pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 10 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Ajakan Ulama Mematuhi Pemimpin Terpilih

Oleh Edithya Miranti

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
16 August 2018
in Laput
0
Ajakan Ulama Mematuhi Pemimpin Terpilih

foto: sindonews.com

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang sudah berlangsung pada Juni 2018 lalu merupakan pesta politik bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya pesta milik segelintir pejabat atau orang-orang berduit di negeri ini. Dalam waktu serentak, setiap daerah mempunyai pemimpin yang terpilih.

 Kini, para pemimpin yang terpilih itu telah dinantikan jutaan masyarakat untuk bisa mewujudkan cita-cita rakyat dan memenuhi semua janji yang telah mereka gembor-gemborkan semasa kampanye. Masyarakat tidak butuh janji, melainkan bukti yang nyata dan konkret.

Karena itu, agar tercipta masyarakat sejahtera dan kepemimpinan yang adil serta bertanggung jawab, umat Islam pun wajib melek politik. Umat harus mau bersama-sama memantau dan membantu para pemimpin menyukseskan program kerja mereka.

Demi mencapai Indonesia yang lebih maju, bermartabat, dan jauh dari kasus tindak pidana korupsi.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Patokan Dasar Menaati Pemimpin:  Ustadz Adi Hidayat Lc MA,  Pengasuh Ponpes al-Qur’an al-Hikmah dan Pendiri Quantum Akhyar Institute

Dalam persoalan kepemimpinan, al-Qur’an dan Sunnah adalah patokannya, termasuk terkait ketaatan rakyat kepada pemimpin. Jika kebijakan yang dikeluarkan pemimpin sesuai dengan keduanya (al-Qur’an dan Sunnah), maka harus diikuti.

Sebuah ayat di dalam al-Qur’an menyebutkan, “Athii’u Allaha wa athii’u arrasula wa ulil amri minkum”. Pada ayat tersebut, urutan pertama dan kedua terdapat kata taat, yang berarti adanya ketaatan mutlak.

Maksudnya, jika Allah SWT dan Rasulullah sudah memerintahkan suatu hal, maka wajib hukumnya untuk ditaati.

Hal itu berbeda dengan kata urutan ketiga, wa ulil amri minkum, hanya ada kata wa. Artinya, ketaatan dengan syarat. Maksudnya, bila ketetapan ulil amri atau penguasa sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah, maka harus ditaati. Namun jika ketetapannya tidak sesuai dengan keduanya, maka tidak boleh diikuti.

Satu hal terpenting yang tidak boleh dilupakan dalam menyikapi pemimpin yang salah adalah larangan mencela pemimpin. Ketika kita menemukan penguasa yang salah, maka tidak ada satu ayat pun dalam al-Qur’an yang mengizinkan kita untuk mencelanya.

Sebagaimana Allah SWT pernah mengutus rasul-Nya untuk menghadapi kezaliman Firaun, Namrud, dan lainnya. Para Rasul itu diutus untuk memberi masukan yang baik dan dengan cara yang baik. Karena pemimpin yang salah harus diluruskan dengan dialog yang baik dan hendaknya alasan yang dikemukakan juga dibarengi dengan dalil-dalil yang jelas.

Artinya, dengan argumentasi yang bisa diterima dan mudah untuk diamalkan. Firaun, seorang raja yang sangat zalim, dengan kasih sayang Allah SWT tetap diberi kesempatan untuk bertobat dan mendengarkan nasihat dari Rasul-Nya yang disampaikan dengan kata-kata yang halus dan lembut. Itu setingkat Firaun.

Lantas jika kita ingin meluruskan orang yang setara ilmunya dengan kita, maka kita bisa mengonsultasika masalah tersebut dengan orang yang ilmunya jauh lebih tinggi dari kita. Jangan mempertahankan pendapat yang tidak tepat.

Jika ada orang pemarah, awali dakwahnya dengan doa, baru setelah itu dengan nasihat sebagaimana doa Nabi Musa AS. Jika ada orang-orang yang bersifat keras dan bermasalah dalam masyarakat, maka mohonlah kepada Allah SWT agar melembutkan hatinya terlebih dahulu.

Kewajiban Menasihati Pemimpin: Dr Adian Husaini, Cendekiawan Muslim

Politik itu bagian dari kehidupan setiap manusia karena politik mengatur masalah kekuasaan dan hubungan dengan masyarakat. Jadi, setiap Muslim mempunyai kewajiban untuk memahami masalah politik, sebatas kemampuannya.

