pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 26 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Ramadhan Bulan Ekonomi Syariah 

Oleh M Fuad Hadziq, Dosen Universitas Terbuka

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
8 years ago
in Kolom
0
Ramadhan Bulan Ekonomi Syariah 

Foto: arrahmah.com

Waktu bergulir begitu cepat. Tak terasa penghujung Ramadhan sudah di depan mata. Banyak pihak bahagia dengan bulan suci ini. Ada pula yang khawatir, karena gejolak ekonomi yang muncul. Maklum, pada saat dan sebelum Ramadhan tiba harga bahan pokok acapkali melambung tinggi yang juga dibarengi ketiadaan barang di pasar.

Adalah bahan bakar, beras, minyak, telur yang acapkali menghilang dalam peredaran itu. Masyarakatpun berpendapat jika harga barang naik, bisa dicari di tempat lain. Namun sebaliknya, jika barang tidak ada di pasar, apakah mungkin jika dialihkan ke barang substitusi lainnya.

Ada banyak faktor penyebab kenaikan harga tersebut. Antara lain permintaan yang terlalu tinggi, sedangkan pasokan barang dari produsen terbatas. Bisa juga karena kondisi alam yang biasanya Ramadhan bertepatan dengan musim penghujan. Sehingga ketersediaan barang berkurang karena gagal panen dan lain sebagainya.

Ulah nakal spekulan menimbun barang juga menjadi penyebabnya. Karena umumnya spekulan akan menaikkan harga jual ketika harga-harga naik karena ketiadaan pasokan barang. Sedangkan di pasar, permintaan sedang tinggi-tingginya.

BACA JUGA

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

Menjadi Alumni Gontor Menjadi Santri Sepanjang Hayat

Internalisasi Nilai Asmaul Husna dalam Menumbuhkan Sikap Empati dan Kepedulian Sosial Siswa

Strategi Menanamkan Akidah Islam Melalui Pembiasaan Ibadah pada Anak Tingkat SD/MI

Ditambah lagi distribusi barang terhambat cuaca. Karena Ramadhan identik dengan musim penghujan. Apalagi kebanyakan wilayah penyuplai bahan pangan berasal dari wilayah yang secara infrastuktur jalannya masih kurang baik. Sehingga biaya distribusi naik yang bermuara pada kenaikan harga secara otomatis. Keadaan-keadaan itulah yang menyebabkan inflasi akan naik.

Badan Pusat Statistik juga menyebutkan data yang membenarkan adanya kenaikan inflasi itu.Dimulai dari awal tahun 2011 dan 2012, inflasi pada awal Ramadhan mencapai 0.67% dan 0.62%. Inflasi melonjak naik jadi 0.93% dan 0.70% ketika Ramadhan.



Kemudian pada tahun 2014, inflasi menjelang Ramadhan adalah 0.43%. Pada saat Ramadhan kemudian, inflasi naik menjadi 0.93%. Adapun puncak dari inflasi adalah terjadi pada tahun 2013. Fenomena itu terjadi karena berbarengan dengan kenaikan harga BBM pada bulan sebelumnya, yaitu dari dari 1.03% naik menjadi 3.29% pada bulan Ramadhan.

Meski demikian tidak semua hal yang berbau negatif terjadi di bulan Ramadhan. Banyak kondisi makro ekonomi kita justru positif membaik. Salah satu contohnya, studi dari AC Nielsen yang menyatakan penjualan barang konsumen di Indonesia naik 9.2% dari bulan-bulan sebelumnya.

Ini menunjukkan geliat ekonomi mengalami lonjakan tinggi dibandingkan bulan biasa. Masyarakat begitu aktif dalam perdagangan, terutama di sektor riil yang langsung berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Sehingga pada tahun sebelumnya, BI menyiapkan dana tunai sebesar Rp 160 triliun untuk mengansitipasi kenaikan permintaan uang dalam bentuk tunai.

Di samping itu, peredaran uang mengalami gejolak kenaikan yang luar biasa. Jika mengacu pada laporan BI 2013, nilai transaksi pada musim lebaran melebihi angka Rp 90 triliun. Asumsi rasio pengganda uang (money multiplier ratio) dari BI hampir 5 kali dari bulan biasa. Artinya peredaran uang pada musim lebaran hampir 450 triliun. Kalau kita bandingkan, jumlah itu adalah 30% dari APBN tahun 2013. Sebuah capaian yang fantastis untuk hitungan sebuah bulan dibandingkan bulan lainnya.

