Agra, Gontornews — Siapa tak tahu dengan tempat wisata terkemuka di dunia yang satu ini. Adalah Taj Mahal, bangunan yang dibangun Kaisar Mughal Shah Jahan di kota Agra ini merupakan salah satu tempat wisata yang berhasil menarik hati 70.000 orang untuk mengunjungi Taj Mahal setiap harinya.
Namun sayang, pemerintah federal dan negara bagian dianggap kurang serius dalam mengambil langkah untuk mengatasi kondisi monumen yang memburuk. Demikian situs berita bbc.co.uk, Rabu (11/7) memberitakan.
Komentar tersebut datang sebagai respon atas petisi yang mengutip kekhawatiran atas dampak polusi pada monumen abad ke-17 ini.
Dilansir BBC News, pada Mei tahun ini pengadilan di sana telah menginstruksikan pemerintah untuk mencari bantuan asing untuk memperbaiki perubahan warna yang mengkhawatirkan dari struktur marmer. Sebab, makam terkenal, yang di antaranya dibangun dari marmer putih telah berubah warna menjadi kuning.
Bahkan sekarang berubah menjadi cokelat dan hijau dengan pencemaran, konstruksi dan kotoran serangga sebagai penyebabnya.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah India mengatakan kepada pengadilan bahwa komite khusus telah dibentuk untuk menyarankan langkah-langkah guna mencegah polusi yang terjadi di dalam dan di sekitar monumen.
Bahkan sebelumnya pemerintah telah menutup ribuan pabrik yang berada di dekat Taj Mahal, tetapi para aktivis mengatakan marmernya masih kehilangan kilaunya. Namun ditengarai limbah di Sungai Yamuna di samping istanalah yang menarik serangga yang mengeluarkan kotoran ke dinding istana. Akan tetapi beberapa kali dalam dua dekade terakhir, marmer putih istana telah dibersihkan namun kekhawatiran atas masalah tersebut menjadi semakin memburuk [Muhammad Khaerul Muttaqien]