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa jihad yang utama adalah menyampaikan kebenaran kepada penguasa yang salah. Jadi, berpolitik itu kewajiban, dan jika diniatkan dan dilakukan dengan cara-cara yang baik, itu merupakan ibadah.

Menyikapi terpilihnya para pemimpin daerah dalam ajang Pilkada serentak pada bulan Juni lalu, maka masyarakat wajib utamanya memberi nasihat kepada para pemimpin.

Masyarakat harus selalu amar ma’ruf nahi mungkar, memantau segala kebijakan yang dikeluarkan para penguasa.

Jika kebijakan itu baik, maka harus didukung. Sedangkan jika kebijakan yang dikeluarkan tidak benar, maka wajib untuk diluruskan dengan cara yang baik. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah memberi saran kepada seorang pemimpin di masanya.

Amar ma’ruf nahi munkar itu bukan sekadar hak, tapi kewajiban bagi seluruh rakyat yang dipimpin. Rakyat berkewajiban mengoreksi pemimpin dan tidak boleh berdiam diri jika ada kemungkaran.

Caranya, jika tidak bisa dilakukan dengan tangannya sendiri, maka bisa dengan lisan. Namun jika dengan lisan ia tidak mampu, maka dengan hati.

Saat ini kehadiran media sosial juga sudah cukup memudahkan rakyat untuk bisa berkomunikasi dengan para pemimpin. Saluran itu bisa dimanfaatkan untuk memberi masukan supaya lebih baik, bahkan mengoreksi. Pemimpin yang diberi amanah perlu selalu diingatkan karena amanah tersebut kelak akan dipertanggungjawabkan.

Taati Kebaikannya Bukan Maksiatnya:  Ustadz Zulkifli M Ali Lc MA, Pengasuh dan Ketua Dewan Syariah Yayasan Pendidikan Al-Huffazh

Islam telah mengajarkan bahwa prioritas ketaatan pertama seorang hamba adalah kepada Allah SWT dan Rasulullah.

Sedangkan kriteria pemimpin yang harus ditaati yaitu pemimpin yang mengajak kita untuk menaati perintah Allah SWT dan Rasulullah. Jika ada pemimpin yang mengajak kita pada apa yang ditentang oleh Allah SWT, maka haram untuk ditaati.

Jika ada kebijakan pemerintah dikeluarkan, selama tidak maksiat kepada Allah SWT, maka harus dijalankan. Seperti seandainya ada larangan berjilbab dalam bekerja, maka itu haram untuk ditaati dan keluarlah dari pekerjaan tersebut.

Sebab prinsip dasar dalam Islam yakni tidak boleh taat kepada makhluk, jika ketaatan pada makhluk tersebut membuat kita bermaksiat kepada Allah SWT. Selain itu, umat Islam harus bersama-sama menjaga keutuhan Pancasila karena Pancasila itu dilahirkan oleh para ulama. Maka umat Islam yang paling pantas untuk menjaga Pancasila ini.

Jangan Asal Menaati Pemimpin: Ustadz Abdul Somad Lc MA, Ulama Hadis dari Riau

Dalam Islam ada namanya Fikih Siyasah, yakni hukum-hukum terkait kepemimpinan. Jika pemimpin tersebut amanah dan adil, maka taati pemimpin tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an yang memerintahkan umat untuk taat kepada Allah SWT, taat kepada Rasulullah, dan para pemimpin.

Pemimpin yang wajib ditaati sifatnya dua, yakni amanah dan adil. Jika seorang pemimpin tidak mempunyai dua sifat tersebut, maka umat berhak untuk mengkritiknya. Jika kita melihat ada kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan kita. Kalau tidak sanggup, maka dengan lidah, baru kalau tidak sanggup maka dengan hati.

Ketika seseorang memiliki tangan, maka pakailah tangannya (kekuasaan). Tegakkanlah amar ma’ruf nahi munkar. Jika ia membiarkan, ia pun akan menerima hukuman dari Allah SWT. Selain itu, pesan penting lainnya adalah umat jangan sampai lupa banyaknya fitnah di mana-mana.

Karena itu, ketika ada seseorang memfitnah orang lain, jangan dibesarbesarkan, tapi lakukan tabayun atau klarifikasi.  []

Tags: Adi HidayatAdian HusainiPemimpinUASZulkifli M Ali
Share139Tweet87Send
Previous Post

Balas Trump, Erdogan Boikot Produk AS

Next Post

Selandia Baru Larang Orang Asing Beli Rumah

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result