Berbicara ekonomi syariah, salah satu variabel makro ekonominya adalah zakat yang mana pengumpulan dan penyalurannya, mayoritas berlangsung di bulan Ramadhan. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia Indonesia mempunyai proyeksi zakat sebesar 286 triliun rupiah pada tahun 2016.

Namun realitas yang terjadi masih jauh dari angka itu, karena yang ditunaikan hanya sebesar 3.6 triliun pada tahun 2015 dan 5.1 triliun pada tahun 2016. Begitu besarnya perputaran uang dari sektor zakat di bulan Ramadhan.

Setelah merinci fenomena-fenomena yang terjadi di bulan Ramadhan, ada beberapa hikmah yang terkandung di dalamnya. Asumsi pertama, memang benar terjadi inflasi, kenaikan harga barang pokok dan terkadang kelangkaan dan faktor terbesarnya adalah permintaan masyarakat yang naik. Artinya perputaran keuangan dan pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan yang tinggi pada bulan Ramadhan. Ditambah lagi peningkatan pendapatan dengan turunnya THR dan pengeluaran zakat mendorong masyarakat lebih aktif dalam roda perekonomian.

Asumsi kedua, ketika permintaan naik, maka harga akan naik pula. Tetapi kenaikan harga tidak bisa disebabkan oleh naiknya permintaan semata. Jika ditelisik lebih dalam, kenaikan harga pada saat Ramadhan lebih besar disebabkan banyak spekulan bermain. Mereka seakan paham dengan pola konsumsi musiman di Ramadhan. Sehingga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memainkan motif ekonomi dalam perdagangan, yaitu mengambil keuntungan sebasar-besarnya dari modal sekecil-kecilnya. Metode yang dipakai adalah menimbun barang, atau dalam istilah ekonomi syariahnya adalah ikhtikar.

Biasanya spekulan memainkan harga pada komoditas pokok. Istilah yang sering kita dengar adalah sembako. Harga akan naik secara tidak terkendali, karena spekulan memainkan harga dengan jumlah komoditi yang besar dan dilakukan dengan sistematis. Efeknya, kalaupun pemerintah melakukan upaya pencegahan dengan operasi pasar maka tidak besar effort-nya untuk menurunkan harga.

Spekulanpun seakan-akan telah berkali-kali melakukan dan paham dengan kondisi pasar. Diperparah dengan musim yang tidak bersahabat, membuat harga akan melambung tinggi.

Asumsi ketiga, penyebab inflasi di bulan Ramadhan lebih kepada kurangnya supply barang ke pasar. Padahal permintaan barang naik 20% dari bulan sebelumnya. Otomatis harga akan naik. Akan tetapi penyebab terbesarnya bukan pada barang tersebut, lebih pada nilai tukar mata uang rupiah pada komiditi impor. Sudah jamak diketahui, banyak komoditi sembako adalah dari pasokan impor seperti beras, bawang, minyak, gula, kedelai dan sebagainya. Bahkan BPS menyebutkan Indonesia masih sangat tergantung dengan 29 barang sembako. Pada tahun 2016 saja tercatat selama 10 bulan, total impor mencapai US$ 8,53 miliar.

Dengan demikian Ramadhan bukanlah bulan masalah, melainkan bulan terbaik dari bulan lainnya dan benar jika Ramadhan adalah bulan terbaik untuk pertumbuhan ekonomi. Walaupun inflasi, kenaikan harga, kelangkaan dan distribusi terjadi ketika Ramadhan, namun keberkahan ekonomi yang ditimbulkannya lebih besar. Maha benar Allah, Allah menciptakan segala sesuatunya memiliki tujuan dan manfaat. Hikmah dalam penciptaanNya lebih besar dari kemudhorotan yang mengiringi. Wallahu a’lam bis shawab.

Tags: RamadhanSyariah
Share99Tweet62Send
Previous Post

Bakomubin Mencetak Dai Generasi Milenial Melalui Festival Mubaligh

Next Post

Bakomubin Akan Bangun 100 RS Islam

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

23 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

0
Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

0
IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

0
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

0
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

0
UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

UNIDA Gontor Benchmarking ke UGM: Perkuat Dana Abadi Perguruan Tinggi

25 October 2026
IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

IQT UNIDA Gontor Belajar Literasi Media

25 October 2026
Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

Mahasantri Gontor Analisis Sejarah Kolonial dan Masjid Kuno Beleq Bayan NTB

25 October 2026
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Pesantren Tuna Netra Raudlatul Makfufin Tangsel

25 October 2026
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

24 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result