramadhan, namun keberkahan ekonomi yang ditimbulkannya lebih besar. Maha benar Allah, Allah menciptakan segala sesuatunya memiliki tujuan dan manfaat. Hikmah dalam penciptaanNya lebih besar dari kemudhorotan yang mengiringi. Wallahu a’lam bis shawab.

Tags: RamadhanSyariah
Share98Tweet62Send
Previous Post

Bakomubin Mencetak Dai Generasi Milenial Melalui Festival Mubaligh

Next Post

Bakomubin Akan Bangun 100 RS Islam

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Adab Ilmu

25 January 2026
Indonesia Siap Ladeni ‘Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

0
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

0
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

0
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

0
Indonesia Siap Ladeni ‘Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

17 August 2026
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

17 August 2026
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

17 August 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

17 August 2026
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

16 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result